Perkataan Deschamps Jadi Kenyataan, Spanyol Memang Favorit ke Final Piala Dunia 2026
Drajat Sugiri July 15, 2026 03:11 PM

 

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Prancis, Didier Deschamps, barangkali tak benar-benar bersungguh-sungguh ketika mengatakan Spanyol adalah favorit di babak semifinal.

Ia barangkali ingin memberikan tekanan lebih besar kepada La Furia Roja dengan perkataannya itu.

"Spanyol jelas-jelas menjadi favorit di pertandingan ini, tanpa keraguan saya mengatakan itu," kata Didier Deschamps dikutip dari akun X Fabrizio Romano.

"Saya tidak memberikan tekanan tambahan kepada mereka."

"Mereka mencetak banyak gol dan hanya kebobolan sekali. Mereka lah unggulannya," lanjutnya.

Sayangnya perkataan menjelang pertandingan penting itu akhirnya menjadi nyata.

"Setelah di fase grup tampil kurang meyakinkan, tetapi memasuki babak knockout Spanyol mulai bermain lebih meyakinkan," ujar Raka Kisdiyatma, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Baca juga: Babak Terakhir Piala Dunia 2026: Spanyol Menunggu Inggris vs Argentina, Prancis Belum Selesai

Kemenangan Spanyol ini barangkali juga ada andil dari Deschamps lainnya.

Pelatih yang pernah mengantar Prancis juara Piala Dunia 2018 ini mengubah winning team mereka.

Padahal ada sebuah ungkapan di dunia sepak bola yang cukup menjadi pegangan banyak kalangan, yaitu 'jangan pernah mengganti winning team'.

Namun hal itu tak menjadi acuan bagi Deschamps.

Duet Manu Kone dan Adrien Rabiot yang mengantar hingga semifinal justru dipecah di pertandingan paling penting Prancis sejauh ini.

Pelatih Deschamps malah memasang Aurelien Tchouameni dan Adrien Rabiot sebagai jangkar.

Hal tersebut membuat Prancis benar-benar kerepotan untuk bisa mencegah aliran bola dari Spanyol maju hingga ke titik berbahaya.

Pada akhirnya Rabiot mendapatkan kartu kuning sangat cepat, di menit 9, dan langsung digantikan oleh Kone di awal babak kedua.

Deschamps yang kurang percaya diri dengan winning team-nya sendiri pada akhirnya harus membayar mahal dengan itu.

Para gelandang lebih sibuk berusaha merebut bola daripada mencoba membangun sebuah serangan berbahaya.

Gelandang kreatif, Michael Olise, yang biasanya tinggal mendapatkan aliran bola dari sektor tengah justru harus menanggung tugas berat lainnya.

Ia juga harus bergerak lebih dalam lantaran bola tak kunjung sampai ke sepertiga akhir lapangan.

Apalagi dengan Kylian Mbappe yang ditugaskan sebagai juru gedor, juga tak bisa berbuat apa-apa di pertandingan ini.

Ia malah frustasi lantaran tak kunjung mendapatkan peluang yang berujung pada insiden dirinya dengan penjaga gawang Unai Simon.

Mbappe malah menabrak Simon di menit-menit akhir pertandingan ketika sang penjaga gawang mencoba menguasai bola.

Sebaliknya dari sisi pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, ia pantas merayakan kemenangan ini.

Selepas laga, sang pelatih mengaku sangat senang dan bangga dengan apa yang sudah dicapai di pertandingan melawan Prancis.

"Sulit menggambarkan apa yang saya rasakan saat ini. Saya sangat bangga bisa melatih sekelompok pemain profesional seperti ini," ujar de la Fuente, dikutip dari Worldsoccertalk.

"Kami tinggal selangkah lagi, dan kami akan berusaha mengambil langkah terakhir itu," paparnya.

Menjuarai Piala Dunia 2026 tak hanya akan menjadi mimpi bagi Spanyol.

Mereka bisa segera mewujudkannya saat tampil di babak final mendatang dengan berhadapan melawan pemenang antara Argentina dan Inggris.

(Tribunnews.com/Guruh)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.