MPLS Terpadu di Jombang Fokus pada Pendidikan Karakter dan Bela Negara
Titis Jati Permata July 15, 2026 02:32 PM

 

SURYA.co.id, JOMBANG – Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) di Yayasan Pendidikan Budi Utomo, Jombang, tahun ini tidak hanya berisi pengenalan lingkungan sekolah.

Sebanyak sekitar 1.600 peserta didik baru langsung dibekali pendidikan karakter melalui materi pencegahan narkoba, bela negara, hingga antiperundungan.

MPLS Terpadu yang dipusatkan di Aula Masjid Budi Luhur, Desa Gadingmangu, Kecamatan Perak, Kabupaten Jombang, berlangsung selama enam hari, mulai 13 hingga 18 Juli 2026.

Peserta terdiri atas sekitar 300 siswa kelas VII SMP, 600 siswa kelas X SMA, dan 700 siswa kelas X SMK.

Dengan bertambahnya peserta didik baru tersebut, jumlah siswa di bawah naungan Yayasan Pendidikan Budi Utomo kini mencapai sekitar 6.200 orang.

Gandeng Sejumlah Instansi

Humas Yayasan Pendidikan Budi Utomo, Totok Raharjo, mengatakan, konsep MPLS tahun ini dibuat lebih komprehensif dengan menggandeng sejumlah instansi agar para siswa mendapatkan bekal sejak awal memasuki dunia pendidikan.

"Pada hari ini kami menghadirkan pemateri dari BNN Provinsi Jawa Timur. Berikutnya ada materi dari Korem Mojokerto dan Kejaksaan Negeri Jombang," ucap Totok kepada SURYA.co.id, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Sekolah di Surabaya Mulai MPLS 2026 Tanpa Perpeloncoan dan Kekerasan

Menurutnya, setiap instansi menyampaikan materi sesuai bidang masing-masing. 

BNN Provinsi Jawa Timur memberikan edukasi tentang bahaya penyalahgunaan narkoba.

Korem Mojokerto membawakan materi wawasan kebangsaan dan bela negara.

Kejaksaan Negeri Jombang mengulas pencegahan perundungan dari sudut pandang hukum beserta dampak sosial dan psikologisnya.

Ia berharap seluruh materi yang diterima selama MPLS dapat menjadi bekal bagi para siswa dalam menjalani kehidupan di lingkungan sekolah.

"Dengan demikian, siswa mampu menjauhi narkoba, memiliki semangat kebangsaan, serta membangun lingkungan belajar yang aman dan saling menghormati," ujarnya melanjutkan.

Tak hanya melibatkan peserta didik, panitia juga membuka ruang partisipasi bagi orang tua melalui layanan Zoom Meeting sehingga wali murid dapat mengikuti rangkaian kegiatan MPLS secara daring dari rumah.

Apresiasi Langkah Sekolah

Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan BNN Provinsi Jawa Timur, Suyud P. Sunoto, mengapresiasi langkah Yayasan Pendidikan Budi Utomo yang memasukkan edukasi antinarkoba dalam agenda MPLS.

Menurutnya, pemahaman mengenai bahaya narkotika perlu diberikan sejak awal agar para pelajar memiliki bekal untuk melindungi diri dari penyalahgunaan narkoba.

"Kegiatan seperti ini sangat penting untuk mempersiapkan generasi muda yang sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba sebagai bagian dari upaya mewujudkan Generasi Emas 2045," kata Suyud saat dikonfirmasi.

Ia juga menyoroti tingginya antusiasme peserta selama sesi penyuluhan.

Para siswa aktif berdiskusi dan berebut menjawab pertanyaan yang diajukan pemateri, meski keterbatasan waktu membuat tidak semua peserta mendapat kesempatan menyampaikan pendapat.

"Dari para siswa tadi sangat aktif dan banyak pertanyaan seputar materi anti narkoba. Itu sangat baik, berarti ada ketertarikan dari para siswa untuk belajar lebih lagi, dan mengenali bahaya narkoba sejak dini," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.