Rekor Ronaldo Dipertaruhkan, Spanyol Juara Piala Dunia 2026 Pembuka Jalan Yamal Gondol Ballon D'Or
Dwi Setiawan July 15, 2026 04:57 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Sebuah rekor prestise milik Ronaldo Nazario de Lima dipertaruhkan lewat final Piala Dunia 2026.

Rekornya bisa berganti 'tuan' jika Spanyol menjadi juara. Dan sosok yang berpeluang besar memecahkan rekor milik Ronaldo Nazario adalah Lamine Yamal.

Lamine Yamal hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengukir sejarah dalam kariernya.

Bintang muda timnas Spanyol itu kini tinggal selangkah lagi dari gelar juara Piala Dunia 2026 setelah membawa La Roja melaju ke partai final.

KONVOI - Komunitas LaFuriaRoja Espanola Sulut menggelar konvoi kemenangan sebagai bentuk dukungan setelah Tim Matador memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia, Selasa 7 Juli 2026 pagi. Mereka membawa atribut kebanggaan berupa bendera Spanyol raksasa berukuran sekitar 4,5 meter x 6 meter, yang menjadi simbol semangat para pendukung La Furia Roja di Bumi Nyiur Melambai.
KONVOI - Komunitas LaFuriaRoja Espanola Sulut menggelar konvoi kemenangan sebagai bentuk dukungan setelah Tim Matador memastikan langkah ke babak perempat final Piala Dunia, Selasa 7 Juli 2026 pagi. Mereka membawa atribut kebanggaan berupa bendera Spanyol raksasa berukuran sekitar 4,5 meter x 6 meter, yang menjadi simbol semangat para pendukung La Furia Roja di Bumi Nyiur Melambai. (Tribunnews.com/Tribun Manado/LaFuriaRoja Espanola Sulu)

Spanyol memastikan tiket ke final usai menaklukkan Prancis dengan skor 2-0 pada laga semifinal di Amerika Serikat, Rabu (15/7).

Di partai puncak, tim asuhan Luis de la Fuente akan menghadapi pemenang duel antara Argentina dan Inggris yang baru akan berlangsung, Kamis (16/7) di Stadion Atlanta, Amerika Serikat dini hari WIB.

Penampilan impresif Yamal sepanjang musim bersama Barcelona berlanjut di Piala Dunia 2026.

Pemain berusia 19 tahun tersebut menjadi salah satu sosok penting di balik keberhasilan Spanyol menembus final sekaligus menjaga asa meraih gelar juara dunia.

Bagi Yamal, pertandingan final bukan sekadar kesempatan mengangkat trofi Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Gelar tersebut juga berpotensi memperbesar peluangnya meraih Ballon d'Or 2026.

Sepanjang musim 2025/2026, Yamal tampil gemilang bersama Barcelona.

Ia membantu klubnya meraih gelar LaLiga dan Piala Super Spanyol, sekaligus mencatatkan performa individu yang menempatkannya di jajaran pemain terbaik dunia.

Baca juga: Kutukan Piala Dunia Berpihak ke Spanyol untuk Juara, Inggris-Argentina Susul Prancis Jadi Korban?

Jika mampu membawa Spanyol menjadi juara dunia, peluang Yamal memenangkan Ballon d'Or diprediksi semakin terbuka.

Penghargaan bergengsi tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26 Oktober 2026.

Apabila berhasil meraih Ballon d'Or, Yamal akan mencatatkan namanya sebagai peraih penghargaan termuda sepanjang sejarah, seperti yang dilaporkan Globo.

Pada usia 19 tahun 105 hari, ia akan melampaui rekor legenda Brasil, Ronaldo Nazario, yang memenangi Ballon d'Or 1997 saat berusia 21 tahun 95 hari.

Musim lalu, Yamal harus puas finis di posisi kedua dalam pemungutan suara Ballon d'Or.

Namun, kali ini peluangnya dinilai jauh lebih besar berkat penampilan konsisten bersama Barcelona dan keberhasilannya mengantarkan Spanyol ke final Piala Dunia 2026.

Kini, hanya tersisa 90 menit yang memisahkan Lamine Yamal dari dua pencapaian besar sekaligus.

Selain berpeluang mempersembahkan gelar juara dunia bagi Spanyol, ia juga berkesempatan membuka jalan menuju Ballon d'Or dan mencatatkan rekor baru dalam sejarah sepak bola dunia.

Lawan Ideal di Final versi Lamine Yamal

Sebelum menyingkirkan Prancis, Lamine Yamal pernah diwawancarai media Spanyol, AS, soal siapa lawan yang ingin dihadapi. Jelas, wonderkid Barcelona ini menyebut Lionel Messi.

"Menghadapi Leo Messi di final Piala Dunia akan menjadi sesuatu yang fantastis. Saya berharap itu terjadi!" kata Yamal.

Jika Argentina lolos, final nanti akan menjadi pertemuan pertama Messi dan Yamal dalam pertandingan kompetitif.

Yamal sebelumnya juga mengekspresikan kekagumannya kepada Neymar dan Messi.

"Jelas idola saya adalah Neymar karena saya senang melihat cara dia bermain. Namun, Messi adalah yang terbaik dan tidak ada perdebatan mengenai hal itu," ujar Yamal.

Yamal dipastikan tidak akan pernah berhadapan dengan Neymar di level internasional. Penyerang Brasil itu mengakhiri kariernya bersama timnas setelah Brasil tersingkir usai kalah 1-2 dari Norwegia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Apabila Inggris yang melaju ke final, Yamal berpeluang menghadapi rekan barunya di Barcelona, Anthony Gordon, serta mantan pemain Blaugrana, Marcus Rashford.

Sebelumnya, Spanyol masuk kategori favorit juara Piala Dunia 2026.

Sukses skuad Luis de la Fuente menjejak partai final Piala Dunia 2026, menjadi kali pertama sejak kali terakhir dibukukan Spanyol edisi 2010, yang kala itu terkonversi menjadi juara.

"Spanyol memiliki generasi emas baru dengan pemain-pemain muda berbakat seperti Lamine Yamal dan Nico Williams yang menjadi motor serangan tim," ungkap Adrian dalam podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Spanyol juga dianggap sebagai salah satu tim kandidat terkuat untuk bersaing memperebutkan gelar juara," sambungnya.

(Tribunnews.com/Giri)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.