Kesabaran, ketekunan, serta promosi yang berkelanjutan menjadi kunci agar usaha mampu bertahan dan berkembang.

Banyumas (ANTARA) - Musisi sekaligus pengusaha Maia Estianty menginginkan perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, meningkatkan kapasitas usaha melalui pengelolaan bisnis yang konsisten, terencana, dan berkelanjutan agar mampu naik kelas.

"Saya bangga bisa menjadi bagian dari program ini. Perempuan pelaku UMKM memiliki peran ganda yang luar biasa. Selain menjalankan usaha, mereka juga mengurus keluarga. Ini adalah pekerjaan yang sangat mulia," kata Maia, di Ethos Digital Valley, Desa Karanggintung, Kecamatan Sumbang, Banyumas, Kamis.

Oleh karena itu, dia mengapresiasi penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) PT Ethos Kreatif Indonesia bersama Yayasan Amal Bunda berupa paket sembako dan bantuan tunai kepada 250 perempuan pelaku UMKM di Kabupaten Banyumas sebagai komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan perempuan.

Menurut dia, perempuan merupakan pilar penting dalam perekonomian keluarga, sehingga pemberdayaan perempuan akan berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

Ditemui usai acara, Maia mengingatkan pelaku UMKM agar tidak hanya berorientasi pada penjualan, juga memahami pengelolaan usaha secara menyeluruh.

“Pelaku usaha harus memperhitungkan biaya produksi, perpajakan, tenaga kerja, dan strategi pemasaran agar bisnis berkembang secara sehat,” katanya.

Dia menilai banyak UMKM mengalami kerugian, karena kurang cermat menghitung biaya usaha dan tidak konsisten membangun merek.

“Kesabaran, ketekunan, serta promosi yang berkelanjutan menjadi kunci agar usaha mampu bertahan dan berkembang,” kata Maia.

Chairman PT Ethos Kreatif Indonesia Mukit Hendrayatno mengatakan perusahaan mengintegrasikan kegiatan bisnis dan program sosial melalui Yayasan Amal Bunda untuk memperluas manfaat bagi masyarakat.

"Strategi kami ke depan adalah mengintegrasikan keuntungan perusahaan untuk didistribusikan menjadi program terintegrasi. Kami ingin menciptakan ekosistem di mana bisnis Etos dan Yayasan Amal Bunda berjalan beriringan untuk menyentuh stakeholder yang membutuhkan," katanya pula.

Ia mengatakan program tersebut menyasar petani, peternak, dan pelaku UMKM, serta mencakup bantuan ketahanan pangan, beasiswa pendidikan, dan layanan pengobatan gratis.

Selain dana CSR, kata dia lagi, dukungan terhadap kegiatan sosial Yayasan Amal Bunda berasal dari skema sedekah sukarela karyawan, bukan dari kewajiban zakat perusahaan.

"Kalau kegiatan menyangkut CSR dan zakat, yang kami terapkan untuk mendukung kegiatan Amal Bunda lebih pada skema sedekah. Yayasan Amal Bunda juga memiliki perizinan dan pengelolaan yang terpisah sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Menurut dia, perusahaan menyediakan kotak donasi dan fasilitas pembayaran digital melalui kode QR untuk memudahkan karyawan bersedekah.

Ia mengatakan dana yang terkumpul kemudian disalurkan untuk mendukung berbagai program sosial dan pemberdayaan masyarakat.

Ketua Yayasan Amal Bunda Anita Ratna Faoziyah mengatakan kolaborasi tersebut telah membantu ratusan penerima manfaat dan akan terus dilanjutkan sebagai bentuk komitmen memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat.

"Tentunya banyak terbantu, terutama pada saat menghadapi kesulitan. Dengan adanya program ini, kami merasa diperhatikan dan didukung untuk terus produktif," katanya.

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariat Daerah Kabupaten Banyumas Ahmad Suryanto menyambut baik penyaluran CSR tersebut.

Menurut dia, program itu diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat pelaku UMKM, serta membuka lapangan kerja melalui pengembangan usaha perusahaan tersebut.

“Termasuk dalam pengembangan sektor peternakan di Kecamatan Gumelar yang diharapkan memberikan dampak berganda bagi perekonomian daerah,” katanya pula.