Tingkatkan Ekonomi Nelayan Sekotong LSPR Institute Berikan Pelatihan Inovasi Abon Ikan
Laelatunniam July 15, 2026 03:06 PM

Laporan Wartawan TribunLombok.com, Ahmad Wawan Sugandika

TRIBUNLOMBOK.COM, LOMBOK BARAT - Desa Persiapan Blongas di Kecamatan Sekotong, Lombok Barat, kini tengah bersiap memperkuat identitas ekonominya.

Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diselenggarakan oleh Fakultas Bisnis LSPR Institute of Communication and Business, warga setempat dibekali keterampilan mengolah hasil laut menjadi produk bernilai tambah berupa abon ikan.

Kegiatan ini bertujuan untuk menyulap potensi ikan tongkol dan cakalang yang melimpah menjadi produk olahan yang tahan lama dan bernilai jual tinggi.

Yesi Pandu Pratama Wibowo, Ketua Tim Pengabdian, menjelaskan asal muasal program ini dicanangkan.

Selama ini, hasil tangkapan nelayan lebih banyak dijual dalam bentuk ikan segar yang harganya sangat bergantung pada musim dan fluktuasi pasar.

Oleh karenanya, pihak dari Fakultas Bisnis LSPR Institute of Communication and Business berencana untuk meng-upgrade usaha yang awalnya nelayan menjual abon ikan secara langsung dari masyarakat ke masyarakat sekitar menjadi barang siap pasang dalam bentuk kemasan sesuai standar hingga bisa bersaing di tingkat pasar yang lebih luas.

“Kami berharap masyarakat tidak hanya mampu membuat abon ikan, tetapi juga memahami bagaimana mengelola usaha, menentukan harga jual, serta mengemas produk sesuai standar,” ucap Yesi menjawab TribunLombok.com, Rabu (15/7/2026).

Melalui program ini, lanjut dia, pihaknya ingin mendorong lahirnya produk unggulan berbasis hasil perikanan yang dapat menjadi identitas Desa Persiapan Blongas.

“Sekaligus juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” katanya.

Di tempat yang sama, Lukman Ahmadi, Instruktur Utama dalam program tersebut, menyampaikan bahwa pada program ini lebih ditekankan pentingnya pemahaman warga terhadap aspek profesionalisme usaha.

“Penting bagi peserta untuk menguasai teknik pembuatan abon, standar mutu dan keamanan pangan, hingga perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) agar bisnis bisa berjalan lancar,” paparnya.

Begitupun dari Dr. Dewi Rachmawati, yang merupakan Ketua Tim Pelatihan Media Sosial. Sebagai bagian dari program terpadu, ia menyatakan fokusnya pada aspek promosi.

“Kami juga memberikan pelatihan pembuatan konten media sosial agar masyarakat mampu melakukan promosi digital untuk destinasi pariwisata dan produk lokal mereka secara efektif,” jelasnya.

Selain pelatihan teknis, tim PkM LSPR juga melakukan transfer teknologi dengan menyerahkan paket inovasi alat produksi abon serta Buku Panduan Bisnis Abon Ikan.

Buku tersebut mencakup Standar Operasional Prosedur (SOP), pengendalian mutu, hingga strategi pemasaran sederhana.

Program ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi menjadi langkah awal lahirnya usaha mikro yang kuat di Desa Persiapan Blongas, didukung oleh pengemasan produk yang siap bersaing secara komersial di pasar yang lebih luas.

Kegiatan ini juga terintegrasi dengan pelatihan Bahasa Inggris berbasis aplikasi untuk meningkatkan kompetensi pelayanan wisatawan di masa depan.

Di lain pihak, Sekretaris Desa Persiapan Blongas, Sahmin, mengapresiasi kegiatan pengabdian ini.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi LSPR Institute dengan pemerintah desa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan ekonomi kreatif berbasis hasil perikanan ini,” ujarnya.

Begitupun dengan Nurjalan yang merupakan Ketua Pokdarwis Desa Persiapan Blongas, dia berharap pelatihan ini mampu melahirkan produk unggulan yang dapat menjadi identitas desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa depan.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.