Wali Kota Padang Soroti Kasus Bom Siswa, Sebut Bullying Jadi Pemicu dan Minta Pengawasan Diperketat
Rahmadi July 15, 2026 02:46 PM

TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Walikota Padang, Fadly Amran meminta Dinas Pendidikan, pihak sekolah hingga orang tua siswa, untuk menjaga kondusifitas lingkungan belajar.

Ia menekankan hal tersebut, agar kasus bullying di lingkungan sekolah tidak terjadi ke depannya.

Terlebih, kasus dugaan peledakan bom di salah satu sekolah di Kota Padang menggemparkan dunia pendidikan pada Selasa (14/7/2026) kemarin.

Terduga pelakunya sendiri adalah seorang siswa, lantaran terus mendapatkan perlakuan bullying oleh teman-temannya.

"Kita turut prihatin terkait kasus peledakan bom kemarin, karena di umur segitu sudah belajar merakit bom," ucapnya seusai meresmikan hunsela di Rimbo Panjang, Kelurahan Lambung Bukit, Kota Padang, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Ledakan Bom Rakitan MAN 3 Padang Sisakan Bekas di Dinding Kelas, Teman Sekelas Kasihan Lihat Pelaku

Untuk itu, Fadly Amran meminta stakeholder terkait untuk dapat menjaga lingkungan sekolah agar terhindar dari kasus bullying.

Di rumah, peran orang tua juga sangat diperlukan. Sebab, tontonan dan kegiatan yang diikuti harus selalu diawasi.

"Harus diawasi anak-anak kita, apa yang mereka tonton, dan apa saja yang mereka kerjakan," tuturnya.

Ia menyebut, untuk saat ini siswa yang terduga melakukan perakitan dan peledakan bom di sekolah sedang dilakukan rehabilitasi.

Psikolog, pemerhati dan Dinas Pendidikan sudah dikerahkan oleh Pemko Padang untuk menangani.

Dengan begitu, ke depannya, kasus serupa diharapkan tidak terulang seperti peledakan bom di sekolah.

"Saat ini kita bantu untuk merehab di Balai Sosial kita, kita akan kerahkan Psikolog dan seluruh pemerhati," tambahnya.

Baca juga: Siswa Korban Perundungan Ledakkan Bom, Kepala MAN 3 Padang Ngaku Sudah Sosialisasi Cegah Bullying

Bekas Ledakan Masih Ada

Sehari setelah insiden ledakan bom rakitan di MAN 3 Kota Padang, bekas ledakan masih terlihat jelas di lokasi kejadian, Rabu (15/7/2026).

Pantauan TribunPadang.com, pukul 11.23 WIB dinding kelas yang menjadi lokasi ledakan masih dipenuhi debu sisa ledakan. Bekas ledakan tampak membekas pada tembok berwarna hijau di bagian luar ruang kelas.

Meski begitu, garis polisi yang sebelumnya dipasang telah dilepas setelah proses olah tempat kejadian perkara (TKP) selesai dilakukan petugas.

Di sekitar lokasi, aktivitas belajar mengajar sudah kembali berlangsung normal. 

Para siswa tampak mengikuti pelajaran seperti biasa meski lokasi bekas ledakan masih menyisakan jejak kerusakan.

Baca juga: Harga Emas di Padang Turun Signifikan, Warga Ramai Jual Perhiasan untuk Biaya Sekolah

Salah seorang teman sekelas terduga pelaku, Randra Putra Pratama, mengatakan tidak ada seorang pun siswa yang mengetahui bom rakitan itu telah dibawa ke sekolah.

"Kami saat itu tidak menyangka dia membawa bom itu," kata Randra kepada TribunPadang.com, Rabu (15/7/2026).

Ia mengungkapkan, saat kejadian terduga pelaku datang terlambat ke sekolah.

Awalnya, ia hanya mengenakan seragam tanpa membawa tas.

"Saat itu dia datang terlambat. Tapi saat datang dia tidak membawa tas, hanya memakai seragam sekolah. Setelah guru keluar kelas, dia keluar lagi untuk mengambil tasnya," ujarnya.

Baca juga: 18 Hunsela untuk Korban Bencana Batu Busuk Diresmikan, Wali Kota Padang Pastikan Huntap Dibangun

Menurut Randra, bom rakitan tersebut diduga akan diledakkan di dekat tempat duduk seorang siswa berinisial M yang disebut menjadi target akibat dugaan perundungan.

"Pas ledakan itu, M tidak ada di kelas karena sedang berada di luar. Lokasi ledakan itu memang dekat tempat M biasa duduk," katanya.

Meski sempat dikejutkan insiden tersebut, Randra menyebut dirinya bersama teman-teman sekelas tidak merasa takut berlebihan.

"Kami tidak takut terkait insiden itu. Tapi kami kasihan dengan kondisi mental R saat ini," ucapnya.

Sementara itu, Kepala MAN 3 Kota Padang, Marliza, memastikan aktivitas sekolah kembali berjalan normal pada Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Investasi Kota Padang Tembus Rp 4,6 Triliun, Sektor Wisata dan Kuliner Jadi Magnet Investor

Pihak sekolah mengawali kegiatan dengan apel pagi, senam bersama, serta memberikan edukasi dan pendampingan kepada para siswa agar tidak mengalami trauma pascakejadian.

Beruntung, ledakan tersebut tidak menimbulkan korban jiwa. Polisi juga mengamankan tiga bom rakitan lain yang belum sempat diledakkan beserta sejumlah barang bukti. Hingga kini, penyelidikan terhadap kasus tersebut masih terus berlangsung. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.