Pastikan Stok BBM Aman, Polres Bangka Selatan Awasi Antrean di SPBU
Ajie Gusti Prabowo July 16, 2026 06:03 PM

TOBOALI, BABEL NEWS - Kepolisian Resor Bangka Selatan meningkatkan pengawasan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menyusul ramainya antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah titik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan distribusi BBM berjalan tertib sekaligus menjaga keamanan dan kelancaran pelayanan kepada masyarakat. Kepolisian memastikan stok BBM di daerah itu dalam kondisi aman.

Di tengah barisan kendaraan yang mengular di area SPBU, sejumlah personel kepolisian langsung menyusuri antrean satu per satu. Tatapan mereka tak hanya tertuju pada kepadatan kendaraan, tetapi juga memastikan proses penyaluran BBM berlangsung sesuai aturan. Sesekali petugas menghentikan kendaraan untuk memeriksa spesifikasi, mencocokkan barcode dengan nomor pelat kendaraan, khususnya pada mobil yang hendak mengisi BBM bersubsidi.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Bangka Selatan, AKP Edi Purwanto, mengatakan pengawasan dilakukan sebagai tindak lanjut atas laporan masyarakat yang diterima, baik secara langsung maupun melalui media. Pada hari pertama, personel diterjunkan ke dua SPBU untuk memantau situasi di lapangan. Hasil pemantauan menunjukkan aktivitas pengisian BBM berlangsung kondusif tanpa kendala berarti.

"Pada hari ini kita menindaklanjuti laporan dari masyarakat, baik yang langsung maupun via media," kata dia kepada Bangkapos.com, Kamis (16/7/2026).

Edi Purwanto mengungkapkan terdapat dua SPBU yang dilakukan pengawasan. Pertama yakni SPBU 24.331.71 Desa Gadung dan SPBU 24.331.154 Bukit. Berdasarkan hasil koordinasi dengan pengelola SPBU, kepolisian memastikan ketersediaan BBM di Kabupaten Bangka Selatan masih mencukupi kebutuhan masyarakat. 

"Untuk stok BBM di wilayah Kabupaten Bangka Selatan aman. Diimbau kepada masyarakat jangan sampai panik, dan kami memastikan untuk stok BBM aman," jelas Edi Purwanto.

Adapun pengawasan tidak hanya dilakukan pada hari ini, melainkan akan berlangsung setiap hari selama diperlukan. Personel kepolisian akan disiagakan di setiap SPBU untuk membantu mengatur antrean kendaraan sekaligus menjaga situasi tetap tertib. Langkah tersebut merupakan bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat.

"Hari ini tidak ada ditemukan pelanggaran, hanya pelanggaran yang masyarakat tidak menggunakan helm dan tidak memakai pelat nomor. Untuk hari ini yang tidak tertib kita tegur di beberapa SPBU," sebutnya.

Selain melakukan pemantauan di dua SPBU, Polres Bangka Selatan juga akan memperluas pengawasan ke SPBU lainnya, termasuk di Kecamatan Airgegas dan Kecamatan Tukak Sadai. Pengecekan akan dilakukan secara bertahap di seluruh SPBU yang ada di Kabupaten Bangka Selatan untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan baik. 

"Kita nanti akan kita lakukan pengecekan di SPBU di seluruh Kabupaten Bangka Selatan. Kita akan menjamin kepada masyarakat bahwa Polri selalu hadir di tengah-tengah masyarakat," pungkas Edi Purwanto. (u1)

Penimbun Ditindak Tegas
KEPOLISIAN Resor Bangka Selatan memperketat pengawasan distribusi BBM di sejumlah SPBU sebagai langkah mengantisipasi berbagai informasi yang berkembang di tengah masyarakat. Selain memastikan distribusi berjalan lancar, kepolisian juga mengingatkan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi dengan melakukan penimbunan BBM bersubsidi. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga ketersediaan BBM bagi seluruh masyarakat.

Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Polres Bangka Selatan, AKP Edi Purwanto, menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik penimbunan BBM bersubsidi. Tindakan tersebut melanggar ketentuan dan dapat merugikan masyarakat yang berhak memperoleh BBM subsidi. 

Karena itu, kepolisian akan mengambil tindakan tegas apabila menemukan pelanggaran di lapangan. "Apabila nanti masyarakat ada yang melakukan penimbunan, akan kita tindak tegas," kata Edi Purwanto, Kamis (16/7).

Dirinya mengajak masyarakat ikut berperan aktif dengan melaporkan kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan penimbunan atau penyalahgunaan BBM bersubsidi. Partisipasi masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga distribusi BBM tetap tertib dan merata. 

Dengan sinergi antara kepolisian, pengelola SPBU, dan masyarakat, diharapkan penyaluran BBM dapat berjalan aman tanpa mengganggu kebutuhan masyarakat. "Apabila ada masyarakat yang mengetahui dugaan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi, silakan segera dilaporkan kepada kami untuk ditindaklanjuti," ujar Edi Purwanto. (u1)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.