Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina: Prediksi Skor, Head to Head & Susunan Pemain Timnas
Dedy Qurniawan July 15, 2026 08:03 PM

BANGKAPOS.COM - Pertandingan babak semifinal Piala Dunia 2026 akan menyajikan duel sarat gengsi yang mempertemukan Tim Nasional Inggris kontra Argentina demi memperebutkan tiket menuju partai puncak.

Berdasarkan jadwal resmi, siaran langsung pertandingan krusial bertajuk Semifinal Piala Dunia 2026 Inggris vs Argentina ini bakal dihelat di Atlanta Stadium pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.

Para pencinta sepak bola tanah air dapat menyaksikan jalannya laga sengit ini melalui tayangan TVRI, serta layanan live streaming di platform MaxStream dan Folaplay.

Kepastian bentrok antardua kekuatan besar sepak bola dunia ini diperoleh setelah masing-masing tim sukses menumbangkan lawan mereka di fase perempat final.

Inggris sukses menyegel tiket ke babak empat besar setelah menundukkan Norwegia dengan skor tipis 2-1 pada laga perempat final yang berlangsung Minggu (12/7/2026) pagi WIB.

Sementara itu, langkah mantap juga ditunjukkan Argentina yang melaju ke semifinal seusai menghempaskan Swiss lewat kemenangan meyakinkan 3-1.

Meskipun selalu konsisten mencetak gol pada pertandingan-pertandingan sebelumnya, kapten sekaligus megabintang Argentina, Lionel Messi, gagal mencatatkan namanya di papan skor saat bersua Swiss.

Kendati demikian, legenda Timnas Inggris, Wayne Rooney, menegaskan bahwa sosok pemain berjuluk La Pulga tersebut akan tetap menjadi ancaman yang sangat berbahaya bagi skuad The Three Lions.

Rooney menilai bahwa meskipun Messi kurang berkontribusi dalam membantu lini pertahanan, ia memiliki kemampuan luar biasa untuk menentukan jalannya laga lewat kualitasnya di momen-momen krusial.

Mantan penyerang Manchester United itu juga melihat adanya kemiripan karakteristik antara Messi dengan gelandang andalan Inggris saat ini, Jude Bellingham.

“Ia bisa menjadi kelemahan bagi pertahanan Argentina. Ia tak berlari mundur, tetapi memiliki momen-momen besar, sedikit mirip dengan Jude Bellingham,” ucap eks pemain yang sudah mencetak 53 gol untuk Inggris itu, dikutip dari BBC sebagaimana dilansir kompas.com.

“Yang penting tentang Messi adalah pengambilan keputusannya. Ia menjadi lebih baik pada momen-momen penting dalam pertandingan, dan ia kerap membuat keputusan yang tepat,” tambahnya.

Rooney pun membagikan pandangannya mengenai strategi yang wajib diterapkan oleh barisan pertahanan Inggris apabila ingin meredam pergerakan penyerang berusia 39 tahun tersebut.

“Menjaga Lionel Messi adalah tentang konsentrasi dan komunikasi,” ujar sosok legendaris Setan Merah tersebut.

“Berkomunikasi dengan rekan satu tim tentang posisi yang mungkin biasanya tidak Anda perhatikan,” sambungnya.

Head to Head

Sejarah mencatat pertemuan kedua negara di ajang Piala Dunia selalu berlangsung dengan tensi tinggi dan sarat akan drama historis:

  • 2002: Inggris 1-0 Argentina (Babak Grup)
  • 1998: Argentina 2-2 Inggris (Argentina menang 4-3 lewat Adu Penalti)
  • 1986: Argentina 2-1 Inggris (Perempat Final)
  • 1966: Inggris 1-0 Argentina (Perempat Final)
  • 1962: Inggris 3-1 Argentina (Babak Grup)

Baca juga: Prediksi Juara Piala Dunia 2026: Opta Sebut Spanyol, Simak Persentase Prancis hingga Argentina!

5 Pertandingan Terakhir Inggris

Berikut adalah hasil dari lima laga terakhir yang dijalani oleh skuad The Three Lions:

  • 12 Juli 2026: Inggris 2-1 Norwegia (Piala Dunia)
  • 6 Juli 2026: Inggris 3-2 Meksiko (Piala Dunia)
  • 1 Juli 2026: Inggris 2-1 D.R. Kongo (Piala Dunia)
  • 28 Juni 2026: Inggris 2-0 Panama (Piala Dunia)
  • 24 Juni 2026: Inggris 0-0 Ghana (Piala Dunia)

5 Pertandingan Terakhir Argentina

Berikut adalah hasil dari lima laga terakhir yang dijalani oleh skuad Tim Tango:

  • 12 Juli 2026: Argentina 3-1 Swiss (Piala Dunia)
  • 7 Juli 2026: Argentina 3-2 Mesir (Piala Dunia)
  • 4 Juli 2026: Argentina 3-2 Tanjung Verde (Piala Dunia)
  • 28 Juni 2026: Argentina 3-1 Yordania (Piala Dunia)
  • 23 Juni 2026: Argentina 2-0 Austria (Piala Dunia)

Kondisi Pemain

Mengenai kondisi terkini pemain, masalah di posisi bek kanan Inggris terus berlanjut karena Jarell Quansah masih menjalani skorsing sementara Reece James yang rentan cedera mungkin tidak akan diturunkan sejak awal.

Jadi, Djed Spence akan kembali ke susunan pemain atau Ezri Konsa bisa terus mengisi posisi tersebut, dengan John Stones berpasangan dengan Marc Guehi di posisi tengah.

Cedera pergelangan tangan Jordan Henderson di Mexico City membutuhkan operasi dan kemungkinan akan membuatnya absen, tetapi Tuchel berharap Declan Rice dapat pulih dari penyakit yang jelas-jelas memengaruhinya saat melawan Norwegia.

Di lini depan, Harry Kane siap meraih penampilan ke-121-nya, melampaui Wayne Rooney sebagai pemain non-kiper Inggris dengan penampilan terbanyak - kiper Peter Shilton memegang rekor keseluruhan dengan 125 penampilan.

Bellingham, pemain andalan Three Lions di turnamen ini, telah mencetak dua gol dalam dua pertandingan berturut-turut, menyamai rekor kaptennya dengan Constitutional enam gol sejauh ini.

Keduanya bersaing memperebutkan Sepatu Emas yang epik, yang dipimpin bersama oleh Messi (delapan), yang juga dua kali gagal mengeksekusi penalti.

Dengan assist-nya melawan Swiss, pemain andalan Argentina ini kini telah mencapai angka dua digit untuk kontribusi gol di dua Piala Dunia terakhir.

Julian Alvarez atau Lautaro Martinez - keduanya mencetak gol di babak perpanjangan waktu akhir pekan lalu - akan berduet dengan Messi, sehingga Scaloni harus membuat keputusan yang sulit.

Meskipun Thiago Almada tampil mengesankan setelah masuk dari bangku cadangan, Leandro Paredes menawarkan perlindungan defensif yang lebih baik di lini tengah sehingga kemungkinan besar susunan pemain akan tetap sama.

Prediksi Susunan Pemain

Inggris (4-2-3-1): Pickford; James, Konsa, Guehi, O'Reilly; Anderson, Rice; Saka, Bellingham, Gordon; Kane

Argentina (4-4-2): Emi Martinez; Molina, Romero, Lisandro Martinez, Tagliafico; De Paul, Paredes, Mac Allister, Fernandez; Messi, Alvarez

Prediksi Skor

Berkaca pada performa impresif dan tren kemenangan yang ditunjukkan oleh kedua tim sepanjang turnamen ini, laga diprediksi akan berjalan sangat ketat dan berimbang sejak menit awal.

Kami memprediksi skor akhir Argentina vs Inggris di semifinal Piala Dunia 2026 ini adalah 1-1 di waktu normal hingga babak tambahan, sehingga pemenang harus ditentukan melalui babak adu penalti dengan persentase kemenangan fifty-fifty (50:50) bagi kedua negara.

Sementara itu, situs Sportsmole memprediksi hasil akhir adalah Argentina 2 vs 1 Inggris.

Berikut prediksi skor lainnya:

  • Predictz : Inggris 1-1 Argentina
  • FOOTBALL5STAR : INGGRIS 1-3 ARGENTINA

Sejarah Pertemuan Inggris vs Argentina Pada 1998 &  2002

Mantan bintang Manchester United, David Beckham, sempat menjadi sasaran amarah publik Inggris akibat tindakan emosionalnya pada gelaran Piala Dunia 1998.

Namun, waktu empat tahun rupanya cukup bagi sang gelandang untuk membalikkan narasi negatif dan keluar sebagai pahlawan saat bersua rival lawas mereka, Argentina.

Beckham sebelumnya memikul status sebagai biang keladi kegagalan Tiga Singa setelah disingkirkan oleh Argentina di fase 16 besar Piala Dunia 1998.

Pemicunya adalah kartu merah yang diterima pemain bernomor punggung 7 itu pada menit ke-47 setelah kedapatan menendang Diego Simeone.

Padahal, papan skor saat itu tengah menunjukkan angka sama kuat 2-2.

Kehilangan satu pilar penting memaksa armada Tiga Singa merapatkan barisan dan bermain lebih defensif.

Skor imbang 2-2 tersebut tidak berubah sedikit pun hingga waktu normal berakhir.

Pertandingan sengit itu pun terpaksa berlanjut ke babak perpanjangan waktu.

Sepanjang dua kali lima belas menit tambahan, kedua kesebelasan tetap mengalami kebuntuan untuk mencetak gol kemenangan.

Inggris memilih menumpuk hampir seluruh pemainnya di area pertahanan demi menahan gempuran lawan.

Akibatnya, penentuan pemenang harus diselesaikan melalui drama adu penalti.

Dalam ujian mental di babak tos-tosan tersebut, Argentina tampil lebih tenang dan mengunci kemenangan dengan skor 4-3.

Pasca-insiden kelam itu, Beckham dihujani berbagai kecaman keras hingga ancaman dari publik yang kecewa.

Dirinya dicap sebagai sosok utama yang menghancurkan mimpi besar tim nasionalnya.

Kendati demikian, mentalitas Beckham tidak lantas hancur akibat tekanan tersebut.

Ia bertekad membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu dirigen lini tengah terbaik yang pernah dilahirkan Inggris.

Pembuktian awal itu ia tunjukkan lewat performa gemilang bersama Setan Merah.

Beckham sukses mengantarkan Manchester United merengkuh gelar treble yang bersejarah pada tahun 1999.

Kerja kerasnya berbuah manis dengan kembali dipanggil memperkuat lini tengah Inggris pada babak kualifikasi Piala Dunia 2002.

Hubungan retak dengan para suporter mulai mencair setelah ia menjadi juru selamat tim di fase kualifikasi.

Eksekusi tendangan bebas indahnya ke gawang Yunani memastikan tiket lolos bagi Inggris menuju putaran final Piala Dunia 2002 di Korea-Jepang.

Berdasarkan hasil undian, Inggris menempati Grup F bersama kekuatan sepak bola lain seperti Swedia, Argentina, dan Nigeria.

Situasi ini menjadi panggung sempurna bagi Beckham untuk menuntaskan misi penebusan dosanya karena takdir kembali mempertemukannya dengan Argentina di fase grup.

Pada matchday pertama, langkah awal Inggris sempat tertahan setelah bermain imbang 1-1 kontra Swedia.

Di pihak lain, Argentina sukses mengamankan poin penuh setelah menjinakkan perlawanan Nigeria dengan skor tipis 1-0.

Kondisi tersebut menuntut Tiga Singa untuk mengamankan poin penuh demi memperpanjang napas mereka di turnamen ini.

Menariknya, ujian krusial yang harus mereka lewati adalah menghadapi sang rival abadi, Argentina.

Juru taktik Argentina kala itu, Marcelo Bielsa, langsung menurunkan komposisi terbaiknya termasuk nama-nama beken seperti Walter Samuel, Javier Zanetti, Juan Sebastian Veron, Diego Simeone, dan Gabriel Batistuta.

Di kubu seberang, Sven-Goran Eriksson juga menurunkan kekuatan penuh dengan mengandalkan Rio Ferdinand, David Beckham, Paul Scholes, hingga penyerang lincah Michael Owen.

Jual beli serangan langsung tersaji dengan sengit sejak peluit pertama ditiup oleh pengadil lapangan.

Kendati demikian, lini pertahanan kedua tim sama-sama tampil disiplin sehingga menyulitkan lahirnya gol pembuka.

Laga babak pertama sempat terganggu akibat cedera yang menimpa Owen Hargreaves pada menit ke-19.

Gelanggang bertahan tersebut terpaksa menyudahi laga lebih cepat dan posisinya digantikan oleh Trevor Sinclair.

Momen sial bagi lini belakang Tim Tanggo akhirnya datang mendekati turun minum.

Mauricio Pochettino yang kini menukari Paris Saint-Germain menjatuhkan Michael Owen di dalam area terlarang.

Tanpa keraguan, wasit legendaris Pierluigi Collina langsung menunjuk titik putih sebagai hukuman atas pelanggaran tersebut.

Ketegangan sempat menyelimuti stadion mengenai siapa yang akan maju mengeksekusi penalti krusial tersebut.

Inggris sebenarnya memiliki beberapa nama penendang andal, termasuk sang kapten sendiri.

Tanpa ragu, Beckham langsung mengambil alih si kulit bundar dan meletakkannya di titik putih.

Sorot matanya menunjukkan ketenangan sekaligus fokus yang sangat mendalam.

Bahkan, tidak ada satu pun penggawa Inggris lain yang berniat menggantikan posisinya sebagai eksekutor.

Sang kapten kemudian melepaskan sepakan keras yang menghujam tepat ke area tengah gawang.

Penjaga gawang Argentina, Pablo Cavallero, mati langkah dan gagal menghalau laju bola kiriman Beckham.

Papan skor pun berubah untuk keunggulan Inggris menjadi 1-0.

Gol pemecah kebuntuan itu langsung disambut gemuruh suka cita dari ribuan pendukung Inggris yang memadati Sapporo Dome.

"Pegang cangkir dan gelasnya kembali ke rumah. Anda dapat menghancurkannya sekarang. Beckham telah mencetak gol untuk Inggris!" kata komentator legendaris, John Motson, saat itu.

Torehan tunggal dari titik putih tersebut menjadi satu-satunya pembeda hingga laga usai.

Tambahan tiga angka ini membuka jalan lebar bagi Inggris untuk melaju ke babak sistem gugur.

Selepas pertandingan berakhir, Beckham tidak dapat menyembunyikan rasa lega yang membuncah di dadanya.

Ia merasa sangat bersyukur bisa melewati masa-masa sulit dan memenangkan kembali hati para pendukung negaranya.

"Saya sudah menunggu lama kemenangan ini. Ini adalah momen yang dinanti dalam waktu yang lama," papar Beckham melansir FIFA.

Pada laga pamungkas grup, Inggris bermain aman dan menyudahi laga dengan skor kacamata 0-0 saat bersua Nigeria.

Sementara itu, langkah Argentina tertahan setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Swedia.

Kombinasi hasil tersebut mengantarkan Inggris melaju ke babak 16 besar dengan status runner-up Grup F.

Adapun posisi puncak grup dikuasai oleh Swedia yang unggul produktivitas gol meski mengoleksi poin sama, yaitu lima angka.

Di sisi lain, Argentina harus mengepak koper lebih awal setelah terdampar di peringkat ketiga klasemen akhir.

Dari tiga laga yang dilakoni, Tim Tanggo hanya sanggup mendulang empat poin dari hasil satu kemenangan, satu kali imbang, dan sekali kalah.

Perjalanan Inggris sendiri pada akhirnya harus terhenti di babak perempat final.

Langkah juara Piala Dunia 1966 itu dihentikan oleh sang calon juara, Brasil, dengan kekalahan tipis 2-1.

Meski begitu, momen keunggulan atas Argentina di fase grup tetap abadi sebagai salah satu laga paling ikonik yang selalu dikenang sepanjang masa.

Kata Pengamat Bola Lokal Bangka Belitung

Jude Bellingham dan Harry Kane dipastikan akan menjadi lawan berat berat bagi Argentina, untuk mempertahankan trofi Piala Dunia, Rabu (15/7/2026).

Jude Bellingham tampil luar biasa, serta menjadi nyawa utama timnas Inggris di Piala Dunia 2026. 

Di bawah asuhan pelatih Thomas Tuchel, pemain Real Madrid bertransformasi menjadi gelandang serang yang sangat mematikan dari lini kedua. 

Enam gol dan satu asisst yang dicetaknya, menjadikan Jude Bellingham gelandang tersubur di Piala Dunia 2026.

Kapten tim sepak bola RSUD Depati Bahrin Lariki, dalam podcast Bangka Pos Selebrasi Lokal mengatakan duetnya bersama Harry Kane akan menjadi ujian berat bagi tim Tanggo.

"Inggris ada Kane yang berbahaya, lalu juga Bellingham. Untuk Bellingham itu pergerakan tanpa bola yang bikin bahaya, dimana ada bola disitu ada dia. Beberapa gol Bellingham, bola rebound dari kiper selalu ada Bellingham," ujar Lariki.

Lariki pun menilai lini belakang Argentina, tidak cukup kuat untuk menahan gempuran lini serang The Tree Lions yang kini telah mengoleksi 13 gol.

"Lisandro Martinez sama Romero itu tidak terlalu kuat, kalau buat nahan Kane dan Bellingham sepertinya tidak mampu," bebernya.

Sedangkan untuk sang mega bintang Lionel Messi, diprediksi akan mampu diredam eksploitasnya oleh para gelandang Inggris. 

Lariki mengatakan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia tersebut, bukan masalah berarti bagi Inggris yang mencari trofi Piala Dunia perdananya.

"Kalau aku melihat Messi, Messi biasa aja. Messi biasa aja, yang luar biasa teman-temannya karena di tim Argentina mereka sangat menghargai Messi. Makanya setiap ada bola ke Messi, makanya Messi sering cetak gol," bebernya.

"Kalau perkiraan saya, kalau centerbacknya masih John Stones, kemungkinan Messi gak bisa berkutik karena John Stones mungkin lebih baik dari bek yang lainnya," tambahnya.

Sementara itu Lariki pun optimis, Inggris akan mampu melewati hadangan Argentina dan melaju bertemu Spanyol di Final Piala Dunia 2026.

"Kalau menurut saya enggak sampai penalti, kemungkinan di akhir Inggris pasti bikin gol untuk skor 1-0," ungkapnya.( FIFA/ Sportsmole/ Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy/ Dedy Qurniawan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.