TRIBUNNEWS.COM - Jadwal spesial menanti Lionel Messi di final Piala Dunia 2026. Setelah mengantarkan Argentina menyingkirkan Inggris 2-1 pada semifinal, La Pulga akan menghadapi Spanyol, negara yang menjadi bagian penting dalam perjalanan karier profesionalnya, Kamis (16/7/2026).
Bagi Messi, duel perebutan gelar dunia itu bukan sekadar pertandingan memperebutkan trofi. Final tersebut juga mempertemukannya dengan tim yang dihuni banyak pemain yang dikenalnya, serta negara tempat ia menghabiskan sebagian besar kariernya bersama Barcelona.
"Mereka adalah tim yang sangat saya kenal dengan filosofi sepak bolanya. Saya juga mengenal para pemain mereka, pernah menghadapi mereka, dan terus mengikuti perkembangan mereka," kata Messi dalam wawancara bersama TyC Sports.
"Beberapa dari mereka bermain untuk Barcelona, klub yang saya cintai dan terus saya ikuti. Jadi, ini akan menjadi pertandingan spesial karena ini adalah final Piala Dunia," tambahnya.
Selama lebih dari dua dekade, Spanyol menjadi rumah kedua bagi Messi.
Ia bergabung dengan akademi La Masia pada usia 13 tahun sebelum menjalani hampir seluruh karier profesionalnya bersama Barcelona.
Bersama klub Catalan itu, Messi memenangi puluhan trofi dan menjelma menjadi salah satu pemain terbaik sepanjang sejarah sepak bola.
Di balik ikatan emosionalnya dengan Spanyol, Messi tak menutupi kebahagiaannya karena kembali membawa Argentina ke final Piala Dunia. Bedanya, kali ini laga penentu gelar mempertemukannya dengan negara yang telah menjadi bagian penting dalam perjalanan kariernya.
"Bermain di dua final Piala Dunia berturut-turut itu gila, tim ini luar biasa," kata Messi menyanjung skuad Argentina saat ini, dikutip dari Mundo Albiceleste.
"Jujur saja, sebelum Piala Dunia dimulai, saya percaya pada tim ini dan tahu kami akan berada di antara empat besar."
"Kami telah menjadi tim terbaik di dunia selama empat tahun terakhir, terlepas dari apakah orang menyukainya atau tidak, dan apa pun yang dikatakan orang lain.
"Sekali lagi, kami telah membuktikan bahwa itu bukan kebetulan. Kami mendapatkan semuanya dengan kerja keras," tegasnya.
Menurut Messi, laga melawan Spanyol adalah pertandingan yang cukup seimbang dari sisi kekuatan kedua tim di lini permainan.
"Saya membayangkan pertandingan ini akan sangat seimbang di semua lini," bebernya.
Argentina lolos ke final setelah dua kali bangkit dari ketertinggalan dan dua kali melewati perpanjangan waktu. Menurut Football Enthusiast Bayu Ajianto, kekuatan utama Albiceleste musim ini bukan hanya kualitas individu, melainkan mental juara yang membuat mereka tetap tenang dalam situasi sulit.
"Argentina sudah berkali-kali membuktikan bahwa mereka tidak kehilangan ketenangan saat ditekan. Mereka mampu keluar dari situasi tersulit," kata Bayu Ajianto dalam Podcast Super Taktik Tribunnews.
Menurutnya, mental juara menjadi pembeda utama Argentina dibanding tim-tim lain.
"Kalau Argentina akhirnya mampu mempertahankan gelar, bukan karena mereka selalu bermain paling indah, tetapi karena mereka tim yang paling kompak, paling tangguh secara mental, dan tahu bagaimana memenangkan pertandingan ketika berada dalam situasi tersulit," kata dia.
Sementara Spanyol datang ke final dengan performa yang konsisten. Tim asuhan Luis de la Fuente menjadi pertahanan terbaik turnamen setelah hanya kebobolan satu gol.
Menurut Football Enthusiast Gigih, kekuatan La Roja kini bukan hanya penguasaan bola melalui filosofi tiki-taka, tetapi juga kemampuan bermain lebih vertikal saat menemukan ruang.
"Spanyol, apakah mereka masih mengandalkan tiki-taka? Jawabannya iya, tetapi mereka saat ini juga tidak segan untuk bermain lebih vertikal, lebih direct ke depan ketika ada ruang," kata Gigih, seorang football enthusiast, dalam podcast Super Taktik di episode yang berbeda.
"Hal itu yang berubah dari mereka setelah hancur total di Piala Dunia 2014," sambungnya.
Puncak perkembangan Spanyol akhirnya terlihat saat menghadapi Prancis. La Roja tampil matang, disiplin, dan mampu membungkam tim paling produktif sepanjang turnamen.
Terlepas dari perfoma menjanjikan Spanyol, Messi tak bisa menutup kebahagiaannya untuk membawa Argentina tampil di final Piala Dunia dua kali beruntun.
Ini adalah final ketiganya setelah kegagalan di Brasil pada tahun 2014 atas Jerman.
Pertandingan itu akan berlangsung di New York New Jersey Stadium pada Senin (20/7/2026) pukul 02.00 WIB.
Bagi Messi, final melawan Spanyol bukan sekadar kesempatan mempertahankan gelar dunia. Laga itu juga menjadi pertemuan emosional dengan negara yang membesarkan namanya sebagai pesepak bola dan menjadi panggung terakhir untuk menambah satu lagi bab dalam warisannya bersama Argentina.
(Tribunnews.com/Sina)