TRIBUN-TIMUR.COM – Penyerang muda kelahiran Hawaii, Amerika Serikat, Luke Anthony Vickery resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).
Ia sudah mengucapkan sumpah kewarganegaraan di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Sydney, Australia, Kamis (16/7/2026).
Penyumpahan dilakukan Menteri Hukum RI, Supratman Andi Agtas, didampingi Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum Nico Afinta, Wakil Duta Besar RI untuk Australia Lintang Paramitasari Parnohadiningrat, serta Konsul Jenderal RI di Sydney Pendekar Muda Leonard Sondakh.
Supratman Andi Agtas adalah putra Soppeng, Sulawesi Selatan. Lahir 28 September 1969.
Luke menjadi pemain naturalisasi terbaru yang diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia.
Kehadirannya diharapkan menambah daya gedor skuad Garuda dalam menghadapi berbagai agenda internasional, termasuk mewujudkan target lolos ke Piala Dunia 2030.
Proses naturalisasi Luke diawali setelah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) mengusulkannya melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga pada awal 2026.
Selanjutnya, berkas Luke diperiksa Tim Pemeriksa dan Peneliti Pemberian Kewarganegaraan (TP3K), melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga.
Setelah dinyatakan memenuhi syarat, DPR RI memberikan persetujuan pada 17 Juni 2026 sebelum Presiden menetapkannya sebagai WNI.
Luke lahir di Kailua, Honolulu, Hawaii, Amerika Serikat, dan kini berusia 19 tahun.
Ia memiliki garis keturunan Indonesia dari nenek pihak ibu, Hetty Nanda, yang lahir di Medan, Sumatera Utara, pada 3 Desember 1937.
Di level klub, Luke berposisi sebagai penyerang sayap dan saat ini membela Macarthur FC, klub peserta A-League Australia.
Sebelumnya, ia juga pernah memperkuat Western United, salah satu klub peserta kasta tertinggi Liga Australia.
Dalam sambutannya, Supratman Andi Agtas berharap Luke mampu memberikan kontribusi besar bagi Timnas Indonesia.
Ia menilai kehadiran pemain-pemain diaspora menjadi bagian dari upaya memperkuat skuad Garuda agar mampu bersaing di level dunia.
"Saya berharap Luke bisa berjuang bersama pemain Timnas Indonesia lainnya untuk bahu-membahu mewujudkan harapan Bapak Presiden Prabowo Subianto dan seluruh masyarakat Indonesia agar Indonesia tampil di Piala Dunia 2030," kata Supratman sesuai rilis diterima Tribun-timur.com.
Luke mengaku bangga telah resmi menjadi WNI.
Ia berjanji akan memberikan kemampuan terbaiknya untuk Merah Putih.
"Saya bersama tim siap membawa Indonesia tampil di Piala Dunia 2030," ujarnya.
Menambah Kekuatan Timnas Indonesia
Naturalisasi Luke menambah daftar pemain diaspora yang memperkuat Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2026, Luke menjalani proses naturalisasi hampir bersamaan dengan penyerang Mitchell Lee Baker, yang berasal dari Amerika Serikat.
Sebelumnya, PSSI juga menaturalisasi sejumlah pemain keturunan yang kini menjadi tulang punggung Timnas Indonesia.
Mereka antara lain penjaga gawang Emil Audero, kelahiran Italia yang kini membela Como 1907.
Di lini depan terdapat Ole Romeny dari Belanda yang bermain untuk FC Utrecht, Miliano Jonathans dari Belanda yang memperkuat Vitesse Arnhem, serta Mauro Zijlstra asal Belanda yang bermain untuk FC Volendam U-21.
Posisi penjaga gawang juga diperkuat Maarten Paes, kelahiran Belanda yang kini membela FC Dallas di Major League Soccer (MLS), Amerika Serikat.
Sektor pertahanan dihuni sejumlah pemain diaspora, yakni Mees Hilgers (Belanda/FC Twente), Jay Idzes (Belanda/Venezia FC), Calvin Verdonk (Belanda/NEC Nijmegen), Nathan Tjoe-A-On (Belanda/Swansea City), Justin Hubner (Belanda/Wolverhampton Wanderers U-21), Sandy Walsh (Belgia/Yokohama F. Marinos), serta Jordi Amat yang lahir di Spanyol dan kini memperkuat Johor Darul Ta'zim di Malaysia.
Di lini tengah terdapat Thom Haye (Belanda/Almere City FC), Ivar Jenner (Belanda/Jong FC Utrecht), Eliano Reijnders (Belanda/PEC Zwolle), serta Marc Klok, gelandang kelahiran Belanda yang kini membela Persib Bandung.
Sementara itu, lini serang juga diperkuat Rafael Struick, pemain kelahiran Belanda yang kini membela Brisbane Roar di Australia, serta Ragnar Oratmangoen yang berasal dari Belanda dan bermain untuk klub Belgia FCV Dender EH.
Gelombang naturalisasi tersebut menjadi bagian dari strategi PSSI meningkatkan kualitas Timnas Indonesia melalui kombinasi pemain lokal dan diaspora.
Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi para pemain naturalisasi dinilai berperan besar meningkatkan daya saing Timnas Indonesia di level Asia, mendongkrak peringkat FIFA, serta memperbesar peluang Garuda bersaing pada berbagai ajang internasional, termasuk target lolos ke Piala Dunia 2030. (*)