Rodri Kritik Wasit atas Perlakuan terhadap Lamine Yamal dalam Kemenangan Spanyol atas Prancis di Semifinal Piala Dunia
Dewi Rahayu July 15, 2026 10:36 PM

Gelandang tim nasional Spanyol, Rodri, melontarkan kritik terhadap standar kepemimpinan wasit dalam kemenangan La Roja atas Prancis di semifinal Piala Dunia, dengan menyebut bahwa pemain muda sensasional Lamine Yamal tidak mendapatkan perlindungan yang memadai. Meski berhasil membawa Spanyol ke babak final, bintang Manchester City itu mengekspresikan kekecewaannya atas kerasnya perlakuan yang diterima wonderkid Barcelona tersebut.

Spanyol memastikan langkah ke final Piala Dunia 2026 setelah menang meyakinkan 2-0 atas Prancis, namun sang kapten, Rodri, tidak puas dengan cara Yamal diperlakukan di lapangan. Gelandang tersebut menyoroti kinerja wasit Ivan Barton, dengan menuding bahwa pejabat asal El Salvador itu membiarkan lini belakang Prancis menargetkan pemain berusia 19 tahun tersebut tanpa ada tindakan tegas selama pertandingan di Texas.

Rodri menegaskan bahwa jumlah pelanggaran yang tercatat tidak mencerminkan situasi sebenarnya di lapangan, dan mengklaim bahwa banyak tekel keras terhadap Yamal yang tidak dihukum. “Yang jelas, kami sudah menghadapi situasi jumlah pelanggaran seperti ini selama tiga pertandingan terakhir,” kata Rodri seusai laga. “Saya bisa memahami jika beberapa tidak dianggap sebagai pelanggaran, tapi kita berbicara tentang 10 atau 15 pelanggaran di mana anak itu dijatuhkan, ditekel, dan seharusnya wasit meniup peluit, karena jika tidak, para bek akan terus melakukan hal yang sama. Tingkat pembiaran hari ini sangat jelas terlihat.”

Berdasarkan data pertandingan, Yamal hanya mendapatkan satu pelanggaran selama laga berlangsung. Pelanggaran tunggal itu menghasilkan penalti pada menit ke-22 yang sukses dikonversi oleh Mikel Oyarzabal untuk membuka keunggulan Spanyol. Ironisnya, keputusan itu justru membuat pelatih kepala Prancis, Didier Deschamps, turut mempertanyakan standar kepemimpinan Barton.

Terlepas dari kontroversi wasit, Rodri tetap memuji kontribusi Yamal terhadap kesuksesan tim. Winger muda itu, yang baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke-19 sehari sebelum semifinal, memainkan peran penting dalam strategi Spanyol untuk meredam Kylian Mbappe dan serangan Prancis. Meskipun Yamal baru mencetak satu gol sepanjang turnamen, kerja keras dan kontribusinya di luar penguasaan bola mendapat apresiasi besar dari rekan-rekannya.

Berbicara kepada TVE, Rodri memuji kedewasaan sang pemain muda, dengan mengatakan: “Lamine Yamal bermain luar biasa, terutama saat tidak menguasai bola, dia benar-benar sensasional dan sangat membantu kami.”

Dengan tiket ke partai puncak sudah di tangan, Rodri kini mulai mempersiapkan diri secara mental untuk apa yang ia sebut sebagai momen tertinggi dalam karier profesionalnya. Baik menghadapi Argentina maupun Inggris, sang gelandang menyadari intensitas pertandingan final akan meningkat, sehingga seruannya untuk konsistensi kepemimpinan wasit menjadi semakin penting.

“Saya sangat bahagia, sangat bangga, terutama terhadap tim saya, negara saya, dan apa yang ini wakili bagi kami. Kami harus beristirahat dan memulihkan diri dengan baik karena kami jelas akan menghadapi pertandingan terpenting dalam hidup kami. Istirahat dan laga besar menanti,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.