5 Desa di Dompu Krisis Air Bersih Akibat kekeringan Awal Musim Kemarau
Wahyu Widiyantoro July 15, 2026 08:07 PM

TRIBUNLOMBOK.COM – Kekeringan mulai melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB) seiring datangnya musim kemarau di pertengahan tahun 2026. 

Akibatnya, sebanyak 240 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di lima desa mengalami krisis air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Sementara ada lima desa dengan 240 KK yang terdampak kekeringan," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Dompu, Wan Muhtajun, saat dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026) seperti dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Peringatan Kekeringan Meluas ke 9 Provinsi, NTB dan NTT Berstatus Siaga

Kecamatan Woja Paling Banyak Terkena Dampak

Muhtajun merinci, dari total 240 KK yang terdampak, mayoritas berada di Kecamatan Woja, meliputi Desa Baka Jaya sebanyak 40 KK, Desa Nowa 50 KK, dan Kelurahan Kandai II 45 KK.

Sementara itu, di Kecamatan Pajo, kekeringan turut melanda Desa Ranggo dengan 40 KK dan Desa Temba Lae dengan 65 KK atau sebagai wilayah dengan jumlah KK terdampak terbanyak di seluruh Dompu.

Debit Air Tanah Turun dan Distribusi PDAM Macet

Menurut Muhtajun, krisis air bersih ini dipicu menurunnya debit mata air bawah tanah akibat musim kemarau, dan diperparah macetnya distribusi air dari instalasi perpipaan milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

"Untuk wilayah Pajo itu karena menurunnya permukaan air tanah sehingga debitnya berkurang," ungkapnya.

Sektor Pertanian Ikut Terancam

Muhtajun mengingatkan bahwa wilayah terdampak kekeringan masih berisiko bertambah seiring musim kemarau yang baru berjalan. 

Ia menyebut potensi dampak tidak hanya menyasar kebutuhan air bersih rumah tangga, tetapi juga berpeluang merambat ke area pertanian milik warga.

Sebagai langkah penanggulangan sementara, BPBD Dompu telah mendistribusikan air bersih secara sporadis kepada kepala keluarga yang terdampak. 

Hingga saat ini, total 2.500 liter air telah disalurkan ke wilayah-wilayah krisis tersebut.

"Sudah 2.500 liter yang kita distribusikan. Kami juga mengimbau warga untuk mulai mengatur kebutuhan air menghadapi kemarau ini," kata Wan Muhtajun.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.