Gabung MOMEN, Driver Ojol di Yogyakarta Tak Sungkan Belajar Mengaji, Gratis Didampingi Pengajar
ninda iswara July 15, 2026 01:38 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Sebuah program menarik digagas oleh Mualaf Qur'an Center untuk meningkatkan motivasi ibadah khusus untuk para driver ojek online di Yogyakarta.

Mualaf Qur'an Center membuat sebuah program bernama Majelis Ojol Mengaji (Momen).

Program ini mengajak para driver ojol untuk belajar membaca Al-Quran bersama.

Para driver ojol bisa mulai belajar dari Iqra jika mereka belum bisa membaca Al-Quran.

Kegiatan mengaji para driver ojol ini digelar di sebuah rumah yang menjadi Rumah Quran IQC di Jalan Bausasran No 56, Pakualaman, Kota Yogyakarta.

Satu per satu pengemudi ojek online memarkirkan sepeda motornya, lalu duduk bersila sambil menggenggam kartu bimbingan.

Dengan sabar, mereka menanti giliran untuk mengikuti pembelajaran membaca Al-Qur'an.

Baca juga: Dugaan Pelecehan Mahasiswi UAD Yogyakarta, Lapor karena Lambat Direspons, Terduga Pelaku Kena Sanksi

Tak Malu Belajar

Di antara mereka, ada Edi Susanto yang menjadi peserta rutin dalam program Momen.

Pria berusia 47 tahun itu mengaku baru mulai serius belajar membaca Al-Qur'an meski usianya tidak lagi muda.

Hampir tiga tahun terakhir, Edi aktif mengikuti kegiatan tersebut.

Sebelum bergabung, ia mengaku belum mampu membaca Al-Qur'an dengan lancar.

Rasa malu sempat menjadi penghalang baginya untuk belajar mengaji di masjid sekitar tempat tinggalnya.

Ia merasa canggung karena harus memulai dari dasar, sementara banyak anak-anak sudah lebih dahulu lancar membaca Al-Qur'an.

"Setelah sharing dengan beberapa teman, memang akhirat harus dikejar. Jangan sampai cuma dunia saja (yang dikejar). Kalau belajar di masjid terdekat pasti malu, karena ada yang anak TK, SD, SMP udah Alquran, masa kita yang sepuh mulai iqra," katanya, Rabu (15/7/2026).

Menurut Edi, kehadiran program Momen menjadi jawaban atas kegelisahan tersebut.

Ia merasa lebih nyaman karena belajar bersama rekan-rekan yang memiliki latar belakang dan profesi yang sama.

"Nah, akhirnya ketemu di Momen itu luar biasa. Jadi malunya hilang. Alhamdulillah Momen memfasilitasi ngaji dari jilid I sampai Qur'an. Kita sama-sama ngaji bareng, saling support, tidak minder," sambungnya.

Warga Umbulharjo, Kota Yogyakarta, itu mengawali perjalanannya dari buku Iqra.

Ketekunannya mengikuti bimbingan selama hampir tiga tahun kini membuahkan hasil.

Saat ini, Edi telah mampu membaca Al-Qur'an hingga Juz 4. Kemajuan itu menjadi pencapaian yang ia syukuri setelah memulai dari tahap paling dasar.

Agar bisa fokus belajar, Edi selalu menonaktifkan aplikasi ojek online selama mengikuti kegiatan mengaji.

"Setiap ikut Momen aplikasi off dulu, dan di sini juga kan pagi jadi orderan masih landai," ujarnya.

Program Momen sendiri merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Mualaf Qur'an Center sejak 2023.

Program tersebut lahir dari kegelisahan banyak pengemudi ojek online yang merasa sungkan belajar mengaji di masjid karena harus memulai dari tingkat dasar.

Melalui wadah ini, para pengemudi dapat belajar membaca Al-Qur'an tanpa rasa minder, sekaligus saling memberi dukungan dalam proses belajar.

Suasana yang akrab dan penuh semangat kebersamaan menjadi alasan mengapa program Momen terus diikuti para peserta hingga sekarang.

Baca juga: Revitalisasi Candi Prambanan Yogyakarta, India Ikut Mendukung, Fadli Zon: Mereka Sangat Tertarik

DRIVER OJOL MENGAJI - Para pengemudi ojek online antusias belajar mengaji dalam Majelis Ojol Mengaji (Momen) di Rumah Quran IQC di Jalan Bausasran No 56, Pakualaman, Kota Yogyakarta, Rabu (15/7/2026). (TribunJogja.com/Christi Mahatma Wardhani)

Gratis dan Didampingi oleh Pengajar

Penanggungjawab Momen, Sugiarto menjelaskan bahwa saat ini terdapat sekitar 125 anggota yang aktif mengikuti kegiatan belajar mengaji.

Peserta yang bergabung memiliki latar belakang usia yang beragam, mulai dari 27 hingga 72 tahun.

Dalam proses pembelajaran, setiap peserta mendapatkan pendampingan sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Sebelum mulai belajar, pengajar akan terlebih dahulu melihat sejauh mana kemampuan membaca Al-Qur'an para peserta.

"Jadi ketika datang, ustaz yang mendampingi akan mengecek dulu kemampuan bacanya seperti apa. Baru kemudian disarankan misalnya dari iqra 1, 2, atau mungkin 6 gitu baru lanjur ke Al-Qur'an. Di sini tim pengajar kita ada empat orang, dan yang rutin mengajar itu rata-rata ustaz yang juga punya majelis di luar. Artinya jam terbangnya sudah cukup untuk mendampingi peserta belajar," terangnya.

Menariknya, program belajar mengaji ini tidak membebankan biaya kepada peserta.

Seluruh fasilitas pendukung, mulai dari Alquran hingga buku iqra, telah disiapkan secara gratis.

"Di sini full benar-benar gratis. Tetapi kadang jamaah sudah merasa nyaman di sini, kemudian inisiatif membawa makanan atau buah-buahan untuk dimakan bersama. Setelah selesai kami menyediakan makan siang, ya kayak angkringan alakadarnya," lanjutnya.

Seiring perjalanan waktu, antusiasme masyarakat terhadap Momen terus meningkat.

Program yang awalnya ditujukan bagi pengemudi ojol kini mulai terbuka bagi siapa saja yang ingin memperdalam kemampuan membaca Al-Qur'an.

Bahkan, sejumlah peserta lanjut usia turut mengikuti kegiatan ini meski tidak berprofesi sebagai pengemudi ojol.

Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan belajar mengaji tidak mengenal batas usia maupun latar belakang.

Untuk memperluas jangkauan layanan, Mualaf Qur'an Center kemudian menjalin kolaborasi dengan Yayasan Rumpin Nurani dan menghadirkan Momen 2.0 di Kafe Kolektif.

Program serupa juga dikembangkan bersama Masjid Munzalan Mubarakan Giwangan.

"Ini menjadi titik layanan baru, artinya kalau teman-teman ojol di area selatan belum ada kegiatan di sini, bisa merapat ke Masjid Munzalan Mubarokan, setiap Selasa. Yang area utara juga kita sediakan berikan titik layanan di Kafe Kolektif, setiap Sabtu. Dan sekarang kita kembangkan lagi untuk rekan ojol perempuan yang ingin belajar ngaji," imbuhnya.

(TribunTrends/Ninda)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.