Cuaca Panas Diprediksi hingga September, Plt Bupati Pekalongan Instruksikan Siaga Karhutla
deni setiawan July 15, 2026 07:56 PM

TRIBUNJATENG.COM, KAJEN - Plt Bupati Pekalongan, Sukirman meminta seluruh wilayah di Kabupaten Pekalongan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) selama musim kemarau.

Instruksi tersebut disampaikan menyusul prediksi BMKG yang menyebut cuaca panas diperkirakan berlangsung hingga September 2026.

Permintaan tersebut disampaikan Sukirman saat mengikuti Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Antisipasi Karhutla serta Kesiapan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak 2026, di Aula Mapolres Pekalongan, Rabu (15/7/2026).

Menurut Sukirman, musim kemarau yang lebih panjang berpotensi memicu kekeringan dan meningkatkan risiko kebakaran di sejumlah kawasan.

Karena itu, seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, hingga masyarakat diminta memperkuat langkah pencegahan sejak dini.

Baca juga: Sukirman Dorong Hidupkan Ruang Publik di Kabupaten Pekalongan Melalui Nobar Piala Dunia

• 500 Buruh Tani Tembakau di Kabupaten Pekalongan Terima BLT DBHCHT Rp600 Ribu

"Ini momentum yang sangat penting di tengah prediksi BMKG tentang cuaca panas yang kemungkinan berlangsung hingga September."

"Selain menjaga kesehatan, lingkungan, keluarga, dan masyarakat, yang tidak kalah penting adalah memperkuat mitigasi bencana, khususnya antisipasi kebakaran," ujarnya.

Dia mengatakan, BPBD Kabupaten Pekalongan telah mulai melakukan pemetaan terhadap wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan maupun rawan kebakaran.

Hasil pemetaan tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan langkah-langkah mitigasi sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

"Ini harus mulai mitigasi bersama-sama," tegasnya.

Sementara itu, Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf mengatakan, terdapat sejumlah lokasi yang menjadi perhatian dalam upaya pencegahan karhutla.

Sebagai contoh lahan tebu pasca panen, lahan kosong, kawasan hutan Perhutani, hingga pembakaran sampah yang masih sering dilakukan masyarakat.

Menurutnya, kebiasaan membakar lahan atau sampah tanpa pengawasan berpotensi memicu kebakaran yang meluas.

"Selain itu, asap hasil pembakaran juga dapat mengganggu jarak pandang pengguna jalan dan meningkatkan risiko kecelakaan," ujarnya.

• Plt Bupati Pekalongan Siap Jalankan Arahan Gubernur: Soroti MBG Hingga Pajak Kendaraan

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Polres Pekalongan bersama Forkopimcam, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas akan mengintensifkan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan.

"Kami menyiapkan personel Siaga Bhayangkara yang siap diterjunkan, sewaktu-waktu apabila terjadi kebakaran," imbuhnya.

Selain itu, bersama BPBD akan digelar apel kesiapsiagaan guna memastikan personel, peralatan, dan sarana penanggulangan bencana dalam kondisi siap digunakan.

Masyarakat juga diminta memanfaatkan layanan Call Center 110 untuk melaporkan kejadian kebakaran maupun bencana lainnya agar dapat segera ditangani.

Di sisi lain, Komandan Kodim 0710/Pekalongan Letkol Inf Muhammad Nurul Chabibi menegaskan pentingnya memperkuat tim tanggap bencana mulai dari tingkat desa hingga kabupaten.

Menurutnya, sistem pelaporan yang cepat dan koordinasi yang baik menjadi kunci agar kebakaran dapat dikendalikan sebelum meluas.

"Kami juga mendorong setiap desa menyiapkan standar operasional prosedur (SOP) penanganan bencana, termasuk penentuan titik evakuasi dan lokasi relokasi apabila terjadi kebakaran dalam skala besar," tambahnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.