59 Persen Wilayah Sintang Masih Hutan, Generasi Muda Diajak Ciptakan Inovasi Hijau Lewat SIC 2026
Madrosid July 15, 2026 03:29 PM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) resmi meluncurkan Sintang Innovation Challenge (SIC) 2026 sebagai wadah bagi generasi muda untuk menghadirkan berbagai solusi inovatif dalam menjawab persoalan pembangunan daerah.

Kick-Off Sintang Innovation Challenge digelar di Pendopo Bupati Sintang, Rabu 15 Juli 2026.

Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan Bapperida Provinsi Kalimantan Barat, organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga keuangan, mahasiswa, pelajar, serta berbagai pemangku kepentingan.

Kepala BRIDA Kabupaten Sintang, Deddy Irawan, mengatakan penyelenggaraan Sintang Innovation Challenge merupakan bagian dari upaya meningkatkan Indeks Inovasi Daerah (IID) yang menjadi salah satu indikator kinerja utama Bupati Sintang dalam RPJMD.

Menurutnya, selama dua tahun terakhir penguatan inovasi di Kabupaten Sintang masih berfokus pada tata kelola pemerintahan melalui berbagai inovasi yang dikembangkan oleh organisasi perangkat daerah.

Namun, tahun ini ruang inovasi diperluas dengan melibatkan masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan mahasiswa.

Baca juga: Serap Dua Aspirasi Warga, DPRD Sintang Turun Langsung Tinjau Drainase 2 Lokasi, Dorong Penyelesaian

"Melalui Sintang Innovation Challenge kami ingin mengetahui ide-ide cemerlang dari generasi muda. Kami ingin mereka melihat persoalan yang ada di Kabupaten Sintang, kemudian menawarkan solusi inovatif yang bisa diterapkan," ujar Deddy.

Usung Tema Green Innovation untuk Pembangunan Berkelanjutan
Deddy menjelaskan, tema yang diangkat dalam Sintang Innovation Challenge 2026 adalah "Green Innovation for Sustainable Sintang".

Tema tersebut sejalan dengan arah pembangunan daerah yang menempatkan ekonomi hijau sebagai salah satu agenda penting dalam RPJMD Kabupaten Sintang.

Menurutnya, Kabupaten Sintang memiliki potensi besar dalam mengembangkan konsep pembangunan berkelanjutan.

Saat ini, sekitar 59 persen wilayah Kabupaten Sintang masih berupa kawasan hutan, sementara kawasan bernilai konservasi tinggi yang telah terdata mencapai sekitar 1,1 juta hektare.

"Potensi ini harus dijaga melalui berbagai inovasi yang mendukung pembangunan berkelanjutan. Karena itu kami mengajak generasi muda untuk melahirkan gagasan yang tidak hanya kreatif, tetapi juga berdampak bagi lingkungan dan masyarakat," katanya.

Pelajar dan Mahasiswa Berkesempatan Ikut Kompetisi Inovasi
Pendaftaran peserta Sintang Innovation Challenge 2026 resmi dibuka bersamaan dengan pelaksanaan kick-off.

Kompetisi ini diperuntukkan bagi mahasiswa serta pelajar SMP, SMA, dan sederajat di Kabupaten Sintang.

Setelah melalui proses seleksi, peserta terbaik akan mendapatkan pendampingan hingga tahap pengumuman pemenang pada Agustus 2026.

Karya-karya terbaik nantinya akan ditampilkan dalam Festival Lestari 2026 yang diselenggarakan oleh Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Festival tersebut tahun ini melibatkan tiga kabupaten, yakni Kabupaten Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu.

Kolaborasi Berbagai Pihak Dukung Lahirnya Inovasi Baru

Deddy mengatakan, pelaksanaan Sintang Innovation Challenge merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, organisasi nonpemerintah (NGO), sektor swasta, akademisi, hingga media.

Ia menyebut dukungan dari sejumlah mitra seperti LTKL dan NGO lokal Batu menjadi bagian penting dalam menyukseskan kompetisi tersebut.

Menurutnya, semakin banyak generasi muda yang terlibat, maka semakin besar peluang munculnya gagasan baru yang dapat memberikan manfaat bagi pembangunan Kabupaten Sintang.

"Kami berharap seluruh elemen masyarakat ikut mendukung, termasuk rekan-rekan media untuk membantu menyebarluaskan informasi sehingga semakin banyak generasi muda yang berpartisipasi. Semakin banyak ide yang lahir, semakin besar peluang kita menemukan solusi inovatif bagi pembangunan Kabupaten Sintang," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.