Kesaksian Warga Insiden Tenggelam di Empang Karawang, Dua Tewas dan Satu Selamat
Feryanto Hadi July 15, 2026 07:35 PM

 

WARTAKOTALIVE. COM, KARAWANG---- Nasib naas menimpa tiga orang anak tenggelam saat berenang di empang bekas galian sekitar Perumahan Puri Raya, Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Karawang pada Selasa (14/7/2026).

Akibat insiden tersebut, dua anak dinyatakan meninggal dunia, sementara satu anak lainnya berhasil diselamatkan.

Berdasarkan rekaman video evakuasi yang beredar, warga yang berada di lokasi kejadian langsung berupaya menyelamatkan para korban dari dalam empang.

Setelah berhasil diangkat ke daratan, ketiga anak tersebut sempat diberikan pertolongan pertama sebelum akhirnya dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat.

Identitas korban selamat diketahui berinsial A, bocah perempuan berusia delapan tahun yang kini kondisinya dilaporkan stabil.

Sementara itu, dua korban lainnya, yakni Dirga (7) dan Adit (5), dinyatakan meninggal dunia meski sempat mendapatkan penanganan medis secara intensif di puskesmas setempat.

Menurut keterangan salah seorang warga saksi mata di lokasi, Reni, menyebut saat kejadian mendapatkan kabar ada sejumlah anak tenggelam.

Sejumlah warga langsung menuju ke lokasi untuk menyelamatkan anak tenggelam.

"Ada tiga anak tenggelam, satu anak perempuan ditarik langsung di tebalikin dan ditekan dadanya langsung ada gerak," kata Rani pada Rabu (15/7/2026).

Kemudian, tak lama itu seorang anak menyebut masih yang tenggelam tapi tidak muncul tubuhnya.

Langsung saja warga berenang mencari korban lain. Ditemukan dua orang anak lagi, namun tidak ada respon saat diberikan pertolongan pertama hingga dibawa ke klinik terdekat.

"Yang anak perempuan selamat, yang dua anak laki-laki engga tertolong," kata dia.

Menurutnya, kawasan empang tersebut memang kerap dijadikan tempat bermain dan berenang oleh anak-anak diluar Kawasan Perumahan terutama pada siang hari.

Namun, warga sekitar mengonfirmasi bahwa ketiga korban merupakan warga yang tinggal di lingkungan Perumahan Puri Raya.

“Biasanya yang main atau berenang di lokasi ini itu orang luar perumahan. Tapi kemarin gak disangka ternyata anak-anak perumahan sini .Orang blok depan,” ujarnya .

Hingga saat ini, peristiwa tragis tersebut masih menjadi perhatian warga setempat. Pihak kepolisian juga telah memasang garis polisi (police line) di sekitar lokasi kejadian untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kasi Humas Ipda Cep Wildan menjelaskan, berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan para saksi, diketahui bahwa lima anak sedang bermain di sekitar empang bekas galian.

Tiga di antaranya berenang di dalam kolam, sedangkan dua lainnya berada di darat.

“Setelah menerima informasi dari warga, saksi bersama sejumlah warga lainnya segera menuju lokasi untuk melakukan upaya penyelamatan,"kata Cep Wildan kepada awak media pada Rabu (15/7/2026).

Satu anak perempuan berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. Namun setelah dilakukan pencarian kembali, dua anak laki-laki ditemukan di dasar kolam dan langsung dibawa ke Klinik Shafa Medika untuk mendapatkan penanganan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis, kedua korban dinyatakan meninggal dunia.

Korban anak meninggal diketahui berinisial RDP (7), warga Perum Puri Raya Residence Desa Bengle, Kecamatan Majalaya, serta AES (6), warga Perum Puri Raya Residence Desa Bengle, Kecamatan Majalaya.

Kedua korban sanjutnya dibawa pihak keluarga ke kampung halamannya di Blora, Jawa Tengah untuk dimakamkan. Sementara satu korban lainnya, seorang anak perempuan berinisial ANP (8), berhasil diselamatkan.

“Dari hasil pemeriksaan awal, keluarga korban menerima peristiwa ini sebagai musibah dan takdir sehingga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah,” jelasnya.

Dalam penanganan kejadian tersebut, personel Polsek Majalaya bersama Tim Inafis Polres Karawang, Samapta Polres Karawang, BPBD Kabupaten Karawang, unsur Muspika Kecamatan Majalaya, aparatur Desa Bengle dan Desa Pasirjengkol, serta Babinsa setempat bergerak cepat melakukan evakuasi, mengamankan lokasi, melakukan olah TKP, memintai keterangan para saksi, dan menyusun laporan kepolisian.

Pihak Kepolisian juga mengimbau kepada seluruh orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, khususnya saat bermain di sekitar sungai, kolam, empang, maupun bekas galian yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat, khususnya para orang tua, agar tidak membiarkan anak-anak bermain tanpa pengawasan di lokasi yang memiliki risiko tinggi seperti bekas galian atau kolam yang tidak dilengkapi pengamanan. Pengawasan dari keluarga sangat penting untuk mencegah terulangnya kejadian serupa,” kata Cep Wildan. (MAZ)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.