Laporan Wartawan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO
TRIBUNBEKASI.COM, JAKARTA- Karier akting Ersya Aurelia tengah naik daun, ia kerap jadi pemeran utama dalam beberapa judul project layar lebar.
Meski dianggap publik kariernya sedang sukses, Ersya mengakui memiliki tekanan besar ketika dirinya didapuk menjadi pemeran utama dalam sebuah project film, salah satunya dijudul 'Ketok Mejik'.
'Sejujurnya pressure banget sih jadi pemeran utama. Apalagi semakin bertambahnya umur," kata Ersya Aurelia kepada Warta Kota.
"Aku ngerasa kayak semakin bertambahnya umur tuh... gimana ya, mungkin karena persaingan, terus juga entah mungkin pressure dari orang-orang yang melihat," tambahnya.
Wanita berusia 26 tahun itu membandingkan perasaannya ketika masih muda, ia masih bisa menghadapi rasa tertekannya, dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi.
Tekanan yang paling berat diakui Ersya Aurelia Siffirin ini adalah ia dianggap bisa membuat sebuah film, mendapatkan banyak penonton.
"Mata orang-orang melihat kayak, 'Oke, lu udah bisa sukses di satu film, tapi apakah film-film berikutnya akan sukses?' Itu tuh yang menurutku pertanyaan besarnya gitu," jelasnya.
"Dan menambahkan pressure juga kepada diriku karena jadinya banyak mata yang melihat ke kita dan kayak apa ya, nge-judge kita," tambahnya.
Dengan kariernya yang sedang berada di puncak, Ersya menjadi lebih Selektif dalam menerima tawaran film. Ia mau dapat project yang bagus agar tekanan jadi pemeran utama semakin berkurang.
Selektifitas wanita kelahiran Tangerang, Banten itu ia lebih melihat genre film tersebut lebih dulu, tim produksi, dan ceritanya.
"Jadi, ya itu semua jadi bahan pertimbanganlah ketika mengambil sebuah proyek," ungkapnya.
Ketika menerima tawaran film 'Ketok Mejik', Ersya Aurelia ingin mewujudkan mimpinya bermain film drama komedi dan keluar dari zona nyamannya, yang kerap menerima tawaran horor.
"Walaupun part aku drama kebanyakan, tapi seru aja gitu main film komedi ketika proses syuting berlangsung," ujar Ersya Aurelia. (Ari).