Pemkab Tana Tidung Kebut Perbaikan Delapan Titik Jalan Rusak, Anggarkan Rp2,3 Miliar
Junisah July 15, 2026 08:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG -Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Tidung mulai melakukan penanganan ruas jalan penghubung Desa Tideng Pale hingga Kecamatan Sesayap melalui dua skema pengerjaan pada tahun 2026.

Selain memperbaiki delapan titik kerusakan parah yang segera dikerjakan, pemerintah daerah juga menyiapkan proyek peningkatan jalan secara multiyears pada tiga segmen utama.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR PKP) Kabupaten Tana Tidung, Rico Ardianto, mengatakan penanganan ruas jalan tersebut dilakukan secara bertahap agar akses utama masyarakat tetap terjaga.

"Jalan dari Desa Tideng Pale sampai Sesayap itu kita ada dua penanganan. Yang pertama sudah berkontrak untuk memperbaiki kerusakan parah di delapan titik dan kita kerjakan tahun ini," ujar Rico kepada TribunKaltara.com, Rabu (15/7/2026).

Baca juga: Jalan Rusak di Krayan Selatan Nunukan, Harga Sembako Naik 30 Persen, Camat Sebut BBM Ikut Langka

Ia menjelaskan, selain penanganan di delapan titik, tahun ini pemerintah juga melelang proyek peningkatan jalan melalui skema multiyears.

Rico Ardianto mengatakan, proyek tersebut mencakup tiga segmen, yakni ruas Desa Tideng Pale-Sebidai, Desa Sebidai-Sebawang dan Desa Sebawang-Seludau.

"Kemudian tahun ini juga kita melakukan pelelangan multiyears untuk pengerjaan jalan dari Desa Tideng Pale ke Sebidai, kemudian Sebidai ke Sebawang dan Sebawang ke Seludau. Ada tiga segmen yang kita lelang secara multiyears dan kita targetkan selesai sebelum masa pemerintahan Bapak Bupati Ibrahim Ali berakhir," katanya.

Menurut Rico Ardianto, kualitas jalan yang dibangun nantinya akan lebih baik dibanding kondisi saat ini.

Bahkan, pada beberapa ruas jalan juga akan dilengkapi median sebagai bagian dari peningkatan infrastruktur.

"Kita akan buat jalan yang dibangun nantinya lebih bagus dari yang sekarang dan akan kita buatkan median jalan juga," jelasnya.

Sementara itu, untuk penanganan jangka pendek, Dinas PUPR PKP memprioritaskan delapan titik kerusakan berat yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Baca juga: Pengendara Keluhkan Jalan Rusak dan Berlubang di Slamet Riyadi Tarakan, Ketua RT Usulkan Perbaikan

Rico Ardianto mengatakan, seluruh titik tersebut akan dibongkar kemudian dibangun menggunakan konstruksi rigid beton agar lebih kuat menahan beban kendaraan.

"Untuk delapan titik ini nanti akan kita bongkar kemudian kita rigid beton. Sedangkan lubang-lubang kecil akan dilakukan cutting lalu diaspal sebagai penanganan sementara," ungkapnya.

Ia menambahkan, kontrak pekerjaan delapan titik tersebut telah berjalan dan pelaksanaan fisik diperkirakan dimulai dalam beberapa hari ke depan.

Pemerintah daerah menargetkan seluruh pekerjaan itu rampung pada tahun ini.

"Untuk pengerjaan delapan titik ini sudah berkontrak dan kemungkinan dalam beberapa hari lagi sudah mulai dikerjakan. Target kita selesai di tahun ini," ujarnya.

Rico menegaskan percepatan perbaikan dilakukan karena ruas jalan tersebut merupakan jalur utama yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kabupaten Tana Tidung.

"Yang penting ini harus cepat kita kerjakan karena jalan ini menjadi akses utama kita di Kabupaten Tana Tidung," tuturnya.

Ia menambahkan, pada proyek multiyears nanti terdapat beberapa ruas yang akan diperlebar, sementara sebagian lainnya tetap mengikuti lebar jalan yang sudah ada.

PENGERJAAN SANITASI - Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Perkim Tana Tidung Rico Ardianto saat ditemui di kantornya Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung Kaltara, Kamis (4/12/2025). Ia jelaskan soal pengerjaan sanitasi berupa pembuatan septic tank dan drainase. (TribunKaltara.com/Rismayanti)
PENGERJAAN SANITASI - Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Perkim Tana Tidung Rico Ardianto saat ditemui di kantornya Jalan Perintis, Tideng Pale, Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung Kaltara, Kamis (4/12/2025). Ia jelaskan soal pengerjaan sanitasi berupa pembuatan septic tank dan drainase. (TribunKaltara.com/Rismayanti) (TribunKaltara.com/Rismayanti)

Menurutnya, konstruksi jalan masih menggunakan spesifikasi Asphalt Concrete-Base (AC-Base) dengan kapasitas beban hingga delapan ton.

"Untuk pengerjaan multiyears nanti ada jalan yang kita perlebar, tapi ada juga yang mengikuti ukuran sekarang. Konstruksinya masih AC-Base dengan kapasitas delapan ton," katanya.

Rico menyebutkan, khusus untuk penanganan delapan titik kerusakan berat, nilai kontrak pekerjaan mencapai sekitar Rp2,3 miliar.

(*)

Penulis : Rismayanti 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.