WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA – Mantan pelatih Timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri, menilai semifinal Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Prancis menyuguhkan banyak pelajaran bagi para pelatih.
Menurutnya, setiap pertandingan di ajang sepak bola terbesar dunia selalu menjadi ruang belajar untuk memahami perkembangan taktik dan strategi modern.
Indra Sjafri menyampaikan hal tersebut usai menghadiri acara nonton bareng (nobar) semifinal Piala Dunia 2026 di Bar 30 Hotel Le Meridien, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Pertandingan yang berlangsung mulai pukul 02.00 WIB itu menyedot perhatian pecinta sepak bola Indonesia.
Puluhan penggemar memadati lokasi nobar dengan mengenakan atribut tim nasional favorit mereka.
Suasana semakin meriah saat Spanyol mengalahkan Prancis 2-0 melalui gol Mikel Oyarzabal dan Pedro Porro sekaligus memastikan tiket ke final Piala Dunia 2026.
Baca juga: Fanny Fadillah Yakini Juara Piala Dunia 2026 Berasal dari Eropa, Ini Prediksinya
Meski menjagokan Prancis, Indra mengaku hasil pertandingan bukan menjadi fokus utamanya.
"Ya, banyak pembelajaran yang kita lihat dari pertandingan-pertandingan di Piala Dunia, mulai dari babak grup sampai semifinal. Kita melihat bahwa kepelatihan sekarang sangat berkualitas. Saya juga melihat organisasi permainan tim-tim peserta hampir mirip," ujar Indra.
Menurut Indra, hampir seluruh tim peserta Piala Dunia kini memiliki organisasi permainan yang sama baiknya.
Perbedaan utama justru terletak pada keberadaan pemain yang mampu memecahkan kebuntuan ketika tim mengalami kesulitan mencetak gol.
"Tinggal bagaimana di dalam tim itu ada pemain yang bisa memecahkan kebuntuan. Contohnya di Argentina ada Messi. Tadi ada Mbappe, tetapi Mbappe tidak berjalan sesuai harapan. Namun, pemain-pemain yang memiliki kemampuan individu tetap menjadi solusi bagi pelatih untuk memecahkan kebuntuan," katanya.
• Ranking FIFA Timnas Indonesia Terbaru usai Kalahkan Mozambik 1-0 di SUGBK
Indra menjelaskan setiap edisi Piala Dunia selalu menghasilkan perkembangan baru dalam aspek taktik dan strategi permainan.
Karena itu, FIFA menerbitkan technical report seusai turnamen sebagai bahan evaluasi sekaligus referensi bagi para pelatih di seluruh dunia.
"Karena setiap akhir Piala Dunia selalu ada technical report yang dibuat FIFA. Laporan itu menjadi acuan tren sepak bola dunia. Jadi, kita bisa melihat seperti apa tren sepak bola pada 2026 ini," ujarnya.
Selain kualitas pertandingan, Indra juga mengapresiasi antusiasme masyarakat Indonesia yang menggelar nonton bareng di berbagai daerah.
Menurutnya, setiap orang menikmati pertandingan dengan sudut pandang yang berbeda.
"Bagus. Nobar ada di mana-mana. Saya pikir setiap orang yang mengikuti nobar memiliki sudut pandang yang berbeda. Pelatih melihat pertandingan dari sisi kepelatihan, pengamat punya pandangan sendiri, begitu juga suporter. Jadi semuanya memiliki persepsi masing-masing," tuturnya.
Sepanjang laga, suasana nobar berlangsung meriah. Pendukung Prancis maupun Spanyol silih berganti memberikan dukungan setiap tim favorit mereka menciptakan peluang.
Ketika Spanyol mencetak gol pertama, sorak sorai langsung memenuhi ruangan.
Gol kedua membuat pendukung La Roja semakin larut dalam perayaan hingga peluit panjang dibunyikan.
Bagi Indra Sjafri, semifinal Piala Dunia bukan sekadar pertandingan selama 90 menit, melainkan kesempatan mempelajari perkembangan sepak bola dunia yang dapat menjadi bekal bagi para pelatih.