Citizen Reporter: Widy
Mahasiswa KKN Unhas
TRIBUN-TIMUR.COM – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik UMKM Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) mulai mendorong transformasi digital bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Pangkajene, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap).
Langkah tersebut diawali melalui Seminar Program Kerja yang digelar di Kantor Lurah Pangkajene, Selasa (14/7/2026) pukul 09.00–11.30 Wita.
Mereka memaparkan delapan program kerja yang disusun berdasarkan hasil observasi lapangan dan identifikasi kebutuhan para pelaku UMKM di Kelurahan Pangkajene.
Hadir Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Camat Maritengngae, Lurah Pangkajene Iwan Darmawan, S.E., Ketua PKK, Ketua LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, para kepala lingkungan, ketua RT se-Kelurahan Pangkajene, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Majelis Taklim, Remaja Masjid, masyarakat, serta pelaku UMKM.
Lurah Pangkajene Iwan Darmawan mengapresiasi berbagai program yang diinisiasi mahasiswa KKN.
Menurutnya, kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat menjadi faktor penting dalam mewujudkan program pemberdayaan yang berdampak nyata.
"Kami berharap kehadiran mahasiswa KKN tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mampu membangun kolaborasi yang baik dengan masyarakat. Sinergi antara mahasiswa dan warga sangat penting agar seluruh program yang dirancang benar-benar memberikan manfaat dan dapat dirasakan langsung oleh pelaku UMKM di Kelurahan Pangkajene," ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mendukung setiap program mahasiswa selama masa KKN agar tujuan pemberdayaan UMKM dapat tercapai secara optimal.
Koordinator KKN Tematik UMKM Gelombang 116 Unhas, Ahmad Miladinakwa, menjelaskan bahwa seluruh program yang disusun merupakan hasil observasi dan pendampingan langsung terhadap pelaku UMKM.
Dari hasil observasi, mereka menemukan sejumlah persoalan yang masih dihadapi pelaku usaha, mulai dari pembukuan yang belum tertata, legalitas usaha yang belum dimiliki, branding produk yang masih sederhana, hingga pemanfaatan media digital yang belum maksimal.
"Karena itu, kami menghadirkan program-program yang diharapkan mampu menjadi solusi atas kebutuhan UMKM," jelasnya.
Sosialisasi serta pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), pengembangan media promosi melalui pembuatan katalog menu online dan offline, digitalisasi branding melalui pembuatan logo, stempel, dan QRIS Merchant, serta penguatan pemasaran melalui optimalisasi media sosial dan pembuatan spanduk usaha.
Melalui program-program tersebut, mahasiswa berharap dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kapasitas usaha, memperluas jangkauan pemasaran, memperkuat identitas produk, serta mempercepat transformasi digital agar mampu bersaing di era ekonomi berbasis teknologi.
Seminar program kerja ini menjadi langkah awal kolaborasi antara mahasiswa KKN Tematik UMKM Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, Pemerintah Kelurahan Pangkajene, dan masyarakat dalam mewujudkan UMKM yang lebih maju, berdaya saing, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.