Laporan : Kiki Andriana
TRIBUNPRIANGAN.COM - SUMEDANG - Para petani di empat kecamatan penghasil tembakau di Kabupaten Sumedang bersuka ria. Mimpi mereka selama bertahun-tahun punya akses jalan bagus telah terwujud.
Jalan usaha tani (JUT) yang kini mulus tak hanya memudahkan aktivitas harian, tetapi juga menghadirkan harapan baru mempermudah mobilitas, dan mempercepat distribusi hasil pertanian.
Jalan usaha tani tersebut dibangun Pemerintah Kabupaten Sumedang melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP). Dana ini bersumbr dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2026.
Berdasarkan informasi yang dihimpun Tribun Jabar.id, empat titik jalan usaha tani tersebut dibangun di wilayah penghasil tembakau, yakni Desa Cijambu, Kecamatan Tanjungsari, Desa Jayamekar, Kecamatan Cibugel, Desa Cimanintin, Kecamatan Jatinunggal, dan Desa/Kecamatan Wado.
"Total ada empat titik JUT yang dibangun tahun 2026, biayanya dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) , " kata Dadi Runadi, Kepala UPTD Agrobisnis Tembakau Sumedang kepada Tribun Jabar.id, Rabu (15/7/2026).
Dadi menyebutkan, pembangunan jalan usaha tani di empat kecamatan tersebut menjadi angin segar bagi para petani. Jalan setapak yang semula dilalui sepeda motor pun sulit, kini bisa dilalui mobil.
Menurut Dadi, pembangunan JUT ini untuk memudahkan mobilitas para petani mengangkut alat pertanian, pupuk, dan juga hasil pertaniannya.
"Jalan ini memudahkan petani untuk mengangkut hasil panen mapun saat membawa pupuk,” katanya.
Ia berujar, pembangunan JUT ini manfaatnya besar, yakni untuk meningkatkan produktifitas pertanian.
" Manfaatnya bukan hanya untuk petani tembakau saja, tapi juga untuk seluruh petani. Kalau jalan usaha taninya bagus, mengangkut hasil panen juga akan cepat," ujarnya.