Krisis BBM di Aceh Tamiang Berlanjut, DPRK Desak Pertamina Segera Normalkan Distribusi
Muliadi Gani July 16, 2026 04:53 PM

 

PROHABA.CO, ACEH TAMIANG –  Krisis bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Aceh Tamiang masih berlanjut dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Hingga Kamis (16/7/2026), sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih mengalami kekosongan stok, sementara SPBU yang masih memiliki pasokan dipadati antrean kendaraan.

Kondisi tersebut membuat masyarakat harus mengantre berjam-jam demi mendapatkan BBM.

Di beberapa lokasi, stok yang tersedia bahkan habis hanya dalam waktu singkat karena tingginya permintaan.

Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) masih mengalami kekosongan stok, sementara di SPBU lainnya antrean kendaraan mengular sejak pagi akibat terbatasnya pasokan yang tersedia.

Pantauan di lapangan menunjukkan dua kondisi berbeda.

Di SPBU Tanahterban, antrean kendaraan roda dua maupun roda empat masih terlihat panjang karena masyarakat berupaya mendapatkan BBM.

Sementara itu, SPBU Alurbembang justru tampak lengang setelah stok BBM habis terjual.

"Baru saja habis, tadi pagi masih ada, masih panjang kendaraan mengantre," ujar Agus, salah seorang pengendara yang ditemui di SPBU Alurbembang.

Baca juga: Mobil Daihatsu Feroza Terbakar Saat Isi BBM di Kios Pinggir Jalan Nasional Peusangan

Menurut Agus, distribusi BBM ke SPBU sebenarnya masih berjalan.

Namun, volume pasokan yang diterima dinilai jauh dari kebutuhan masyarakat sehingga stok yang datang hanya mampu melayani kendaraan dalam waktu singkat.

"Kalau distribusi memang ada, tapi volumenya masih kurang.

Paling hanya sekitar dua jam melayani antrean, setelah itu kosong lagi," katanya.

Reaksi DPRK

Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat karena kelangkaan BBM telah berlangsung selama beberapa hari dan mulai berdampak terhadap aktivitas ekonomi maupun mobilitas warga.

Menanggapi persoalan itu, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tamiang mengaku telah menyampaikan langsung kondisi krisis BBM kepada PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut dalam pertemuan yang berlangsung di Medan pada 14 Juli 2026.

Anggota DPRK Aceh Tamiang, Muazzin, mengatakan pihaknya mendesak Pertamina agar segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan distribusi BBM di wilayah Aceh Tamiang.

"Kami menyampaikan permohonan kepada Patra Niaga agar kondisi ini segera dinormalisasi dalam beberapa hari ke depan.

BBM merupakan kebutuhan pokok masyarakat.

Jika distribusinya terganggu, maka berbagai sektor lain juga akan ikut terdampak," ujar Muazzin, Kamis (16/7/2026).

Baca juga: 65 Kasus Kecelakaan dalam Dua Bulan, 8 Orang Meninggal Dunia di Jalan Raya Aceh Timur

Dalam pertemuan tersebut, lanjut Muazzin, manajemen Pertamina Patra Niaga menjelaskan bahwa stok BBM di depot wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) dalam kondisi aman.

Menurut Pertamina, kelangkaan yang terjadi bukan disebabkan minimnya pasokan, melainkan terkendala proses distribusi menuju SPBU.

Muazzin menyebutkan, Pertamina menginformasikan bahwa hambatan distribusi terjadi pada PT Elnusa, perusahaan yang bertanggung jawab mengangkut BBM dari depot menuju SPBU.

"Hari ini stok BBM di depot aman.

Permasalahannya berada pada proses pengangkutan oleh PT Elnusa ke SPBU-SPBU," jelasnya.

Selain itu, Pertamina juga mengungkapkan adanya persoalan internal di tubuh PT Elnusa, termasuk kebijakan penyegaran terhadap para pengemudi armada mobil tangki yang berdampak pada kelancaran distribusi BBM.

Meski demikian, DPRK Aceh Tamiang mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan atau panic buying.

Muazzin menegaskan, berdasarkan penjelasan Pertamina, stok BBM di depot masih mencukupi dan distribusi sedang diupayakan kembali normal.

"Jangan panik. Pertamina sudah memastikan stok BBM di depot aman.

Yang sedang dibenahi adalah distribusinya agar pasokan ke SPBU kembali normal," pungkasnya.

(Serambinews.com/Rahmad Wiguna)

Baca juga: RSUDZA Ucapkan Selamat atas Pengukuhan M. Nasir sebagai Ketua Dewan Pengurus KORPRI Aceh

Baca juga: Krisis BBM Aceh Tamiang Belum Teratasi, Harga Pertalite Eceran Tembus Rp25 Ribu

Baca juga: Pertamina Sesuaikan Harga BBM Nonsubsidi Mulai 1 Juni 2026

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.