Jelang Lawan Inggris, Sudah 9 Juta Orang Tuntut Messi dan Argentina Dikeluarkan dari Piala Dunia 2026
SERAMBINEWS.COM - Menjelang laga semifinal Piala Dunia 2026 melawan Inggris, Timnas Argentina terus diterpa kontroversi.
Sebuah petisi online yang menuntut agar Lionel Messi dan Argentina didiskualifikasi dari turnamen Piala Dunia 2026 terus mendapat dukungan dan telah ditandatangani lebih dari 9 juta orang.
Berdasarkan pantauan Serambinews.com di situs argentinaout.com, hingga Rabu (15/7/2026) pukul 12.57 WIB, petisi tersebut telah mengumpulkan 9.111.154 tanda tangan.
Petisi itu dibuat sebagai bentuk protes dari sebagian penggemar sepak bola yang menilai Argentina memperoleh sejumlah keputusan wasit yang menguntungkan sepanjang perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Sejak babak gugur, Argentina memang beberapa kali menjadi pusat perhatian akibat keputusan-keputusan kontroversial di lapangan.
Salah satu yang paling banyak diperdebatkan terjadi saat menghadapi Mesir pada babak 16 besar.
Dalam laga tersebut, kubu Mesir menilai mereka seharusnya mendapat hadiah penalti setelah terjadi insiden di kotak terlarang.
Namun wasit tidak menunjuk titik putih dan pertandingan berakhir dengan kemenangan Argentina.
Kontroversi kembali muncul pada laga perempat final melawan Swiss.
Keputusan wasit mengeluarkan kartu merah kepada penyerang Swiss, Breel Embolo, usai peninjauan Video Assistant Referee (VAR), memicu protes keras dari kubu lawan.
Bek Swiss Manuel Akanji bahkan menyebut hampir seluruh keputusan penting dalam pertandingan merugikan timnya.
Pelatih Swiss Murat Yakin juga mengaku sulit memahami beberapa keputusan wasit sepanjang pertandingan.
Sebelumnya, pelatih Mesir Hossam Hassan turut melontarkan tudingan bahwa FIFA memiliki kepentingan agar Lionel Messi terus melaju di turnamen karena alasan komersial.
Meski demikian, FIFA telah berulang kali membantah seluruh tuduhan tersebut.
Kepala Komite Wasit FIFA, Pierluigi Collina, menegaskan bahwa seluruh keputusan wasit dibuat secara independen berdasarkan aturan permainan dan bantuan teknologi VAR.
Ia juga menekankan bahwa tuduhan tanpa bukti dapat merusak integritas perangkat pertandingan serta membahayakan keselamatan para wasit.
Hingga kini, FIFA juga tidak pernah menyatakan akan menindaklanjuti petisi yang beredar di internet tersebut.
Secara regulasi, petisi publik tidak memiliki dasar hukum untuk memengaruhi status peserta Piala Dunia maupun hasil pertandingan.
Keputusan mengenai sanksi atau diskualifikasi hanya dapat diambil melalui mekanisme resmi FIFA apabila ditemukan pelanggaran terhadap regulasi kompetisi.
Meski demikian, melonjaknya jumlah penandatangan menunjukkan besarnya perhatian publik terhadap perjalanan Argentina menuju semifinal.
Angka dukungan petisi yang telah menembus lebih dari sembilan juta orang menjadikannya salah satu petisi olahraga yang paling banyak diperbincangkan selama berlangsungnya Piala Dunia 2026.
Di tengah derasnya kontroversi, Argentina tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi Inggris pada semifinal yang akan berlangsung Kamis (16/7/2026) dini hari WIB.
Tim asuhan Lionel Scaloni berambisi mempertahankan gelar juara dunia yang mereka raih pada edisi 2022, sementara Inggris berusaha menghentikan langkah Lionel Messi dan kawan-kawan menuju partai final.
Perlu dicatat bahwa angka 9.111.154 penandatangan berasal dari situs petisi argentinaout.com dan mencerminkan dukungan publik terhadap petisi tersebut, bukan keputusan resmi FIFA.
Hingga saat ini, tidak ada pernyataan dari FIFA yang menyatakan Argentina atau Lionel Messi terancam didiskualifikasi dari Piala Dunia 2026.
(Serambinews.com/Agus Ramadhan)