TRIBUNGORONTALO.COM – Piala Dunia 2026 telah memasuki fase akhir. Setelah seluruh pertandingan semifinal rampung, kini hanya tersisa dua laga penentu, yakni perebutan tempat ketiga dan partai final.
Argentina akan ditantang Spanyol si New York pada Senin (20/7/2026) dini hari Wita.
Seiring semakin tingginya antusiasme masyarakat menyaksikan pertandingan, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Gorontalo mulai menyiapkan pola pengamanan untuk mengantisipasi euforia suporter di berbagai daerah di Provinsi Gorontalo.
Langkah tersebut dilakukan menyusul ramainya kegiatan nonton bareng (nobar) hingga konvoi kendaraan usai pertandingan yang beberapa kali menimbulkan kepadatan arus lalu lintas.
Misalnya sesuai pantauan awak media di sosial media di Kota Gorontalo, euforia suporter pada pertandingan sebelumnya sempat memadati kawasan Bundaran Saronde.
Kendaraan roda dua, tiga maupun roda empat memenuhi ruas jalan hingga menggunakan sebagian badan jalan.
Kondisi serupa juga terlihat di kawasan Simpang Lima Telaga, Kabupaten Gorontalo.
Ratusan warga memadati lokasi tersebut untuk merayakan kemenangan tim favoritnya sehingga arus kendaraan melambat.
Mereka kemudian mengikuti area Jalan Prof John Ario Katili dengan memamaki hampir seluruh badan jalan.
Melihat kondisi itu, Ditlantas Polda Gorontalo menegaskan pengamanan dilakukan bukan untuk melarang masyarakat merayakan kemenangan, melainkan memastikan euforia berlangsung tertib dan tidak mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya.
Direktur Lalu Lintas Polda Gorontalo, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Lukman Cahyono mengatakan, pihaknya telah menggelar rapat khusus yang dipimpin Kapolda Gorontalo Irjen Pol Widodo untuk menyusun pola pengamanan menghadapi dua pertandingan terakhir Piala Dunia.
"Kami melihat ini sudah pada tahap yang mengganggu ketertiban dan mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Karena itu hari ini dilaksanakan rapat khusus yang dipimpin Bapak Kapolda," kata Lukman saat diwawancarai, Kamis (16/7/2026).
Menurutnya, pengamanan akan dilakukan dalam tiga tahapan, yakni sebelum pertandingan dimulai, saat pertandingan berlangsung, dan setelah pertandingan selesai.
Pada tahap pra-pertandingan, jajaran kepolisian akan melakukan pendataan terhadap lokasi-lokasi yang menggelar nobar di seluruh wilayah Gorontalo.
Tidak hanya itu, para pemilik maupun pengelola lokasi nobar juga akan diundang mengikuti rapat koordinasi bersama kepolisian.
Dalam rapat tersebut, penyelenggara diminta ikut bertanggung jawab menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung.
Lukman mengatakan penyelenggara wajib menyediakan lahan parkir yang memadai agar kendaraan pengunjung tidak memenuhi badan jalan.
Selain itu, penyelenggara juga diminta menyiapkan petugas parkir untuk mengatur keluar masuk kendaraan.
"Yang pertama kami lakukan adalah pendataan lokasi nobar. Kemudian para penanggung jawab, baik pemilik maupun manajer, akan kami undang untuk diberikan penekanan agar memahami konsekuensinya apabila mengundang banyak orang," bebernya.
Polisi berngkat tiga bunga itu bilang penyelenggara harus memastikan seluruh kendaraan penonton diparkir di lokasi yang telah disiapkan sehingga tidak mengganggu kelancaran lalu lintas.
"Harus menyiapkan lahan parkir yang cukup, petugas parkir yang menjaga, sekaligus memberikan imbauan kepada masyarakat yang menonton agar setelah selesai pertandingan tidak melakukan kegiatan yang mengganggu ketertiban masyarakat," katanya.
Selain soal parkir, Ditlantas juga meminta penyelenggara mengingatkan penonton agar tidak membawa minuman keras maupun barang-barang berbahaya seperti senjata tajam dan senjata api.
Saat pertandingan berlangsung, personel kepolisian akan ditempatkan di setiap lokasi nobar.
Petugas tidak hanya melakukan pengamanan, tetapi juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap menjaga ketertiban selama menyaksikan pertandingan.
Setelah pertandingan selesai, pengamanan akan kembali ditingkatkan. Petugas akan disiagakan di sejumlah titik yang berpotensi menjadi lokasi berkumpulnya massa maupun konvoi kendaraan. Langkah ini dilakukan agar euforia suporter tidak sampai mengganggu masyarakat yang sedang beraktivitas.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kecelakaan Maut di Kota Gorontalo, Pengendara Motor Tewas Tabrak Beton
Selain itu, Lukman mengatakan pihaknya memahami kemenangan tim favorit sering dirayakan dengan iring-iringan kendaraan. Namun, menurutnya, perayaan tersebut tidak boleh dilakukan dengan cara menutup badan jalan ataupun menghentikan kendaraan dalam waktu lama.
Dia mencontohkan kondisi yang sempat terjadi di Bundaran Saronde, Simpang Lima Telaga, maupun beberapa lokasi lainnya.
Menurutnya, kepadatan kendaraan di titik tersebut sempat menghambat masyarakat yang hendak bekerja, ke sekolah maupun ke pasar.
"Harapan kami, masyarakat tidak merayakan kemenangan dengan euforia yang berlebihan. Misalnya memarkirkan kendaraan di tengah jalan dalam waktu yang lama sehingga masyarakat yang lain tidak bisa melintas," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa tidak semua warga mengikuti pertandingan Piala Dunia. Karena itu, aktivitas masyarakat lainnya tetap harus menjadi perhatian.
"Tidak semua masyarakat ikut menonton bola. Ada yang mau bekerja, ada yang ke sekolah, ke pasar, maupun menjalankan aktivitas lainnya. Jangan sampai euforia mengganggu masyarakat yang lain," katanya.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polda Gorontalo akan menggelar Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD).
Jumlah personel yang diterjunkan akan lebih banyak dibandingkan pengamanan pada hari biasa. Pengamanan juga melibatkan jajaran Polres, TNI, serta pemerintah daerah.
"Sudah direncanakan oleh Biro Operasi. Ini menjadi kegiatan rutin yang ditingkatkan. Personelnya lebih banyak, sarana dan prasarana yang digunakan juga lebih banyak karena ini menjadi atensi," jelas Lukman.
Dia berharap dua pertandingan terakhir Piala Dunia 2026 dapat berlangsung aman dan masyarakat tetap dapat menikmati suasana sepak bola tanpa mengganggu pengguna jalan lainnya.
"Silakan masyarakat menonton dan merayakan kemenangan timnya. Tetapi lakukan dengan tertib. Jangan euforia yang berlebihan sampai mengganggu aktivitas masyarakat yang lain. Mari sama-sama menjaga keamanan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di Gorontalo," tutupnya. (*)