TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah polemik mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) terjadi di Tanah Air belakangan ini, mulai dari isu beban kerja yang ekstrem, dugaan perundungan, hingga tekanan mental yang berat.
Pada Januari 2026 lalu, Menteri Kesehatan (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin menyoroti praktik perundungan di PPDS Ilmu Kesehatan Mata, Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, Sumatra Selatan.
Ditemukan praktik pemerasan yang dilakukan mahasiswa senior ke juniornya.
Kini, publik digegerkan dengan penemuan jasad dokter PPDS di luar pagar RSUD Tengku Rafian Siak, Riau, pada Selasa (14/7/2026).
Rumah sakit tersebut dekat dengan pusat kota Siak, namun berjarak sekitar 112 kilometer dari Pekanbaru yang menjadi ibu kota provinsi Riau.
Dokter bernama Alex Cristo Loris dilaporkan hilang sejak Senin (13/7/2026) malam.
Pria asal Kabupaten Seram Bagian Timur, Maluku, ini baru sekitar sepekan menjalani penugasan di RSUD Tengku Rafian Siak.
Istri korban sempat mencari ke berbagai ruangan rumah sakit dan bertanya kepada rekan sejawat, namun tidak ada yang tahu keberadaannya.
Baca juga: Sebelum dr. Alex Cristo Loris Meninggal, Rekan Dokter Telusuri Keberadaannya Lewat Find My iPhone
Melalui rekaman CCTV rumah sakit, korban terakhir kali terlihat berjalan sendirian keluar melalui pintu depan pos security menuju arah luar rumah sakit.
Berbekal rekaman CCTV, petugas keamanan dan sopir ambulans menyisir area luar pagar.
Korban ditemukan telentang dalam kondisi meninggal dunia di semak-semak, sekitar lima meter dari pagar rumah sakit.
Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) menunjukkan seluruh barang milik korban masih berada di lokasi mulai handphone, perlengkapan pribadi, headset, serta ampul dan alat suntik.
Untuk memastikan penyebab kematian, jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara guna menjalani autopsi.
Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Riau, AKBP Rudi Samosir, menerangkan korban merupakan dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Riau.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pada jenazah korban ditemukan luka berbentuk titik disertai pembengkakan pada punggung tangan kiri. Selain itu, tim dokter juga menemukan memar pada bagian kepala yang disebabkan oleh kekerasan benda tumpul," paparnya, Rabu (15/7/2026), dikutip dari TribunPekanbaru.com.
Baca juga: Dokter PPDS Universitas Riau Ditemukan Tewas di Siak: Sedang Stase Luar Kota di RSUD Tengku Rafian
Ditemukan luka pasca kematian pada bagian leher, dada, perut, punggung, serta kedua lengan.
Pada organ-organ dalam, tim forensik menemukan pelebaran pembuluh darah dan pembendungan.
Pihaknya masih menunggu hasil autopsi untuk mengungkap penyebab kematiannya.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, penyebab kematian korban belum dapat ditentukan. Tim masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik sebagai pemeriksaan konfirmasi," katanya.
Diperkirakan korban meninggal sekitar 12 hingga 24 jam sebelum proses pemeriksaan dilakukan.
(Tribunnews.com/Mohay) (TribunPekanbaru.com/Mayonal)