TRIBUNSTYLE.COM - Antrean panjang kendaraan yang mengular di sejumlah SPBU Kota Medan selama beberapa hari terakhir sempat memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Isu miring mengenai adanya aksi mogok kerja hingga gelombang PHK massal di kalangan sopir truk tangki BBM pun mencuat liar di media sosial.
Merespons situasi tersebut, Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) langsung angkat bicara untuk meluruskan rantai informasi.
Executive General Manager (EGM) Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Sunardi, menegaskan bahwa rumor yang beredar di jagat maya sama sekali tidak benar. Kondisi operasional dipastikan tetap berjalan, dan tidak ada aksi mogok massal yang dilakukan oleh para awak mobil tangki.
"Mungkin berkembang di dunia media sosial, ya, bahwa ada isu-isu mogok sopir dan lain sebagainya. Kami sampaikan kepada masyarakat bahwa kondisinya tidak ada terjadi pemogokan sopir mobil tangki," kata Sunardi kepada wartawan, Rabu (15/7/2026).
Meski begitu, Sunardi tidak menampik bahwa saat ini manajemen tengah melakukan pembenahan internal pada sistem transportasi distribusi. Langkah ini diambil bukan dalam konteks pemangkasan karyawan secara besar-besaran, melainkan bentuk pembinaan bagi sopir yang performanya dinilai kurang optimal serta penyesuaian bagi yang tidak memenuhi kriteria standar perusahaan.
"Tidak dalam konteks PHK massal, ya. Jadi, ada beberapa yang dilakukan pembinaan sopir-sopir mobil tangki yang kurang perform, kemudian ada beberapa yang secara performance-nya tidak memenuhi persyaratan, itu yang kami lakukan penyesuaian," lanjutnya.
Baca juga: Harga BBM Kamis 16 Juli 2026, Pertalite di SPBU Lempuyangan Antre, ASN Jogja Terpaksa Beli Pertamax
Pembenahan internal ini rupanya berdampak pada penurunan intensitas pengiriman (ritase) BBM ke SPBU. Untuk mengatasi celah distribusi tersebut, Pertamina bergerak cepat menerapkan sejumlah strategi darurat demi memulihkan pasokan.
"Makanya itu, kami back-up dengan penambahan mobil tangki spot carter plus dengan mendatangkan awak mobil tangki tambahan dari daerah lain," ucap Sunardi.
Salah satu langkah taktis yang diambil adalah mendatangkan 41 armada bantuan serta awak mobil tangki tambahan dari luar daerah. Tidak hanya itu, Pertamina juga memperbesar kapasitas tonase muatan truk tangki agar volume BBM yang dikirim bisa lebih banyak.
Baca juga: Kendala Distribusi Picu Antrean BBM hingga Dini Hari di Deli Serdang Sumut, Warga Rela Beli Pertamax
Menariknya, akselerasi distribusi ini juga mendapat dukungan penuh dari personel TNI, khususnya dari Satuan Pembekalan dan Angkutan (Bekang). Kehadiran para prajurit yang memiliki keahlian mengemudi kendaraan berat ini diharapkan mampu mempercepat waktu putar truk tangki dari depo menuju SPBU, lalu kembali lagi dengan sigap.
"Untuk melancarkan distribusi mobil tangki, kami juga di-back-up oleh kawan-kawan dari TNI, dari Bekang, yang punya kemampuan nyetir juga. Nah, ini untuk memastikan perputaran mobil tangki supaya cepat balik ke depo," ucapnya.
Lewat berbagai upaya mitigasi ini, Pertamina optimistis pasokan BBM di Kota Medan akan segera kembali normal dalam waktu dekat. Masyarakat pun diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying), karena ketersediaan stok di SPBU terus digenjot hingga pulih total.
(TribunStyle.com/Kompas.com/Eko Agus Herianto)