TRIBUN-SULBAR.COM,PASANGKAYU-Lubang berukuran cukup besar di tengah Jalan Moh Hatta, Kelurahan Pasangkayu, Kecamatan Pasangkayu, Kabupaten Pasangkayu, dikeluhkan warga karena dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Lubang tersebut berada tepat di badan jalan, tanpa dilengkapi rambu atau penanda peringatan, sehingga berpotensi menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, Rabu (15/7/2026), lubang itu terlihat berada tepat di tengah lajur jalan.
Baca juga: Mau Olahraga di Sport Center Polewali Harus Bawa Uang Rp2 Ribu Bayar Parkir
Baca juga: Penerimaan Pajak Kendaraan di Pasangkayu Capai Rp6,9 Miliar pada Semester I 2026
Aspal di sekitarnya telah mengelupas, menyisakan batu-batu pondasi jalan yang tampak mencuat ke permukaan.
Di dalam lubang terlihat ranting dan pelepah kering yang diduga sengaja diletakkan warga sebagai penanda darurat agar pengendara dapat menghindarinya. Namun, penanda tersebut dinilai kurang terlihat, terutama saat malam hari.
Selain lubang utama yang cukup besar, tampak pula sejumlah lubang kecil dan permukaan jalan yang mulai rusak memanjang di sekitar lokasi.
Kondisi itu membuat pengendara harus mengurangi kecepatan atau mengubah jalur untuk menghindari kerusakan jalan.
Lokasi kerusakan berada di belakang pelataran Kantor Bupati Pasangkayu.
Jalan ini tergolong ramai dilalui kendaraan karena menjadi salah satu akses menuju kawasan Anjungan Pasangkayu dan sejumlah perkantoran di sekitarnya.
Warga mengaku kerusakan jalan tersebut sudah cukup lama dibiarkan tanpa perbaikan.
Saat hujan turun, lubang sering tertutup genangan air sehingga kedalamannya tidak terlihat dan semakin berbahaya bagi pengguna jalan.
Salah seorang warga, Aulia, yang ditemui di lokasi, mengatakan kondisi tersebut sudah sangat meresahkan.
"Kalau siang masih bisa kelihatan dan dihindari. Tapi kalau malam atau habis hujan sangat berbahaya karena lubangnya tertutup air. Banyak pengendara yang kaget saat melintas," ujarnya.
Ia berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan sebelum menimbulkan korban kecelakaan.
"Jalan ini ramai setiap hari karena banyak orang lewat menuju anjungan dan pusat kota. Jangan sampai menunggu ada korban baru diperbaiki," katanya.(*)
Laporan wartawan Tribun-Sulbar.com Taufan