TRIBUNNEWS.COM - Belakangan ini jagat maya tengah dihebohkan dengan perseteruan antara model Dewi Wulan Sari dan selebgram Lisa Mariana.
Rupanya konflik keduanya kini tak lagi sebatas aksi saling sindir di sosial media.
Usut punya usut, Dewi Wulan telah melaporkan Lisa Mariana atas dugaan penipuan ke Polres Jakarta Timur pada pertengahan tahun 2025 lalu.
Langkah hukum itu ditempuh model yang juga pengusaha skincare ini setelah ia mengalami kerugian mencapai Rp18,9 juta akibat transaksi jual beli baju piyama secara online dan urusan utang-piutang dengan Lisa Mariana.
Kini permasalahan antara dua publik figur Tanah Air ini pun mendapatkan komentar dari seoang Akademisi Ali Arif Setiawan.
Dalam komentarnya, dosen Universitas Surakarta (UNSA) ini mengatakan, seringkali publik figur Tanah Air sengaja mengumbar permasalahan pribadi mereka ke sosial media untuk mendapatkan tingkat keterlihatan alias eksposur di media sosial.
Secara umum eksposur menjadi sinyal awal dalam strategi digital, tetapi bukan jaminan keberhasilan tanpa keterlibatan nyata.
Eksposure sendiri memiliki tujuan untuk membuka jalan agar audiens mengenali keberadaan brand atau topik.
"Kalau menurut saya, banyak sekarang orang menciptakan, atau memblow up konflik pribadi maupun bisnis untuk dapat eksposur media. Terlebih ini potensial dilakukan pada personal yang dikenal khalayak luas, namun bukan murni dari pekerja seni," ucapnya saat dihubungi Tribunnews, Rabu (15/2/2026).
Lebih lanjut pria asal Sragen, Jawa Tengah ini menyoroti tentang panggung popularitas dalam konflik Dewi dan Lisa yang sedang ramai diperbincangkan.
Bahkan dalam komentarnya, Ali Arif Setiawan berpendapat publik seringkali mengesampingkan soal citra buruk yang pernah didapatkan oleh seorang publik figur.
Baca juga: Di Tengah Laporan Dugaan Penipuan Dewi Wulan, Lisa Mariana Singgung Masa Lalu dan Rasa Syukur
"Jadi kasus-kasus seperti ini publik bisa menilai sebagai panggung popularitas, perkara citra buruk belakangan. Toh publik kita juga mudah lupa dengan reputasi seseorang, entah karena saking banyaknya kasus lain yang terjadi atau memang orang tidak peduli lagi dengan citra baik atau buruk," imbuhnya lagi.
Terkait dengan kasus dugaan penipuan yang dilaporkan oleh Dewi Wulan terhadap Lisa Mariana, Ali menilai terdapat unsur wanprestasi.
Wanprestasi sendiri bisa terjadi apabila salah satu pihak dalam perjanjian tidak memenuhi kewajiban yang telah disepakati, sehingga dianggap ingkar janji.
"Terkait dengan kasus penipuan yang terjadi di antara kedua belah pihak ini, termasuk wanprestasi kerjasama bisnis," ungkapnya.
Dikatakan oleh Ali Arif Setiawan, hal tersebut umum terjadi di kalangan publik figur.
Bukan hanya terjadi pada kasus Dewi Wulan dan Lisa Mariana, nama aktris Angela Lee hingga motivator Mario Teguh pun kabarnya pernah terseret dalam kasus serupa.
"Kasus ini pernah terjadi pada beberapa artis maupun publik figur. Pihak yang sedang memulai bisnis harus lebih jeli dalam melakukan kerjasama terutama dengan publik figur yang belum tentu menjamin kelancaran bisnis tersebut."
"Angela Lee maupun Mario Teguh juga pernah disebut sebut terseret kasus serupa," bebernya.
Di akhir komentarnya, Ali Arif Setiawan menyebut popularitas yang dimiliki oleh seseorang tidak selalu menjamin kelancaran kerjasama bisnis.
"Popularitas seseorang tidak menjamin seseorang akan beres dalam kerjasama bisnisnya," pungkasnya.
Kurang lebih satu tahun lamanya laporan dugaan penipuan Lisa Mariana ini bergulir di ranah hukum.
Dewi Wulan selaku pelapor pun sempat mengeluhkan soal hal itu.
Namun kini, model yang juga pendiri Dneeds.beauty ini merasa lega lantaran laporannya terkait dengan kasus dugaan penipuan Lisa Mariana ini sudah naik sidik.
"Walaupun kalian ditipu berapa pun, kalian juga bisa berhak melaporkan ketika orang itu menjengkelkan, gitu ya."
"Ini udah lama banget toh, tapi nggak ada tindakan lanjutan. Alhamdulillah sekarang prosesnya sudah naik sidik," kata Dewi Wulan dikutip Rabu.
Lebih lanjut Dewi mengungkap, Lisa Mariana telah mendapatkan surat resmi dari pihak kepolisian.
"Sudah pengembangan, dia juga udah dapet surat," lanjutnya lagi.
Lantaran transaksi jual beli yang dilakukan Dewi dan Lisa itu terjadi melalui Instagram, sang selebgram pun diduga juga melakukan pelanggaran Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik alias UU ITE.
"Nah kan alhamdulillah transaksinya aku di IG, jadinya kena unsur ITE. Jadi kalau misalnya ITE itu harus ada pemanggilan ahli," ungkapnya lagi.
Dalam kesempatan itu, Dewi mengatakan kasus dugaan penipuan yang dilaporkannya ini tak lama lagi akan segera disidangkan.
"Kalian doain aja semoga ya prosesnya cepat. Udah dikit lagi kok, udah dikit lagi menuju ke persidangan ya. Alhamdulillah," tutup Dewi Wulan Sari.
(Tribunnews.com/Gabriella)