- Hubungan antara Yaman dan Arab Saudi kembali memasuki fase kritis. Media Militer Yaman merilis sebuah rekaman video peringatan yang sangat spesifik berjudul "Balasan akan segera datang".
Di dalam video tersebut, Yaman secara terbuka mengidentifikasi dan menandai koordinat berbagai infrastruktur sipil, militer, dan ekonomi paling penting di seluruh penjuru Arab Saudi sebagai target potensial.
Langkah berani ini menunjukkan jangkauan teknologi militer Yaman, khususnya kemampuan rudal dan drone mereka yang kini mampu menjangkau wilayah dari ibu kota Saudi, melintasi pantai Laut Merah, hingga ke Provinsi Timur yang menjadi pusat kekayaan minyak negara tersebut.
Beberapa lokasi strategis yang ditampilkan secara jelas dalam rekaman tersebut meliputi:
Sektor Penerbangan: Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Bandara Internasional King Abdulaziz di Jeddah, dan Bandara Internasional King Fahd di Dammam.
Ketiga bandara ini merupakan urat nadi transportasi udara sipil dan komersial terpenting di Arab Saudi.
Sektor Maritim dan Perdagangan: Pelabuhan Jazan dan Pelabuhan Islam Jeddah, yang memegang peranan krusial bagi lalu lintas perdagangan laut internasional di Laut Merah.
Sektor Energi dan Minyak: Pelabuhan Industri King Fahd serta kompleks kilang dan ekspor minyak Ras Tanura, yang merupakan jantung dari seluruh infrastruktur perminyakan global milik Kerajaan Saudi.
Meskipun rekaman tersebut tidak secara eksplisit menyatakan bahwa setiap lokasi yang terdaftar pasti akan diserang, video ini berfungsi sebagai peringatan keras.
Pesan yang ingin disampaikan Yaman sangat jelas:
“Riyadh tidak bisa berharap untuk terus menyerang Yaman sambil berasumsi bahwa infrastruktur ekonomi dan domestik mereka sendiri akan tetap aman tanpa tersentuh,” bunyi pesan Yaman, dikutip Tribunnews dari Al Mayadeen, Rabu (15/7/2026).