Laporan Wartawan Serambi Indonesia, Bustami | Bener Meriah
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah di Kabupaten Bener Meriah sebagai langkah strategis untuk memperkuat konektivitas masyarakat sekaligus menjaga kelancaran distribusi logistik pascabanjir bandang yang merusak Jembatan Enang-Enang pada November 2025.
Bagi masyarakat dataran tinggi Gayo, konektivitas bukan sekadar persoalan infrastruktur. Akses jalan yang tetap terhubung memastikan hasil panen dapat dipasarkan, kebutuhan pokok tersalurkan, anak-anak tetap bersekolah, serta roda perekonomian masyarakat terus bergerak.
Karena itu, selain memperkuat struktur Jembatan Enang-Enang, Kementerian PU juga menyiapkan pembangunan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah sebagai solusi jangka panjang untuk menghadirkan akses yang lebih andal, aman, dan tangguh terhadap bencana.
Jalur alternatif sepanjang sekitar 8 kilometer tersebut akan menjadi penghubung penting bagi masyarakat Kecamatan Pintu Rime Gayo dan wilayah sekitarnya. Keberadaannya tidak hanya berfungsi sebagai jalur cadangan saat akses utama terganggu, tetapi juga memperkuat konektivitas kawasan sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tidak lagi bergantung pada satu ruas jalan.
"Pemerintah tidak hanya memperkuat Jembatan Enang-Enang, tetapi juga menyiapkan akses yang lebih baik. Jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah akan menjadi penguat konektivitas masyarakat, memperlancar distribusi logistik, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi warga Bener Meriah," ujar Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo dalam keterangan yang dirilis, Minggu (12/7/2026).
Baca juga: Safrizal Minta BPBD Percepat Penyaluran Stimulan dan Pembangunan Huntap di Aceh
Sebagai bagian dari peningkatan kapasitas, Kementerian PU akan melebarkan jalan menjadi 6 meter dan melakukan pengaspalan penuh agar mampu melayani arus kendaraan dengan lebih aman dan nyaman. Peningkatan kualitas ruas jalan ini diharapkan mempercepat waktu tempuh sekaligus meningkatkan keandalan akses menuju kawasan Pintu Rime Gayo.
Selain pembangunan jalan, Kementerian PU juga akan membangun dua jembatan permanen, yakni Jembatan Werlah dan Jembatan Simpang Lancang. Kedua jembatan tersebut dirancang mampu dilalui dua kendaraan secara bersamaan. Khusus Jembatan Simpang Lancang, konstruksinya direncanakan memiliki bentang sepanjang 45 meter.
Pembangunan Jalan Werlah beserta kedua jembatan tersebut ditargetkan mulai dilaksanakan pada 2026 dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp100 miliar.
Selama proses pembangunan berlangsung, mobilitas masyarakat tetap dijaga melalui jembatan fungsional sementara yang memanfaatkan box container yang diperkuat pelat baja dan timbunan, sehingga akses masyarakat tidak terputus.
Di sisi lain, Kementerian PU juga terus melakukan perkuatan terhadap Jembatan Enang-Enang. Hasil pemeriksaan teknis menunjukkan pondasi jembatan pada sisi arah Bireuen menuju Bener Meriah mengalami kemiringan akibat gerusan aliran sungai. Kondisi tersebut telah diamankan menggunakan penyangga sementara dan selanjutnya akan diperkuat melalui pekerjaan penguatan struktur bawah jembatan.
Melalui penanganan Jembatan Enang-Enang serta pembangunan jalur alternatif Simpang Lancang–Werlah, pemerintah berharap masyarakat Bener Meriah memiliki jaringan transportasi yang lebih tangguh, aman, dan andal dalam menghadapi potensi bencana.
Infrastruktur yang dibangun tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menjadi fondasi bagi kelancaran distribusi logistik, keberlangsungan aktivitas ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di dataran tinggi Gayo.