Inggris Keok dari Argentina, Harry Kane Sentil Taktik Parkir Bus Tuchel
Zulfikar Pamungkas July 16, 2026 08:33 AM

ROBERTO SCHMIDT/AFP
Harry Kane (belakang) menyindir Thomas Tuchel usai Inggris takluk dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.

BOLASPORT.COM – Kapten Timnas Inggris, Harry Kane, menyindir sang pelatih, Thomas Tuchel, yang memainkan taktik parkir bus usai takluk dari Argentina di semifinal Piala Dunia 2026.

Timnas Inggris menelan kekalahan menyakitkan dari Argentina dengan skor 1-2 meski sempat unggul lebih dahulu, Kamis (16/7/2026) WIB.

Pada pertandingan tersebut, The Three Lions lebih dulu membuka skor pada menit ke-55 lewat Anthony Gordon.

Gordon berhasil menjaringkan bola dengan sontekan jarak dekat usai menerima umpan silang dari Morgan Rogers.

Setelah unggul satu gol, Thomas Tuchel malah memilih bermain defensif dengan memasukkan bek tengah seperti Ezri Konsa dan Dan Burn hingga Nico O'Reilly.

Sayangnya keputusan ini berbuah blunder setelah La Albiceleste mencetak dua gol dalam tempo tujuh menit.

Dua gol itu datang dari tembakan Enzo Fernandez di menit ke-85 dan tandukan Lautaro Martinez di menit ke-90+2.

Tak ayal kekalahan itu membuat kapten Timnas Inggris, Harry Kane, mengirim sindiran pedas ke Tuchel.

Kane merasa timnya seharusnya bisa memenangkan pertandingan karena sudah tampil baik sepanjang laga.

Tetapi pelatih asal Jerman itu malah menerapkan taktik bertahan yang menurut Kane seharusnya tak dilakukan di laga penting seperti semifinal Piala Dunia 2026.

"Kami bermain dengan baik di sebagian besar jalannya pertandingan," ujar Kane, dikutip BolaSport.com dari BBC Sport.

"Saat unggul 1-0, kami tampak berusaha sekadar mempertahankan keunggulan, dan di level ini, hal itu saja tidak cukup," lanjutnya.

Sementara itu, Tuchel berdalih bahwa taktik parkir bus dan pergantian pemain yang dipilihnya terjadi karena Argentina tampak mudah dalam melakukan serangan.

Keputusannya memasukkan dua bek tengah saat unggul 1-0 semata-mata karena Tim Tango banyak memenangkan duel-duel udara.

"Mereka memenangi setiap duel udara dan terus-menerus melepaskan umpan silang, jadi kami beralih menggunakan formasi lima bek untuk menutup celah di area tengah," jelas Tuchel.

"Tepat setelah kami mencetak gol, kami membiarkan terlalu banyak umpan silang dan peluang lawan, sehingga kami berupaya melakukan penyesuaian untuk mengatasinya."

"Tentu saja kami ingin mencetak gol kedua, tetapi saya merasa pergantian pemain yang bersifat menyerang tidak akan banyak membantu."

"Kami tetap mempertahankan formasi 4-4-2, tapi kami menjadi pasif, semakin lama semakin pasif," tambahnya.

Eks pelatih Chelsea itu sadar penjelasan yang diberikannya tak akan membuatnya benar di mata orang lain.

"Tentu saja, tanggung jawab ada pada pelatih, dan jika hasilnya tidak bagus, mudah untuk mengatakan bahwa itu adalah sebuah kesalahan," terusnya.

"Saya bisa memahami adanya diskusi-diskusi semacam itu dan ada jutaan 'pelatih' setelah pertandingan yang merasa lebih paham," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.