Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Lampung, Detasemen Khusus (Densus) 88 AT (Anti Teror) datangi SMAN 1 Bandar Lampung untuk memberikan pemahaman tentang wawasan kebangsaan, Kamis (16/7/2026).
Baca Juga: Bos Buah di Lampung Laporkan Mitra MBG ke Polda Lampung, Ngaku Merugi Rp 170 Juta
Katim Pencegahan Satgaswil Lampung Densus 88 AT Polri, IPDA Elang Aryo mengatakan, pihaknya datang ke SMAN 1 Bandar Lampung untuk membentengi generasi muda dari pengaruh paham negatif.
Pihaknya juga terus menggalakkan wawasan kebangsaan kepada para siswa di Lampung.
"Langkah ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan dini terhadap penyebaran paham intoleransi, radikalisme, dan terorisme (IRET) di lingkungan pendidikan," kata IPDA Elang Aryo, Kamis (16/7/2026).
Ditambahkannya, kegiatan tersebut juga bertujuan memperkuat pemahaman siswa mengenai pentingnya menjaga nilai kebangsaan, persatuan, dan keberagaman.
"Sebanyak kurang lebih 600 siswa-siswi peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMAN 1 Bandar Lampung mengikuti kegiatan ini dengan antusias," ujarnya.
Densus menekankan pentingnya peran aktif siswa dan guru dalam melakukan deteksi dini di lingkungan sekolah.
"Saat ini perkembangan paham terorisme tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses tahapan yang sistematis," kata Elang.
Diawali dari munculnya sikap intoleransi, berkembang menjadi paham radikalisme hingga pada tahap akhir mengarah pada tindakan terorisme.
Para pelajar diberikan pemahaman mendalam mengenai definisi ketiga istilah tersebut.
Pihak Densus 88 juga membongkar pola penyebaran paham radikal yang kerap memanfaatkan berbagai pendekatan, mulai dari narasi keagamaan, sosial kemasyarakatan, hingga politik.
Satgaswil Lampung Densus 88 AT Polri juga mengingatkan para siswa untuk bijak dan waspada dalam beraktivitas sehari-hari.
Sebab, ada sejumlah sarana yang kerap dimanfaatkan oleh oknum untuk menyebarkan paham radikal.
"Melalui sosialisasi ini, Densus 88 AT Polri berharap kesadaran siswa dan guru di SMAN 1 Bandar Lampung dapat meningkat tajam," ucapnya.
Warga sekolah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam melakukan deteksi dini guna menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, toleran, dan kondusif bagi masa depan generasi bangsa.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Bandar Lampung, Suharto, mengapresiasi yang tinggi serta ucapan terima kasih kepada Tim Pencegahan Satgaswil Lampung Densus 88 AT Polri yang datang ke sekolah.
Menurutnya pembekalan ini sangat penting bagi para siswa baru dan tenaga pendidik.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pemahaman yang baik kepada seluruh peserta MPLS dan tenaga pendidik," kata Suharto.
Ia menambahkan, bahwa edukasi seperti ini membuat warga sekolah mampu menyikapi berbagai pengaruh negatif yang dapat masuk.
Kemudian baik dari lingkungan sekitar maupun melalui perkembangan teknologi informasi yang masif.
Suharto menegaskan bahwa pemahaman wawasan kebangsaan menjadi salah satu fondasi utama dalam membangun karakter pelajar.
"Ini langkah penting agar siswa memiliki rasa cinta tanah air, menjunjung tinggi toleransi, serta mampu menjaga lingkungan sekolah dari pengaruh paham yang bertentangan dengan nilai persatuan," tukas Suharto.
(Tribunlampung.co.id/Bayu Saputra)