Mendes PDT Jamin Koperasi Desa Merah Putih Tak Geser BUMDes hingga UMKM, Justru Perkuat Kolaborasi
Ardrianto SatrioUtomo July 16, 2026 02:42 PM

- Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT), Yandri Susanto, menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak dibentuk untuk bersaing dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) maupun pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Menurut Yandri, pemerintah justru mendorong kolaborasi antarpelaku ekonomi desa agar seluruh unit usaha yang telah ada dapat saling menguatkan dan berkembang bersama.

Pernyataan tersebut disampaikan Yandri dalam Seminar Nasional KDKMP bertajuk "Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk Mewujudkan Kedaulatan Ekonomi Rakyat" di Gedung Sasana Kriya, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Kamis (16/7/2027).

Dalam kegiatan tersebut, Yandri menjelaskan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih merupakan bagian dari upaya pemerintah mengoptimalkan potensi ekonomi desa.

Ia menyebut program tersebut tidak akan menghapus keberadaan unit usaha desa yang sudah berjalan, seperti BUMDes, UMKM, maupun warung kecil.

Sebaliknya, KDKMP akan diarahkan menjadi wadah yang mempertemukan berbagai kekuatan ekonomi desa agar dapat berjalan secara bersama-sama.

Yandri menegaskan tidak boleh ada pihak yang merasa tersingkir dengan hadirnya Koperasi Desa Merah Putih. Menurutnya, seluruh pelaku ekonomi desa harus saling mendukung untuk memperkuat perekonomian masyarakat.

Lebih lanjut, Yandri menjelaskan penguatan ekonomi desa melalui KDKMP juga berkaitan dengan pemanfaatan dana desa agar lebih produktif.

Ia mengatakan dana desa yang dikelola dengan baik melalui koperasi dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

"Dana desa ini kalau kita kelola dengan baik menjadi Koperasi Desa Merah Putih, di mana hasilnya nanti sekurang-kurangnya 20 persen pendapatan Kopdes itu akan menjadi Pendapatan Asli Desa, dan 80 persen akan kembali ke rakyat di desa," kata Yandri.

Menurut Yandri, KDKMP merupakan salah satu instrumen untuk mengoptimalkan penggunaan dana desa sekaligus mendukung program pembangunan desa yang menjadi bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Ia berharap pengelolaan ekonomi desa yang tepat dapat menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.

"Karena kami di Kementerian Desa tentu ingin sekali program ini benar-benar sukses dan berhasil karena dia menggunakan dana desa," ujar Yandri.

Seminar nasional tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto, serta perwakilan dari 10 asosiasi desa di Indonesia.

Kegiatan itu juga menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara Joao Angelo De Sousa Mota, dan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi Universitas Indonesia (UI) Hamdi Muluk.

Program: Tribunnews Update
Host: Thalia Iza
Editor Video: Ardrianto Satrio 
Uploader: bagus gema praditiya sukirman

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.