Kebakaran di Tahura R Soerjo di Mojokerto Meluas hingga Lima Titik Hotspot
Cak Sur July 16, 2026 06:32 PM

SURYA.CO.ID, MOJOKERTO - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur (Jatim), terus meluas hingga mencapai lima titik hotspot pada Kamis (16/7/2026).

Asap tebal kini menyelimuti kawasan gugusan Gunung Biru RKW 06 Mojokerto Barat, tepatnya di Desa Gumeng dan Begaganlimo, Kecamatan Gondang.

Medan yang didominasi jurang curam dan terjal menyulitkan ratusan petugas gabungan dari Tahura R Soerjo, BPBD, Perhutani, dan relawan untuk menjangkau titik api.

Baca juga: Kebakaran Hutan di Tahura R Soerjo Mojokerto Sebabkan Pendakian Bukit Cendono Tutup

KEBAKARAN HUTAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo terpantau dari pos pendakian Bukit Cendono di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Rabu (15/7/2026). Kebakaran pertama kali terdeteksi dari kepulan asap putih dan cahaya api sejak Selasa (14/7) pukul 18.10 WIB.
KEBAKARAN HUTAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo terpantau dari pos pendakian Bukit Cendono di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Rabu (15/7/2026). Kebakaran pertama kali terdeteksi dari kepulan asap putih dan cahaya api sejak Selasa (14/7) pukul 18.10 WIB. (istimewa/Dokumen BPBD Kabupaten Mojokerto)

Kendala Medan Terjal dan Rencana Water Bombing

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi, menjelaskan bahwa dari lima titik api yang terdeteksi, hanya satu titik yang bisa dijangkau secara manual oleh petugas di lapangan.

"Petugas kami sudah bergerak cuma memang medannya tidak bisa dijangkau, teman-teman di atas secara bertahap mendekati titik api. Ada satu titik hotspot yang bisa dijangkau dan memungkinkan (untuk dipadamkan)," ujar Jumadi saat ditemui SURYA.co.id di Pos Penanganan Karhutla di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Pacet pada Kamis (16/7/2026).

Untuk mengatasi kendala medan terjal ini, Dinas Kehutanan Jatim berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) serta BPBD Jatim dan Kabupaten Mojokerto. Pihaknya tengah menjajaki opsi penggunaan teknologi drone pengangkut air (water bombing) milik Petrokimia, berkaca pada kesuksesan penanganan karhutla besar di Gunung Arjuno-Welirang pada tahun 2023 silam.

Sebelum menerjunkan armada pemadam, petugas Tahura terlebih dahulu memetakan situasi menggunakan drone guna mengakses jalur visual dan melihat lebih dekat kondisi kobaran api di lokasi kejadian.

"Semua opsi kami coba, asesmen terus kami lakukan. Petugas masih berada di atas membawa drone untuk melihat objeknya seperti apa, apakah kayu yang sudah seperti arang atau masih berupa api menyala," tambahnya.

Jumadi juga menegaskan, bahwa penyebab pasti kebakaran serta total luas lahan konservasi yang terdampak masih dalam proses penyelidikan.

Baca juga: Kebakaran Hutan di Tahura R Soerjo Mojokerto Meluas ke Arah Kota Batu

KEBAKARAN HUTAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo terpantau dari pos pendakian Bukit Cendono di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Rabu (15/7/2026). Berdasarkan pengamatan visual, tiupan angin kencang berpotensi memperluas area kebakaran ke wilayah Kota Batu.
KEBAKARAN HUTAN - Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di kawasan hutan lindung Taman Hutan Raya (Tahura) R Soerjo terpantau dari pos pendakian Bukit Cendono di Dusun Mrasih, Desa Kemiri, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur pada Rabu (15/7/2026). Berdasarkan pengamatan visual, tiupan angin kencang berpotensi memperluas area kebakaran ke wilayah Kota Batu. (istimewa/Dokumen BPBD Kabupaten Mojokerto)

Titik Api Bergeser ke Arah Kota Batu

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Mojokerto, Rinaldi Rizal Sabirin, mengungkapkan bahwa tiupan angin kencang membuat arah api mulai bergeser ke perbatasan Mojokerto-Batu.

"Kami belum bisa menjangkau titik api, dikarenakan antara bukit-bukit itu ada jurang yang terjal. Tidak ada akses langsung menuju titik api, sementara kami memantau lewat pengamatan manual dan drone," kata Rinaldi saat ditemui di Pos Pendakian Cendono pada Rabu (15/7/2026).

BPBD Kabupaten Mojokerto telah membentuk dua tim penanganan darurat yang dipusatkan di Desa Kemiri, Pacet, dan Desa Gumeng, Gondang.

Pemadam akan difokuskan pada area krusial seperti jalur Sumber Brantas, Batu, serta Puncak Cendono di Pacet guna mencegah api merembet ke arah Kota Batu dan Pujon.

Dampak Kebakaran: Jalur Pendakian Bukit Cendono Ditutup

Akibat kebakaran yang terjadi di balik punggung Puncak Cendono ini, pihak pengelola terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menutup sementara jalur pendakian demi keselamatan para pendaki.

Kepala RKW 07 Mojokerto Timur Tahura R Soerjo, Ni Luh Novyanthi, membenarkan penutupan tersebut.

"Iya, karhutla mulai tadi malam di punggungan sebelah kiri Cendono dari bawah. Kami terpaksa menutup sementara wisata pendakian Bukit Cendono, demi keamanan pengunjung dan masih menunggu informasi perkembangan lebih lanjut di atas," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.