Sintang Innovation Challenge 2026 Resmi Diluncurkan, Ajak Generasi Muda Ciptakan Solusi untuk Daerah
Syahroni July 15, 2026 03:29 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG – Pemerintah Kabupaten Sintang terus mendorong lahirnya inovasi dari kalangan generasi muda. 

Melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), Pemkab Sintang resmi meluncurkan Sintang Innovation Challenge (SIC) 2026, sebuah kompetisi yang dirancang untuk menjaring ide-ide kreatif dan solusi inovatif bagi berbagai tantangan pembangunan daerah.

Peluncuran atau kick-off Sintang Innovation Challenge 2026 berlangsung di Pendopo Bupati Sintang, Rabu 15 Juli 2026.

Baca juga: RSUD Ade M Djoen Sintang Targetkan 20 Mesin Cuci Darah di 2026, Siap Gandeng Pihak Ketiga

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bapperida Provinsi Kalimantan Barat, organisasi perangkat daerah, lembaga keuangan, akademisi, mahasiswa, pelajar, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.

Kepala BRIDA Kabupaten Sintang, Deddy Irawan, menjelaskan bahwa kompetisi ini merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam meningkatkan Indeks Inovasi Daerah (IID), yang menjadi salah satu indikator penting dalam pencapaian target pembangunan Kabupaten Sintang.

Menurut Deddy, selama dua tahun terakhir pengembangan inovasi di Sintang lebih banyak berfokus pada tata kelola pemerintahan melalui berbagai program dan inovasi yang dijalankan oleh organisasi perangkat daerah.

Namun pada tahun 2026, ruang inovasi diperluas dengan melibatkan masyarakat secara langsung, terutama kalangan pelajar dan mahasiswa.

"Melalui Sintang Innovation Challenge kami ingin mengetahui ide-ide cemerlang dari generasi muda. Kami ingin mereka melihat persoalan yang ada di Kabupaten Sintang, kemudian menawarkan solusi inovatif yang bisa diterapkan," ujarnya.

Baca juga: Tiga Hutan Adat di Sintang Sudah Dapat SK, Bupati Sintang Dukung Percepatan Pengakuan Hutan Adat

Mengusung tema "Green Innovation for Sustainable Sintang", kompetisi ini selaras dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan sebagai salah satu prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Deddy menilai Kabupaten Sintang memiliki potensi besar untuk mengembangkan berbagai inovasi berbasis lingkungan.

Hal itu didukung oleh kondisi wilayah yang masih didominasi kawasan hutan. 

Saat ini sekitar 59 persen wilayah Kabupaten Sintang masih berupa kawasan hutan, sementara kawasan bernilai konservasi tinggi yang telah teridentifikasi mencapai sekitar 1,1 juta hektare.

Menurutnya, kekayaan alam tersebut harus dijaga melalui berbagai gagasan dan inovasi yang mampu menyeimbangkan pembangunan ekonomi dengan pelestarian lingkungan.

Baca juga: Sintang Percepat TPA Controlled Landfill, Bupati Siapkan Rp1,5 M Penanganan Sampah Ramah Lingkungan

"Potensi ini harus dijaga melalui berbagai inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Karena itu kami mengajak generasi muda untuk melahirkan gagasan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berdampak bagi lingkungan dan masyarakat," katanya.

Pendaftaran peserta dibuka bersamaan dengan peluncuran program.

Kompetisi ini terbuka bagi mahasiswa serta pelajar SMP, SMA, dan sederajat di Kabupaten Sintang yang memiliki ide inovatif untuk mendukung pembangunan daerah.

Setelah melalui tahapan seleksi, peserta terbaik akan mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan gagasan mereka hingga penetapan pemenang pada Agustus 2026.

Karya-karya terbaik nantinya akan dipamerkan dalam Festival Lestari 2026, sebuah ajang yang diselenggarakan oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) dan melibatkan Kabupaten Sanggau, Sintang, serta Kapuas Hulu.

Deddy menegaskan bahwa keberhasilan Sintang Innovation Challenge tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi nonpemerintah, sektor swasta, akademisi, hingga media massa.

Dengan dukungan berbagai mitra, termasuk LTKL dan NGO lokal Batu, BRIDA berharap kompetisi ini mampu menjadi wadah lahirnya inovasi-inovasi baru yang dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan Kabupaten Sintang.

"Semakin banyak ide yang lahir, semakin besar peluang kita menemukan solusi inovatif bagi pembangunan Kabupaten Sintang," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.