Tim SAR Evakuasi ABK Tanker MT Alejandro yang Mengalami Sesak Napas Parah
suhendri July 16, 2026 12:50 AM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Tim SAR gabungan melakukan evakuasi medis (medevac) terhadap Syahrul Achmad (22), seorang anak buah kapal (ABK) tanker MT Alejandro, Selasa (14/7/2026).

Evakuasi dilakukan setelah Syahrul mengalami nyeri dada sebelah kanan disertai sesak napas parah saat MT Alejandro sedang berada di area on board alur pelayaran Pelabuhan Pangkalbalam, Pangkalpinang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, mengatakan, informasi mengenai kondisi darurat medis tersebut pertama kali diterima Kansar Pangkalpinang dari Hamdan, perwakilan agen kapal MT Alejandro, pada Selasa (14/7/2026) pukul 15.33 WIB.

Mikel menyebutkan, berdasarkan laporan kronologi awal, tanker MT Alejandro bertolak dari Pelabuhan Tanjung Uban, Kepulauan Riau, pada 8 Juli 2026 dan dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Pangkalbalam pada Selasa (14/7/2026) pukul 18.30 WIB.

Namun, akibat kondisi air laut sedang surut, tanker tersebut tertahan dan tidak dapat memasuki alur pelayaran. 

“Di saat bersamaan, salah satu ABK mengalami sesak napas akut sehingga rekan korban segera menghubungi pihak kami untuk meminta bantuan SAR," ujar Mikel, Rabu (15/7/2026).

Usai mendapat laporan, Kansar Pangkalpinang langsung mengerahkan tim rescue (penyelamat) pada pukul 15.51 WIB menuju Pelabuhan Pangkalbalam.

Setibanya di sana, tim penyelamat langsung berkoordinasi dengan unsur gabungan dari Ditpolairud Polda Babel, Balai Karantina Kesehatan (BKK) Pangkalpinang, dan KSOP Pangkalbalam.

Mereka kemudian bergerak bersama menuju MT Alejandro menggunakan KP 3001 Satam milik Ditpolairud Polda Babel.

Meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca berawan serta embusan angin tenggara berkecepatan 13 knots dan tinggi gelombang mencapai 0,7 meter, tim SAR gabungan berhasil merapat di lambung MT Alejandro pada pukul 17.46 WIB.

Tim medis dari BKK Pangkalpinang lantas melakukan pemeriksaan awal terhadap Syahrul guna memastikan kondisinya sebelum dipindahkan.

Proses evakuasi pun berjalan dengan aman dan lancar. Pada pukul 18.14 WIB, Syahrul berhasil dipindahkan ke kapal rescue dan dibawa menuju dermaga Polairud Polda Babel. 

“Tim SAR gabungan tiba di pelabuhan pada pukul 18.51 WIB, di mana mobil ambulans telah bersiap untuk langsung melarikan korban ke Rumah Sakit Bakti Timah Pangkalpinang demi mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” kata Mikel.

“Setelah seluruh proses evakuasi dipastikan selesai dan korban telah ditangani pihak rumah sakit, unsur SAR Gabungan menggelar debriefing pada pukul 19.02 WIB. Operasi SAR medevac ini secara resmi diusulkan untuk ditutup dan seluruh personel serta alut (alat utama) yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing," tuturnya. 

Lebih lanjut, Mikel menyebutkan, keberhasilan operasi penyelamatan yang cepat dan responsif tersebut  didukung oleh sinergi yang solid dari berbagai unsur yang terlibat, antara lain 4 personel rescue Kansar Pangkalpinang, 4 personel Ditpolairud Polda Babel, 4 personel BKK Pangkalpinang, 2 personel KSOP Pangkalbalam, serta 1 orang agen kapal. 

"Operasi ini ditunjang dengan pemanfaatan teknologi komunikasi satelit Starlink untuk memastikan koordinasi tanpa hambatan di laut," katanya. (riz)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.