TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ratusan pelajar di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendapat pembekalan dan sosialisasi pencegahan radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan melalui media online.
Sosalisasi ini dilakukan oleh jajaran Satuan Tugas (Satgaswil) DIY Densus 88 AT Polri bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY.
Materi sosialisai disampaikan di sela-sela kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pemahaman, serta kemampuan para pelajar dalam mengenali berbagai bentuk penyebaran paham radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan, khususnya yang berkembang melalui media online dan media sosial.
Selain itu, para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai pentingnya berpikir kritis, bijak dalam menggunakan internet, serta mampu menyaring informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh konten yang bersifat provokatif, intoleran, maupun mengarah pada tindakan kekerasan.
Dalam penyampaian materi, personel Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri memberikan edukasi mengenai karakteristik propaganda kelompok radikal di ruang digital, modus rekrutmen melalui media online, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan oleh pelajar, guru, dan orang tua.
“Kegiatan ini menjadi sarana membangun sinergi antara sekolah, keluarga, dan Densus 88 dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan terbebas dari pengaruh paham radikal dan ekstremisme kekerasan,” ujar Ketua Tim Pencegahan, Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri, Rabu (15/7/2026).
Hingga saat ini, kegiatan telah dilaksanakan di 13 sekolah tingkat SMP dan 18 sekolah tingkat SMA/SMK di seluruh wilayah DIY.
Pembekalan dan sosialisasi tersebut telah diikuti dengan total sebanyak 6.395 siswa, 165 guru, dan 155 orangtua murid.
Kegiatan ini masih terus berlangsung selama pelaksanaan MPLS di wilayah DIY. Ke depan, Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri bersama Dinas Pendidikan juga akan melanjutkan pembekalan dan sosialisasi di 17 sekolah lainnya sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan generasi muda terhadap paham radikalisme dan ekstremisme berbasis kekerasan melalui media online.
Melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar memiliki literasi digital yang lebih baik, mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan sekolah maupun masyarakat, serta berperan aktif dalam menjaga persatuan, toleransi, dan nilai-nilai kebangsaan.
Sinergi antara Satgaswil DIY Densus 88 AT Polri, Dinas Pendidikan, pihak sekolah, orang tua, dan seluruh elemen masyarakat diharapkan menjadi fondasi yang kuat dalam membangun generasi muda yang tangguh, berkarakter, dan memiliki daya tahan terhadap berbagai bentuk pengaruh negatif di ruang digital. (hda)