TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Muhammad Dzaky Asraf Huwaidi dan Dimas Adi Prasetyo tak menjadi bagian skuad PSM Makassar musim depan.
Keduanya menambah deretan pemain muda angkat kaki dari klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan (Sulsel).
Dzaky Asraf berusia 23 tahun dan Dimas Adi Prasetyo berumur 18 tahun.
Sebelumnya, ada bek Sulthan Zaky (20), penyerang sayap Ricky Pratama (23) dan Victor Dethan (21) lebih dulu angkat koper dari PSM Makassar.
Dzaky Asraf dan Dimas melanjutkan kariernya bersama klub asal Jawa Timur (Jatim).
Dzaky Asraf dirumorkan berlabuh ke Persik Kediri, Dimas memutuskan gabung ke Persebaya Surabaya.
Dzaky Asraf menyudahi perjalanan kariernya bersama PSM Makassar setelah empat musim di skuad senior.
Pemain kelahiran Polewali Mandar, Sulawesi Barat (Sulbar) ini diorbitkan dari PSM U-18 ke tim senior di musim 2022/2023.
Di musim perdananya itu, Dzaky Asraf langsung mengangkat gelar juara Liga bersama PSM Makassar.
Namun, konsistensi Dzaky Asraf hanya dua tahun dengan Laskar Ayam Jantan dari Timur.
Cedera meniskus dialaminya di akhir Desember 2024 memaksanya naik meja operasi.
Pasca itu, eks pemain Tim Nasional (Timnas) U-23 Indonesia ini belum menemukan kembali permainan terbaiknya.
Tak ayal, kesempatan bermain didapatkan PSM Makassar sangat minim.
Dzaky Asraf ingin keluar dari zona nyaman dan mencoba tantangan baru di musim 2026/2027.
Sementara Dimas selama dua musim terakhir masih berkutat di PSM U-18 dan PSM U-20.
Penampilan konsisten ditunjukkan penyerang kelahiran Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng) ini membawa namanya menjadi langganan Timnas Indonesia kelompok umur.
PSM Makassar pun telah menyiapkan Dimas untuk diorbitkan ke skuad senior di musim depan.
Namun, sang pemain justru memilih jalan lain.
Dimas ke Persebaya untuk bergabung dengan eks Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares.
Kata Pengamat
Pengamat Sepak Bola Assegaf Razak mempertanyakan langkah PSM Makassar melepas dua pemain mudanya tersebut.
Mungkin saja ketika dilepas ada keuntungan didapatkan oleh tim atau sang pemain tidak masuk skema tim.
“Saya tidak tahu manajemen pemain dilepas, apakah ada keuntungan (finansial) atau tidak jadi kebutuhan lagi,” kata Assegaf Razaksaat dihubungi melalui telepon oleh Tribun-Timur.com, Rabu (15/7/2026).
Menurut Assegaf, dua pemain dilepas ini punya kualitas.
Apalagi, Dzaky Asraf dan Dimas pernah memperkuat Merah-Putih di berbagai jenjang usia.
Kepergian pemain tersebut membuat Laskar Ayam Jantan dari Timur harus mencari pemain baru lagi.
Hal ini tentu tak muda, karena harus dibina lagi dan proses adaptasi.
“Cari pengganti lagi agak susah, membina pemain lagi butuh proses, tidak langsung jadi,” tutur mantan pelatih PSM Makassar ini. (*)