BANGKAPOS.COM, BANGKA – Sri Hartati berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Bangka Kota 2026 dan menjadi satu-satunya calon perempuan yang sukses meraih kursi kepala desa dalam Pilkades Serentak Kabupaten Bangka Selatan.
Kemenangan tersebut diraih setelah ia unggul dalam rekapitulasi penghitungan suara di seluruh Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Desa Bangka Kota.
Berdasarkan rekapitulasi hasil penghitungan suara, Sri Hartati mendominasi perolehan suara di tiga TPS dan keluar sebagai peraih suara terbanyak.
Dari total Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 2.887 orang, sebanyak 2.228 warga menggunakan hak pilihnya dengan tingkat partisipasi mencapai 77,17 persen. Tercatat sebanyak 2.175 suara sah dan 53 suara tidak sah dalam pelaksanaan Pilkades tersebut.
Sri Hartati memperoleh 1.013 suara atau 46,6 persen dari total suara sah. Sementara itu, Engga memperoleh 524 suara atau 24,1 persen, Syafe'i Embun meraih 352 suara atau 16,2 persen, sedangkan Ari Sanjaya memperoleh 286 suara atau 13,1 persen. Raihan tersebut memastikan Sri Hartati unggul atas tiga pesaingnya sekaligus menjadi kepala desa perempuan terpilih di Bangka Kota.
Usai meraih kemenangan, Sri Hartati mengajak seluruh masyarakat meninggalkan perbedaan pilihan politik dan bersama-sama membangun desa. Bahkan dirinya siap membawa visi besar menjadikan Desa Bangka Kota sebagai desa yang mandiri, sejahtera, berkeadilan, dan benar-benar melayani serta berpihak kepada kepentingan masyarakat
“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kepercayaan warga yang telah mempercayai saya memegang tampuk kepemimpinan desa,” kata dia kepada Bangkapos.com, Rabu (15/7/2026).
Menurut Sri Hartati, kemenangan tersebut bukanlah kemenangan pribadi maupun kelompok tertentu, melainkan kemenangan seluruh masyarakat Desa Bangka Kota. Ia menilai tantangan pembangunan desa ke depan tidak ringan di tengah kondisi ekonomi nasional, keterbatasan fiskal pemerintah, serta berbagai persoalan sosial-ekonomi masyarakat desa. Karena itu, ia menegaskan kepemimpinan yang dijalankannya akan mengedepankan kolaborasi dan tata kelola pemerintahan yang profesional.
Ia juga berkomitmen melanjutkan berbagai capaian pembangunan yang telah dirintis kepala desa terdahulu maupun Penjabat Kepala Desa. Program pembangunan ke depan akan difokuskan pada peningkatan infrastruktur desa, kualitas pelayanan publik, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), pengembangan sektor pertanian dan perikanan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia. Seluruh program tersebut, kata dia, akan dijalankan dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
“Berbagai capaian pembangunan yang telah dirintis oleh kepala desa terdahulu maupun Penjabat Kepala Desa merupakan pondasi yang harus dilanjutkan dan diperkuat,” jelas Sri Hartati.
Seperti diketahui sosok Sri Hartati selama ini begitu dikenal dekat dengan warga dan memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pendidikan maupun pengabdian sosial. Perjalanan hidupnya telah lama diwarnai dengan dedikasi terhadap dunia pendidikan, demokrasi, dan pemberdayaan masyarakat. Lulusan Program Master di FISIPOL UGM ini pernah mengabdikan diri sebagai dosen di IAIN Bangka Belitung dan Universitas Bangka Belitung, serta menjadi tenaga pendidik di SMA Negeri 1 Simpang Rimba.
Jauh sebelum dikenal sebagai calon kepala desa, ia telah aktif mendidik anak-anak desa melalui kegiatan pendidikan informal dan Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPA). Sekaligus memiliki pengalaman sebagai penyelenggara demokrasi di lingkungan Panwaslu Kecamatan Simpang Rimba. Pengalaman yang beragam tersebut telah mempengaruhi spirit dedikasinya untuk melayani masyarakat yang tentunya dengan tetap mengedepankan integritas, keterbukaan, pelayanan, dan keberpihakan kepada masyarakat.
Sri Hartati mengajak seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, perempuan, aparatur desa, kelompok tani, nelayan, pelaku UMKM, hingga seluruh warga untuk bersama-sama menyusun arah pembangunan desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Menurutnya, pembangunan desa tidak dapat diwujudkan hanya oleh pemerintah desa, melainkan membutuhkan semangat gotong royong seluruh masyarakat. Ia meyakini Desa Bangka Kota memiliki modal sosial yang kuat untuk berkembang menjadi desa yang mandiri dan berdaya saing.
“Tidak ada perubahan besar yang lahir dari kerja sendiri. Desa ini akan maju apabila seluruh kekuatan masyarakat bergerak bersama tanpa sekat, tanpa gengsi, dan dengan semangat saling menguatkan,” ucapnya.
Bagi mantan staf pengajar Dosen LB Kampus IAIN, UBB, dan juga Universitas Sriwijaya Palembang ini keputusannya untuk kembali dan mengabdi di kampung halaman menjadi bukti bahwa baginya. Pengabdian di kampung itu merupakan panggilan hati, bukan sekedar ambisi dan pragmatisme politik sesaat
Sri Hartati menegaskan jabatan kepala desa bukanlah simbol prestise ataupun kekuasaan, melainkan amanah besar yang harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. Amanah tersebut akan diwujudkan melalui kerja nyata, pelayanan publik yang semakin baik, serta pengembangan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal. Ia pun kembali mengajak seluruh masyarakat mengakhiri perbedaan politik pasca-Pilkades demi kemajuan Desa Bangka Kota.
“Insya Allah selalu ada jalan kemudahan dari Allah SWT. Mari kita tinggalkan perbedaan pilihan selama Pilkades dan bersama-sama membangun Desa Bangka Kota,” pungkas Sri Hartati. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)