Biodata Dokter Alex Cristo Loris yang Sempat Hilang Ditemukan Tewas di Semak Samping RSUD Siak
Rusaidah July 15, 2026 08:24 PM

 

POSBELITUNG.CO – Alex Cristo Loris, dokter PPDS yang sempat dikabarkan hilang  ditemukan tewas di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Selasa (14/7/2026).

Penemuan jasad di area semak-semak samping rumah sakit itu mengundang perhatian warga yang memadati lokasi.

Saat ditemukan, Alex Cristo Loris yang dikenal dengan panggilan dokter Alex masih mengenakan pakaian rapi. 

Sebelum ditemukan meninggal dunia, Dokter Alex Cristo Loris sempat dikabarkan menghilang sejak Senin (13/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB.

Suasana duka pecah ketika seorang perempuan yang diduga merupakan anggota keluarga dekat korban datang ke lokasi. 

Baca juga: Harta Kekayaan Jaksa Rugun Saragih Istri Febrie Adriansyah yang di Rumahnya Ada 74 Kg Emas Batangan

Ia tampak histeris di hadapan jasad dokter tersebut.

“Sayang, ayo kita pulang,” ucap perempuan itu sambil menangis, sebelum akhirnya berusaha ditenangkan oleh warga dan petugas yang berada di lokasi.

Hingga kini penyebab kematiannya belum diketahui.

Lantas siapakah Dokter Alex Cristo Loris? Berikut sosoknya yang dihimpun TribunPekanbaru.com.

Biodata dan Sosok Dokter Alex Cristo Loris

Dokter Alex Cristo Loris lahir di Tanah Putih, Maluku, pada 29 Oktober 1985. 

Dokter berusia 40 tahun itu tercatat beralamat di Jalan Air Kabur Kabur Atas, Kampung Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

Alex Cristo Loris adalah dokter PPDS Residen Anestesi yang baru sekitar sepekan menjalani penugasan di RSUD Tengku Rafian Siak.

Korban merupakan warga Jalan Air Kabur Atas, Kelurahan Wailola, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Provinsi Maluku.

Alex Cristo Loris adalah seorang dokter residen PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Universitas Riau. 

PPDS adalah singkatan dari Program Pendidikan Dokter Spesialis. 

PPDS merupakan pendidikan lanjutan yang ditempuh oleh dokter umum untuk memperoleh kompetensi sebagai dokter spesialis, seperti Spesialis Penyakit Dalam (Sp.PD), Bedah (Sp.B), Anak (Sp.A), Obstetri dan Ginekologi (Sp.OG), dan bidang spesialis lainnya

PPDS Anestesiologi dan Terapi Intensif adalah program pendidikan dokter spesialis yang mempersiapkan dokter umum menjadi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (Sp.An-TI). 

Baca juga: Biodata Don Ritto, Adik Kelas Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah yang Ikut Jadi Tersangka Tiga Kasus

Bidang ini tidak hanya berfokus pada pembiusan saat operasi, tetapi juga penanganan pasien kritis, perawatan intensif, dan manajemen nyeri.

Alex menjalani penugasan pendidikan klinik di Universitas Riau dan ditempatkan di RSUD Tengku Rafian Siak sejak awal Juli 2026.

Sempat Hilang Sebelum Ditemukan Tewas 

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan tidak dapat dihubungi sejak Senin (13/7/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Istrinya, dr. YM (31), yang tinggal bersama korban di asrama RSUD Tengku Rafian, sempat berulang kali menghubungi telepon genggam suaminya. 

Namun ponsel tersebut dalam keadaan tidak aktif.

Karena khawatir, ia kemudian mencari suaminya ke sejumlah ruangan di rumah sakit dan menanyakan keberadaannya kepada rekan-rekan sejawat.

20260715 DOKTER ALEX8
DOKTER TEWAS - Alex Cristo Loris, dokter residen anestesi ditemukan meninggal dunia di semak belukar samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampungdalam, Kecamatan Siak, Selasa (14/6/2026). Foto Polres Siak dan TNI mengevakuasi jasad dokter Alex Cristo Loris. (Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra/Istimewa/Dok. Polres Siak)

Namun tidak seorang pun mengetahui keberadaan korban.

Pencarian kemudian dilakukan dengan memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) rumah sakit.

Dari rekaman tersebut, korban terakhir kali terlihat berjalan seorang diri keluar dari area RSUD melalui pintu depan Pos Security II menuju arah luar rumah sakit.

Berdasar petunjuk dari rekaman CCTV, dua petugas keamanan bersama seorang sopir ambulans menyisir area semak belukar di luar pagar rumah sakit pada Selasa sekitar pukul 11.30 WIB.

Saat salah seorang petugas memanjat pagar pembatas untuk melihat ke arah luar, korban ditemukan dalam posisi telentang dan sudah tidak bernyawa.

Jasad berada sekitar lima meter dari pagar rumah sakit atau sekitar 30 meter dari tepi Jalan Raja Kecik.

Di dekat jasad ditemukan tas sandang hitam yang diduga milik korban. 

Polisi kemudian mengamankan sejumlah barang bukti berupa tas berisi:

  • alat medis
  • dompet
  • telepon genggam
  • kartu identitas RSUD Tengku Rafian

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian dokter muda tersebut. 

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

Penyidik belum menyimpulkan penyebab kematian karena masih menunggu hasil autopsi yang akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

Polisi juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, karena seluruh fakta masih didalami melalui penyelidikan dan pemeriksaan forensik.

"Kami telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, dan seluruh fakta masih kami dalami," kata AKP Raja Kosmos.

‘Sayang Ayo Kita Pulang’

Saat jenazah ditemukan pada Selasa (14/7/2026), istri korban, dr. YM (31) tak kuasa menahan kesedihan di lokasi penemuan jenazah.

Istri korban yang juga seorang dokter itu menangis histeris sambil memanggil nama korban dan berulang kali mengucapkan, “Sayang… ayo kita pulang.”

Sejumlah petugas dan warga yang berada di sekitar lokasi berusaha menenangkan keluarga yang terpukul atas peristiwa tersebut.

Keluar RSUD Terekam CCTV

Polisi mengungkap kronologi hilangnya dokter residen anestesi, Alex Cristo Loris, sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Jalan Raja Kecik, Kelurahan Kampungdalam, Kecamatan Siak.

Baca juga: Biodata dan Profesi Rugun Saragih Istri Eks Jampidsus Febrie Ardiansyah Tersangka Korupsi Kini

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos P mengatakan, korban diketahui menghilang sejak Senin (13/7/2026) petang.

Saat itu, Alex yang tinggal di mess RSUD Tengku Rafian keluar dari lingkungan rumah sakit dan terekam kamera pengawas.

“Berdasarkan rekaman CCTV, korban keluar dari rumah sakit pada pukul 18.06 WIB. Sejak malam itu korban sudah dicari karena handphone-nya tidak aktif,” kata AKP Raja Kosmos P, Rabu (15/7/2026).
Pencarian yang dilakukan pihak rumah sakit berlanjut hingga keesokan harinya.

Sekitar pukul 11.30 WIB, Selasa (14/7/2026), seorang petugas keamanan menemukan jasad korban di semak belukar di samping pagar RSUD Tengku Rafian Siak.

Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Bhabinkamtibmas dan diteruskan ke Satreskrim Polres Siak.

Polisi selanjutnya mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil olah TKP, polisi memastikan seluruh barang milik korban masih berada di lokasi.

Di antaranya telepon seluler yang tersimpan di dalam tas, perlengkapan pribadi, headset, serta ampul dan alat suntik.

“Barang-barang milik korban tidak ada yang hilang. Handphone ada di dalam tas, kemudian peralatan pribadi termasuk headset, dan juga ditemukan ampul serta suntikan,” ujar Raja Kosmos.

Polisi juga belum menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi kejadian.

“Secara kasatmata kami tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan,” katanya.

Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah dokter berusia sekitar 31 tahun itu telah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani autopsi.

“Hingga saat ini penyebab kematian masih dalam penyelidikan dan kami masih menunggu hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara,” tutur Raja Kosmos.

Baca juga: Sepak Terjang Benny Tjokrosaputro Terpidana Seumur Hidup yang Kini 90 Apartemennya Dilelang Kejagung

Diketahui, Alex Cristo Loris merupakan dokter yang sedang menjalani pendidikan dokter spesialis (PPDS) anestesi.

Berdasarkan keterangan kepolisian, korban mulai menjalani program residen di RSUD Tengku Rafian Siak sejak awal Juli 2026.

Polisi masih terus mendalami penyebab pasti kematian dokter tersebut sambil menunggu hasil pemeriksaan medis forensik.

Penyebab Kematian Diselidiki

Kasat Reskrim Polres Siak AKP Raja Kosmos mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kematian dokter muda tersebut. 

Polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara, memeriksa sejumlah saksi, mengamankan barang bukti, dan berkoordinasi dengan pihak rumah sakit.

Penyidik belum menyimpulkan penyebab kematian karena masih menunggu hasil autopsi yang akan dilakukan di Rumah Sakit Bhayangkara Pekanbaru.

Polisi juga mengimbau masyarakat tidak berspekulasi maupun menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, karena seluruh fakta masih didalami melalui penyelidikan dan pemeriksaan forensik.

“Benar, kami menerima laporan penemuan seorang dokter PPDS dalam keadaan meninggal dunia di area semak belukar di samping RSUD Tengku Rafian Siak,” katanya.  

Ia menyampaikan, saat ini penyebab kematian belum dapat disimpulkan karena masih menunggu hasil autopsi. 

“Kami telah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, memeriksa saksi-saksi, dan seluruh fakta masih kami dalami,” kata AKP Raja Kosmos.

(Tribun Pekanbaru/Mayonal Putra) (Tribunnews.com/Bangkapos.com/Posbelitung.co)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.