TRIBUNSUMSEL.COM,PALEMBANG- Perubahan gaya hidup masyarakat yang semakin bergantung pada perangkat elektronik mendorong kebutuhan listrik rumah tangga terus meningkat.
Rumah kini tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal, tetapi juga menjadi ruang bekerja, belajar, menjalankan usaha, hingga menikmati layanan hiburan digital.
Kondisi tersebut membuat kapasitas listrik yang sebelumnya mencukupi, kini belum tentu lagi mampu mengakomodasi beragam aktivitas yang berlangsung secara bersamaan.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) menilai perubahan pola konsumsi energi tersebut perlu diimbangi dengan kapasitas listrik yang sesuai agar masyarakat dapat beraktivitas dengan aman, nyaman, dan tanpa gangguan akibat kelebihan beban instalasi.
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan tren penggunaan peralatan elektronik di rumah terus berkembang dari tahun ke tahun.
Tidak sedikit pelanggan yang kini menggunakan pendingin ruangan, pompa air, kompor induksi, perangkat kerja, hingga berbagai gawai secara bersamaan, sementara kapasitas daya listrik di rumah masih sama seperti beberapa tahun lalu.
“Kebutuhan listrik masyarakat berkembang seiring perubahan pola hidup. Saat ini satu rumah bisa digunakan untuk berbagai aktivitas sekaligus, mulai dari bekerja, belajar, hingga menjalankan usaha. Karena itu, pelanggan perlu memastikan kapasitas daya listriknya tetap relevan dengan kebutuhannya agar aktivitas sehari-hari dapat berlangsung lebih nyaman dan andal,” ujar Diksi.
Sebagai bagian dari upaya memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam menyesuaikan kebutuhan listrik tersebut, PLN menghadirkan program Diskon Tambah Daya 50 Persen melalui promo Semangat Baru Makin Berdaya yang berlangsung pada 14–27 Juli 2026.
Baca juga: PLN Gandeng Kejari Empat Lawang Perkuat Kepastian Hukum, Pastikan Layanan Kelistrikan Makin Andal
Melalui program ini, pelanggan rumah tangga tegangan rendah satu fasa dengan daya awal 450 VA hingga 5.500 VA dapat melakukan tambah daya hingga 7.700 VA dengan biaya penyambungan yang mendapatkan potongan sebesar 50 persen.
Menurut Diksi, program tersebut merupakan bentuk komitmen PLN dalam menghadirkan layanan yang adaptif terhadap kebutuhan pelanggan yang terus berubah.
“Kami ingin masyarakat dapat menyesuaikan kapasitas listriknya dengan lebih mudah ketika kebutuhan di rumah meningkat. Dengan dukungan layanan digital melalui PLN Mobile, seluruh proses pengajuan tambah daya dapat dilakukan secara praktis tanpa harus datang ke kantor PLN,” katanya.
Untuk memperoleh e-voucher promo, pelanggan cukup melakukan minimal satu kali transaksi pembelian token listrik bagi pelanggan prabayar atau pembayaran tagihan listrik bagi pelanggan pascabayar melalui aplikasi PLN Mobile selama periode program berlangsung.
Promo berlaku bagi pelanggan yang telah terdaftar sebelum 1 Juli 2026, tidak memiliki tunggakan rekening listrik maupun kewajiban lainnya, serta memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku.
Setiap akun PLN Mobile dapat memperoleh maksimal empat e-voucher, sedangkan promo hanya dapat digunakan satu kali untuk setiap IDPEL selama periode program.
PLN UID S2JB berharap masyarakat semakin sadar pentingnya menyesuaikan kapasitas listrik seiring bertambahnya kebutuhan energi di rumah.
Dengan kapasitas daya yang memadai dan layanan digital yang semakin mudah diakses, pelanggan dapat menikmati pasokan listrik yang lebih andal untuk mendukung produktivitas maupun kenyamanan seluruh anggota keluarga.
Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com