Laporan Wartawan Tribun Gayo Asnawi Luwi | Aceh Tenggara
TribunGayo.com, KUTACANE - Krisis Bahan Bakar Minyak (BBM) terjadi di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh terutama jenis Pertalite dan B50.
Bahkan, Kamis (16/7/2026) tiga SPBU di Aceh Tenggara terpaksa ditutup alias tidak ada aktivitas apapun, karena bahan bakar kosong.
Ketiga SPBU itu adalah SPBU Lawe Kihing, SPBU Kuning Kecamatan Bambel dan SPBU Kampung Melayu Kecamatan Babussalam dalam Kabupaten Aceh Tenggara.
Sementara SPBU Lawe Desky di Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara masih melakukan kegiatan pengisian BBM.
Namun, terjadi antrean panjang kendati stok BBM Jenis B50 dan Pertalite mengalami kekosongan.
Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Aceh Tenggara, Husaini Amin, mengatakan kelangkaan BBM ini menghambat aktivitas masyarakat, karena harus mengantre berjam-jam.
"Ini bisa membuat semuanya terlambat, jadi bagiamana kita memberikan pelayanan kepada masyarakat sebagai ASN," ucapnya.
Dikatakan, harga BBM jenis Pertalite di kios Rp 13.000 per liter dan Pertamax Rp 20.000 per liter.
Hal lain diutarakan Pedagang Keliling Aceh Tenggara- Sumatera Utara (Sumut), Herman.
Ia mengaku kelangkaan BBM ini membuat aktivitas berjualannya menjadi terhambat karena sulitnya mendapatkan BBM.
Bahkan, ia harus membeli BBM jenis Pertalite di kios pengecer Rp 13.000 per liter.
"Kalau kelangkaan ini semakin lama, maka akan menyulitkan dan berdampak terhadap pedagang keliling," katanya.
Ditambah, Annazri seorang Sopir Mopen Pedesaan Kutacane-Lawe Pakam.
Menurutnya, kelangkaan BBM yang selama ini terjadi membuat aktivitas mereka mencari sewa menjadi terganggu, karena untuk mendapatkan BBM mereka harus mengantre lama hingga berjam-jam.
"Bahkan terkadang apabila terdesak harus beli di kios pengecer dengan harga Rp 9.000 hingga Rp 10.000 per liter," sebutnya.
Pengelola SPBU Lawe Desky Kecamatan Babul Makmur, Aceh Tenggara, Ragam Bancin mengatakan saat ini stok BBM Pertalite dan Biodisel habis terkuras di SPBU.
Hari ini, pasokan BBM untuk SPBU Lawe Desky dalam perjalanan masing-masing 8 ton untuk Jenis B50 dan Pertalite.
Kemungkinan, Kamis (16/7/2026) sekira pukul 22.00 WIB, sudah dapat dilakukan penjualan BBM terhadap kendaraan yang telah mengantre lama di depan SPBU.
Sedangkan Pengelola SPBU Lawe Kihing Kecamatan Bambel, Aceh Tenggara, Muhammad Ali mengatakan, kekosongan BBM jenis Pertalite maupun Biodiesel akibat kuotanya tidak ada penambahan, sementara pembelian meningkat.
Pantauan TribunGayo.com di SPBU Lawe Desky, Kecamatan Babul Makmur sekira pukul 11.30 WIB antrean panjang terjadi menunggu pasokan BBM jenis Pertalite dan Biodisel.
Sedangkan di SPBU Kuning sekira pukul 12.10 WIB tampak tutup dan SPBU Lawe Kihing Kecamatan Bambel sekira pukul 12.20 WIB juga masih terlihat ditutup menggunakan gerbang.
Sementara di lokasi terpisah, Anggota DPRK Aceh Tenggara dari Partai Hanura, Roy Hendra Purnomo SE mengatakan, kelangkaan BBM terus berlanjut di Aceh Tenggara.
Bahkan stok BBM jenis B50 dan Pertalite di sejumlah SPBU mengalami kekosongan.
Kondisi ini tentunya berdampak besar terhadap perekonomian masyarakat dan aktivitas masyarakat.
"Kita berharap Pemkab Aceh Tenggara bersama pihak terkait agar turun untuk mencarikan solusinya.
Agar kelangkaan BBM dan antrean panjang kendaraan tidak lagi terjadi di SPBU-SPBU," demikian katanya. (*)
Baca juga: Krisis BBM di Aceh Tenggara Berlanjut, Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying
Baca juga: Harga Kakao di Aceh Tenggara 15 Juli 2026 Naik Tipis, Serai Wangi Juga Meroket
Baca juga: Danrem Lilawangsa Tinjau Pembangunan Jembatan Gantung di Aceh Tenggara