Kesaksian Warga soal Jasad Terkubur di Nganjuk, Sempat Mendengar Teriakan Minta Tolong
Glery Lazuardi July 16, 2026 11:36 AM

TRIBUNNEWS.COM - Penyelidikan kasus penemuan jasad yang diduga Gatot di Dusun Nanggungan, Desa Kaloran, Kecamatan Ngronggot, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, terus bergulir.

Sejumlah kesaksian warga mengungkap rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum jasad korban ditemukan terkubur di pekarangan samping rumah pada Rabu (15/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Selain adanya pengakuan warga yang mendengar teriakan minta tolong dan suara pertengkaran dari rumah korban, muncul pula kesaksian mengenai kondisi rumah yang sempat terkunci rapat hingga istri korban tidak dapat masuk.

Hingga kini, polisi masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap penyebab kematian korban serta memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Warga Mengaku Mendengar Teriakan Minta Tolong

Salah seorang warga, Mohammad Ali Ridho, mengatakan teriakan minta tolong terdengar dari arah rumah korban pada Senin (13/7/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Warga mendengar ada teriakan meminta tolong," katanya.

Menurut Ridho, saat teriakan tersebut terdengar, rumah hanya dihuni oleh korban, anak perempuan angkatnya, serta kekasih anak tersebut. Sementara istri korban sedang bekerja dan biasanya baru pulang sekitar pukul 18.00 WIB.

"Di rumah sama anaknya. Di dalam juga ada pacar dari anaknya. Anak perempuan itu sekira berusia 20 tahun," ungkapnya.

Ridho juga menyebut keluarga korban dikenal tertutup dan jarang berinteraksi dengan warga sekitar.

"Keluarga Pak Gatot tertutup. Istri sama anaknya tadi pagi masih kelihatan di rumah. Siang tidak ada," terangnya.

Baca juga: 2 Wanita di Medan jadi Tersangka Kematian ASN Nias, Jasad Ditemukan di Apartemen

Warga Juga Mendengar Pertengkaran

Kesaksian serupa disampaikan Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kaloran, Joko Hari Karyono.

Ia mengatakan warga sempat mendengar adanya percekcokan dari dalam rumah korban sebelum Gatot dinyatakan hilang.

"Di rumah ini sempat terjadi pertengkaran. Meski begitu karena menganggap urusan keluarga, warga tak mau ikut campur atau melerai," terangnya.

Namun, menurutnya, warga tidak mengetahui persoalan yang terjadi di dalam keluarga tersebut sehingga tidak ikut campur.

Istri Korban Sempat Tak Bisa Masuk Rumah

Kejanggalan lain diungkap tetangga korban bernama Ita.

Ia mengatakan peristiwa mencurigakan mulai terlihat pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 18.00 WIB saat istri Gatot, yang akrab disapa Mbak Tin, pulang bekerja.

Menurut Ita, seluruh pintu rumah dalam keadaan terkunci dan lampu di dalam rumah padam sehingga istri korban tidak dapat masuk.

"Istrinya terpaksa menumpang tidur di rumah kerabatnya di Desa Kelurahan, Kecamatan Ngronggot," katanya.

Keesokan harinya, Rabu (15/7/2026), anak angkat korban berinisial S disebut mengajak ibunya mencari keberadaan Gatot dengan mengendarai sepeda.

"S mengajak ibunya pergi untuk mencari ayahnya. Diajak berputar-putar sampai ke Malang. Tapi sesampainya di Malang, ibunya malah ditinggal. Ibunya akhirnya pulang sendiri," paparnya.

Beberapa jam setelah itu, jasad yang diduga Gatot ditemukan terkubur di pekarangan samping rumah.

Polisi Masih Dalami Kasus

Setelah menerima laporan, polisi mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad yang diduga merupakan Gatot dari dalam gundukan tanah di pekarangan rumah.

Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Selama proses olah TKP berlangsung, garis polisi dipasang di sekitar lokasi dan warga tampak memadati area kejadian.

Hingga saat ini, kepolisian masih mengumpulkan alat bukti dan memeriksa keterangan para saksi guna mengungkap penyebab kematian korban serta memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut.

Polisi juga belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian maupun pihak yang bertanggung jawab dalam kasus ini.

(TribunJatim/Tribunnews)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.