Siswa Sekolah Rakyat Juga Jalani MPLS, Digelar dalam Empat Gelombang
GH News July 16, 2026 06:09 PM
Jakarta -

Tak hanya sekolah umum, siswa baru Sekolah Rakyat juga menjalani Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026. Bagaimana pelaksanaannya?

Seperti yang diketahui, Sekolah Rakyat merupakan lembaga pendidikan jenjang SD, SMP, dan SMA yang berada di bawah naungan Kementerian Sosial (Kemensos). Sekolah ini ditujukan untuk murid-murid dari keluarga yang masuk kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyatakan MPLS di Sekolah Rakyat berjalan berbeda dengan sekolah umum. Pelaksanaannya mulai berjalan 14 Juli 2026 secara bertahap dalam empat gelombang.

Sosok yang akrab dipanggil Gus Ipul itu menekankan adanya gelombang ini bukan bentuk ketidakpastian. Proses dilakukan secara bertahap agar sarana pendidikan dan asrama benar-benar siap menyambut siswa baru.

"Kami tidak ingin anak-anak datang ke tempat yang sarananya belum benar-benar siap. Setiap titik harus aman dan nyaman sebelum kami menyambut mereka," jelas Gus Ipul dikutip dari detikNews, Kamis (16/7/2026).

4 Gelombang MPLS Sekolah Rakyat

Diketahui, saat ini ada 101 Sekolah Rakyat yang telah beroperasi. Sebagai catatan, 2026 merupakan tahun kedua Sekolah Rakyat beroperasi, sehingga penyesuaian perlu dilakukan.

MPLS di 101 Sekolah Rakyat yang beroperasi ini akan dibagi dalam empat gelombang, yakni:

  • Gelombang I (14 Juli 2026): Pada 19 Sekolah Rakyat permanen
  • Gelombang II (31 Juli 2026): Pada 63 Sekolah Rakyat Permanen
  • Gelombang III (15 Agustus 2026): Pada 8 Sekolah Rakyat rintisan di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek)
  • Gelombang IV (31 Agustus 2026): Pada 11 Sekolah Rakyat permanen

Ada tiga pertimbangan mengapa penerapan gelombang dipilih Kemensos, yaitu:

  • Kesiapan fungsional sarana prasarana
  • Keamanan dan kenyamanan siswa
  • Ketersediaan utilitas dasar, seperti air bersih, listrik, dan sanitasi.

MPLS di Sekolah Rakyat

MPLS di Sekolah Rakyat berjalan lebih panjang, mencakup 19 hari pelaksanaan dalam empat fase. MPLS merupakan bagian dari tahap persiapan sebelum siswa menjalani pembelajaran reguler dan kehidupan bersama secara penuh.

Tahap persiapan ini berjalan kurang lebih tiga bulan, yang terdiri dari 19 hari MPLS dan 2,5 bulan matrikulasi. Selama MPLS, siswa akan diberikan 36 materi yang dikelompokkan dalam tujuh tema.

Adapun ketujuh tema tersebut, yaitu:

  1. Pengenalan lingkungan sekolah
  2. Pembentukan karakter
  3. Literasi dan numerasi
  4. Kesehatan dan perlindungan anak
  5. Literasi digital
  6. Kedisiplinan
  7. Pencegahan perilaku berisiko, seperti perundungan, penyalahgunaan narkoba, dan judi online.

Tak hanya ketujuh tema tersebut, siswa juga akan menjalani cek kesehatan gratis, asesmen psikologis dan pemetaan potensi diri, dan pendampingan pembiasaan hidup berasrama di MPLS. Selama lima hari awal MPLS, siswa akan didampingi Taruna TNI-Polri untuk pembentukan disiplin dan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari.

Gus Ipul menegaskan seluruh rangkaian MPLS dilaksanakan dengan prinsip ramah anak. Ia juga menekankan prinsip nol toleransi terhadap segala bentuk kekerasan pada anak.

"Tidak ada kekerasan seksual, kekerasan fisik, perundungan maupun intoleransi. Jika terjadi kekerasan, pelakunya langsung diberhentikan. Tidak ada surat peringatan pertama ataupun kedua," tegasnya.

Masyarakat juga bisa ambil peran dalam pengawasan MPLS Sekolah Rakyat. Jika ada laporan yang ingin disampaikan, masyarakat bisa melakukan pelaporan melalui Call Center 021-171 atau WhatsApp Center 0887-7171-171.

"Kami ingin masyarakat melihat langsung bagaimana Sekolah Rakyat bekerja. Karena itu kami membuka ruang pengawasan publik agar seluruh proses berlangsung aman, nyaman, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak," ujar dia lagi.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.