Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung – Harga telur ayam ras di Pasar Rakyat Way Halim, Bandar Lampung, mengalami kenaikan pada hari ini.
Baca juga: Harga Telur di Bandar Lampung Menyesuaikan HET, Pedagang: Naik Rp2.000
Kenaikan tersebut membuat harga jual telur di tingkat pedagang mencapai Rp25.000 per kilogram, sementara harga beli dari pemasok berada di kisaran Rp23.500 per kilogram.
Harga tersebut Rp1.000 di atas HET yang telah ditentukan oleh pemerintah per hari ini, Rabu (15/7/2026) yaitu Rp24.000 per kilogram.
Nanda (29), seorang pedagang telur di Pasar Rakyat Way Halim, mengatakan kenaikan harga baru terjadi hari ini.
Sebelumnya, ia masih mendapatkan stok telur dengan harga sekitar Rp23.000 per kilogram, kemudian naik Rp500 sehingga modal pembelian menjadi Rp23.500 per kilogram.
"Kalau dijual Rp25 ribu per kilogram, untungnya tipis sekali," ujar Nanda saat ditemui di lapaknya, Rabu.
Menurutnya, kenaikan harga mulai berdampak pada penjualan. Meski baru terjadi hari ini, jumlah pembeli terlihat mulai berkurang dibandingkan hari-hari sebelumnya.
"Penjualan turun, baru terasa hari ini," katanya.
Dalam kondisi normal, Nanda mampu menjual sekitar 10 ikat telur per hari. Namun, dengan naiknya harga, ia khawatir daya beli masyarakat akan terus menurun jika harga kembali mengalami kenaikan.
Selain telur, Nanda menyebut harga sejumlah kebutuhan pokok lainnya sebenarnya sudah mengalami kenaikan sejak beberapa waktu lalu. Namun, khusus untuk telur, lonjakan harga baru dirasakan pada hari ini.
Ia berharap harga kebutuhan pokok, terutama telur, segera kembali stabil agar tidak semakin membebani pedagang maupun masyarakat.
"Harapannya semoga jangan naik lagi. Cukup sampai di sini saja supaya pembeli tetap ada dan pedagang juga masih bisa mendapatkan keuntungan," pungkasnya.
(Tribunlampung.co.id/ Bintang Puji Anggraini)