Sean Carrington, seorang pekerja konstruksi berusia 36 tahun asal Wigan, mungkin adalah penggemar paling percaya diri dari Inggris di ajang Piala Dunia FIFA kali ini.
Yakin sepenuhnya dengan kesuksesan tim asuhan Thomas Tuchel, ia memutuskan untuk menato kulitnya dengan gambar trofi Piala Dunia disertai tulisan: “England World Cup Winner 2026.”
Yang paling menarik? Tato tersebut selesai dibuat bahkan sebelum Inggris berhasil mengalahkan Norwegia di perempat final.
Kisah ini diberitakan pada hari Rabu oleh The Telegraph.
Inspirasi: Ide itu muncul secara spontan ketika Sean sedang berlibur di Tenerife. Saat itu ia menonton kemenangan Inggris 2-1 atas Republik Demokratik Kongo di babak 32 besar, dengan dorongan semangat yang besar dari teman-temannya.
“Rencana B”: Ia mengakui bahwa tindakannya itu sangat impulsif, namun ia masih bisa menertawakannya. “Saya memang impulsif. Kalau kami kalah, saya tinggal menambahkan kata-kata ‘hanya bercanda’ di belakangnya,” ujarnya sambil tertawa.
Biaya dan proses: Tato tersebut menghabiskan biaya sebesar £550 (sekitar Rp3,9 juta). Saat Sean datang ke Holy Trinity Tattoo Studio dan menjelaskan idenya, sang seniman tato langsung memasukkannya ke jadwal tanpa ragu.
Persetujuan dari rumah: Meskipun pacarnya biasanya mencoba membujuknya agar tidak membuat tato tertentu, kali ini ia justru menyetujui. Sean sendiri sudah memiliki sembilan tato lainnya, sebagian besar dibuat untuk menghormati anggota keluarganya.
Kewaspadaan di studio dan di dunia politik
Jamie Taylor, manajer studio tato tersebut, mengungkapkan bahwa ia sempat memperingatkan kliennya: “Saya bilang padanya bahwa tato itu permanen dan tidak bisa hilang dengan air. Awalnya saya ragu, tapi dia bersikeras dan ingin bersenang-senang dengan idenya itu.”
Menariknya, sementara para penggemar sudah berani mengabadikan gelar juara di kulit mereka, pemerintah Inggris justru memilih untuk berhati-hati. Perdana Menteri yang akan lengser, Sir Keir Starmer, menolak memastikan apakah ia akan menetapkan hari libur nasional jika Inggris memenangkan Piala Dunia. Alasannya yang ia sampaikan di Parlemen? Ia takut ‘menyumpahi’ tim hanya beberapa jam sebelum laga semifinal penentuan melawan Argentina.