SURYA.CO.ID NGANJUK – Misteri hilangnya seorang pria di Kabupaten Nganjuk berakhir tragis. Warga Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, digegerkan dengan penemuan jasad yang diduga Gatot terkubur di pekarangan samping rumahnya, Rabu (15/7/2026).
Penemuan tersebut mengundang perhatian warga yang sejak beberapa hari terakhir diliputi rasa penasaran atas hilangnya korban.
Kecurigaan perlahan menguat setelah Gatot tak kunjung terlihat beraktivitas, sementara di sekitar rumah muncul sejumlah kejanggalan, mulai dari kabar pertengkaran hingga gundukan tanah yang tampak baru diuruk.
Aroma busuk yang menyengat akhirnya mengantarkan warga pada temuan yang mengejutkan.
Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran, Joko Hari Karyono, mengatakan kabar hilangnya Gatot pertama kali disampaikan oleh pihak keluarga.
Baca juga: Misteri Hilangnya KMN ENTOK dengan 20 Nelayan Lamongan, Posko Terpadu Resmi Dibentuk
"Istrinya bilang kalau sang suami (Gatot) hilang," katanya, Rabu (15/7/2026).
Menurut Joko, keberadaan Gatot sudah tidak diketahui sejak Senin (13/7/2026). Sebelum menghilang, warga sempat mendengar adanya percekcokan dari rumah korban.
Namun karena menganggap persoalan rumah tangga sebagai urusan pribadi, tidak ada warga yang ikut campur.
"Di rumah ini sempat terjadi pertengkaran. Meski begitu karena menganggap urusan keluarga, warga tak mau ikut campur atau melerai," terangnya.
Rencana keluarga untuk melaporkan hilangnya Gatot ke Polsek sempat muncul, tetapi urung dilakukan setelah beredar informasi bahwa korban berada di Jombang, kemudian disebut berpindah ke Malang.
Informasi yang simpang siur itu justru membuat warga semakin curiga.
Baca juga: Bayi Baru Lahir Dikubur Ibu Kandung di Banyuwangi, Polisi Lakukan Autopsi untuk Ungkap Kematian
"Kami curiga. Menurut keyakinan saya, pak Gatot tidak mungkin hilang. Dia normal tidak pikun. Daya ingatnya normal. Hanya saja memang pak Gatot sedang terserang sakit paru-paru," paparnya.
Karena khawatir terjadi sesuatu terhadap Gatot, lima warga akhirnya mendatangi rumah korban untuk memastikan kondisinya.
Setibanya di lokasi, mereka ditemui adik ipar Gatot yang sedang menginap di rumah tersebut. Setelah meminta izin, warga kemudian masuk dan melakukan pencarian di berbagai sudut rumah.
"Keluarga ini dikenal tertutup. Jarang berinteraksi dengan warga," urainya.
Pencarian kemudian berlanjut ke pekarangan samping rumah. Di lokasi itu, warga menemukan gundukan tanah yang terlihat baru diuruk. Di atasnya terdapat genting yang ditata rapi serta batang pohon pisang.
Saat didekati, warga mencium aroma busuk yang semakin menyengat. Selain itu, mereka juga menemukan bercak darah di dekat kamar mandi.
"Warga tak membongkar gundukan itu. Di samping itu, warga juga melihat ada bercak darah di dekat kamar mandi. Kami langsung bergegas menghubungi Polsek Ngronggot. Yang saya pikirkan terjadi sesuatu," ujarnya.
Petugas kepolisian yang datang ke lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad yang diduga Gatot dari dalam gundukan tanah.
Jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut. Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan guna mengungkap penyebab kematian korban dan rangkaian peristiwa yang terjadi