Biak Numfor Luncurkan Samom Mambruk Guna Hapus Birokrasi Kertas
Marius Frisson Yewun July 16, 2026 04:14 PM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Fiona Sihasale

TRIBUN-PAPUA.COM, BIAK NUMFOR – Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Biak Numfor, Provinsi Papua, memperkenalkan inovasi Samom Mambruk sebagai sistem pelayanan digital untuk mempercepat proses administrasi Surat Permintaan Pembayaran (SPP) dan Surat Perintah Membayar (SPM) di lingkungan pemerintah daerah.

Inovasi ini merupakan bagian dari proyek perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan III yang hadir sebagai upaya menjawab berbagai kendala dalam pelayanan administrasi keuangan yang selama ini masih mengandalkan pengiriman dokumen secara manual. 

Kondisi tersebut dinilai membuat proses verifikasi membutuhkan waktu lebih lama dan menyulitkan pemantauan setiap tahapan pelayanan.

Baca juga: Siasat Biak Numfor Pertebal Kantong Fiskal Lewat Optimalisasi Aset dan Lelang

Sekretaris BPKAD Kabupaten Biak Numfor, Yeremias Rumbiak, mengatakan Samom Mambruk bukan aplikasi baru, melainkan sebuah inovasi pelayanan yang memanfaatkan platform Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) untuk mengubah mekanisme kerja dari manual menjadi digital.

"Selama ini dokumen SPP-SPM harus diantar secara fisik ke BPKAD, namun dengan adanya inovasi Samom Mambruk, OPD dapat mengirim dokumen dari kantor masing-masing menggunakan fasilitas yang sudah tersedia di SRIKANDI sehingga proses pelayanan menjadi lebih praktis, cepat, dan dapat dipantau secara langsung," kata Yeremias di Biak, Kamis (16/7/2026)

Menurutnya, pemanfaatan platform yang telah dimiliki pemerintah tersebut sekaligus mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) tanpa harus membangun aplikasi baru.

Baca juga: Pangkas Jarak Medis, TSE Pasok Obat Gratis di Pedalaman Papua Selatan

Yeremias menambahkan, inovasi tersebut juga memberi kemudahan bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk mengetahui posisi dokumen yang sedang diproses, mulai dari tahap pengajuan hingga verifikasi di BPKAD.

"Yang kami bangun bukan aplikasi baru, tetapi sistem pelayanan yang mengoptimalkan template di SRIKANDI. Dengan begitu seluruh proses dapat dimonitor secara real time sehingga lebih mudah mengendalikan waktu penyelesaian dan meminimalkan kesalahan administrasi," ujarnya.

Yeremias menjelaskan, nama Samom Mambruk diambil dari burung mambruk yang merupakan satwa endemik Biak. Kata samom berarti mahkota, yang menggambarkan semangat perubahan dan pembaruan secara berkelanjutan.

Filosofi tersebut kemudian diterapkan dalam transformasi pelayanan keuangan daerah, di mana birokrasi dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi agar pelayanan kepada perangkat daerah semakin efektif, transparan, dan akuntabel.

Baca juga: Jadwal Kapal Pelni KM Bukit Siguntang Terbaru 17-25 Juli 2026, Cek Kapan Tiba di Makassar

Melalui inovasi ini, proses administrasi SPP-SPM diharapkan tidak lagi bergantung pada dokumen kertas, tetapi seluruh tahapan dapat terdokumentasi secara digital sehingga memperkuat pengawasan dan meningkatkan efisiensi kerja.

Selain memudahkan OPD, sistem tersebut diyakini dapat membantu BPKAD dalam melakukan verifikasi dokumen secara lebih tertib serta mempercepat penyelesaian administrasi keuangan yang berdampak pada percepatan pelaksanaan program pembangunan daerah.

Diharapkan Samom Mambruk tidak hanya menjadi proyek perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Administrator Angkatan III, tetapi berkembang menjadi budaya kerja baru yang mendukung tata kelola pemerintahan yang profesional, modern, dan berorientasi pada pelayanan publik di Kabupaten Biak Numfor.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.