SURYA.CO.ID - Surat Al-Waqi'ah telah lama dikenal oleh umat Islam sebagai amalan untuk memperlancar rezeki.
Namun, banyak yang belum mengetahui bahwa ada doa khusus yang sangat dianjurkan untuk dibaca setelah mengkhatamkan surat ini.
Doa ini mengandung permohonan yang mendalam agar kita dijauhkan dari kemiskinan dan tidak bergantung pada makhluk selain Allah SWT.
Teks doa ini dinukil dari kitab Abwãbul Faraj karya ulama besar, Syekh Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki Al-Hasani. Berikut adalah bacaan lengkapnya.
Bagian Pertama: Memohon Martabat dan Kecukupan
اللَّهُمَّ صُنْ وُجُوْهَنَا بِالْيَسَارِ، وَلَا تُوْهِنَّا بِالْإِقْتَارِ ، فَنَسْتَرْزِقَ طَالِبِي رِزْقِكَ وَنَسْتَعْطِفَ شِرَارَ خَلْقِكَ وَنَشْتَغِلَ بِحَمْدِ مَنْ أَعْطَانَا وَنُبْتَلَى بِذَمٍ مَنْ مَنَعَنَا وَأَنْتَ مِنْ وَرَاءِ ذَلِكَ كُلِّهِ أَهْلُ الْعَطَاءِ وَالْمَنْعِ
Allâhumma shun wujûhana bil yasâr walâ tûhinnâ bil iqtâr fanastarziqa thâlibî rizqika wa nasta’thifa syirâra khalqika wa nasytaghila bihamdi man a’thâna wa nubtalâ bi dzammi man mana’anâ wa anta min warâ-i dzâlika ahlul ‘athâ-i wal mani.
Artinya: "Ya Allah, jagalah wajah kami dengan kekayaan, dan jangan lemahkan kami dengan kemiskinan sehingga kami harus mencari rezeki dari para pencari rezeki-Mu, dan minta dikasihani oleh manusia ciptaan-Mu yang berperangai buruk, dan sibuk memuji orang yang memberi kami dan tergoda untuk mengecam yang tidak mau memberi kami. Padahal, Engkau di balik semua itu adalah yang berwenang untuk memberi atau tidak memberi."
Bagian Kedua: Memohon Agar Hanya Bergantung kepada Allah
اللَّهُمَّ كَمَا صُنْتَ وُجُوْهَنَاعَنِ السُّجُودِ إِلَّا لَكَ فَصُنَّا عَن الْحَاجَةِ إِلَّا إِلَيْكَ بِجُوْدِكَ وَكَرَمِكَ وَفَضْلِكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ (۳×)
Allâhumma kamâ shunta wujûhanâ 'anis sujûdi illa laka fa shunnâ ‘anil hâjati illâ ilaika bijûdika wa karamika wa fadhlika ya arḥamar râḥimîn (3x).
Artinya: "Ya Allah, sebagaimana Engkau menjaga wajah kami dari sujud kepada selain-Mu, jagalah pula kami dari keperluan selain kepada-Mu, dengan kedermawanan-Mu, kemurahan-Mu, dan karunia-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara semua penyayang."
Bagian Ketiga: Penutup dan Sholawat
اللَّهُمَّ أَغْنِنَا بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ
Allâhumma aghninâ bi fadl-lika ‘amman siwâka, wa shallallahu ‘alâ sayyidinâ muḥammadin wa ‘alâ âlihi wa shaḥbihi wa sallam.
Artinya: "Ya Allah, cukupkanlah kami dengan karunia-Mu sehingga tidak merasa butuh kepada siapa pun selain-Mu. Semoga Allah melimpahkan rahmat dan keselamatan kepada Baginda Nabi Muhammad beserta keluarganya dan para sahabatnya."
Membaca doa ini setelah Surat Al-Waqi'ah merupakan salah satu ikhtiar batin agar seorang mukmin memiliki izzah (kehormatan diri).
Inti dari doa ini adalah memohon agar Allah mencukupkan rezeki kita sehingga kita tidak perlu menghinakan diri di hadapan manusia hanya demi urusan duniawi.
Syekh Sayyid Muhammad Alawi Al-Maliki menekankan pentingnya keyakinan bahwa Allah adalah satu-satunya sumber pemberi (Al-Atha) dan penahan (Al-Man'u).
Untuk mendapatkan keberkahan maksimal, dapat mengamalkan Surat Al-Waqi'ah dan doa ini setiap hari, terutama setelah shalat Subuh atau shalat Maghrib.