TRIBUNMANADO.CO.ID, SANGIHE – Seorang bocah berinisial AW (12), warga Kelurahan Tidore, Kecamatan Tahuna Timur, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mengalami insiden tersengat listrik saat hendak menurunkan bendera Argentina yang dipasang di atas rumah, Kamis (16/7/2026).
Kelurahan Tidore berjarak sekitar 2 kilometer dari pusat Kota Tahuna, ibu kota Kabupaten Kepulauan Sangihe.
Sementara itu, Kota Tahuna berjarak sekitar 317 kilometer dari Manado melalui jalur laut atau sekitar 245 kilometer melalui jalur udara.
Baca juga: Breaking News: Bocah 12 Tahun Tersengat Listrik Saat Ambil Bendera Argentina di Tahuna Sangihe
Perjalanan menuju Tahuna dapat ditempuh menggunakan pesawat dalam waktu sekitar 1,5 jam, atau kapal laut selama 9 hingga 10 jam, bergantung pada jenis kapal dan kondisi cuaca.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bendera tersebut dipasang menggunakan tiang besi horden berbahan stainless steel.
Usai pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 yang dimenangkan Argentina, korban berinisiatif menurunkan bendera yang berada di lantai dua rumah.
Saat proses pelepasan bendera berlangsung, tiang besi yang digunakan diduga menyentuh kabel listrik bertegangan yang berada di dekat bangunan.
Warga sekitar mengaku sempat mendengar suara ledakan keras yang berasal dari lantai dua rumah korban.
“Warga mendengar suara ledakan dari lantai dua. Saat diperiksa, ternyata anak tersebut sudah tersengat listrik ketika membuka bendera Argentina yang dipasang menggunakan tiang besi,” ujar seorang warga.
Karena pintu rumah dalam keadaan tertutup, warga terpaksa mendobrak rumah untuk memberikan pertolongan kepada korban.
Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dilarikan ke RSUD Liun Kendage Tahuna untuk mendapatkan penanganan medis.
-
WhatsApp Tribun Manado: Klik di Sini